Minggu, 09 Desember 2012

Ka'bah : Kubah Saturnus?



Hindu menyatakan bahwa sejarah Ka’bah yang sebenarnya terletak di dalam masa lalu Arab yang mengalami keterkaitan yang sangat erat dengan peradaban Veda. Kaum muslim terlalu lama dibobdohi oleh Muhammad dan membantah kenyataan bahwa sebenarnya Ka’bah tak lain adalah kuil pemujaan bagi Shiva.

“Shiva dapat dengan mudah diidentifikasikan sebagai dewa Waktu dengan memperhatikan bahwa damaru-Nya (drum) berbentuk gelas pasir (hourglass) dan bulan sabit di atas kening – Nya mengungkapkan hubungan – Nya dengan prinsip feminin Alam, begitu juga dengan kapak yang memotong keabadian menjadi waktu dan menjadi alat di tanga Sang Tukang Kebun Yang Mulia.”
(Saturn, Theosophy Trust, 2008)


Shiva adalah pribadi yang sama bagi dewa Yunani Kronos, dikenal sebagai personifikasi waktu, penghancuran, kematian, menabur dan menuai.

“Sekarang, kita harus mengingat bahwa Sive (Shiva) dan dewa Palestina, Baal, dan Saturnus adalah identik.”
(Isis, Unveiled, Helen Blavatsky, Vol. I, (1877) hal. 578)


“Catatan tradisional menyatakan pada saat penghancuran Ka’bah terdapat tiga patung khusus di antara 360 dewa yang dihancurkan di Ka’bah. Ketiganya adalah Dewa Saturus, Dewa Bulan, dan yang satunya lagi disebut Allah. Catatan ini menunjukkan bahwa kaum PAGAN Arab memuja sembilan planet pada jaman pra – Islam. Di India, praktik pemujaan  sembilan planet masih ambigu. Dua dewa utama di antara kesembilan dewa itu adalah Saturnus dan Bulan (Bulan dipandang sebagai planet).
Di India, bulan sabit selalu digambarkan di kening simbol Shiva.”
(Was The Kaaba Originally a Hindu Temple?, P. N. Oak)

Penemuan arkeologi terbaru di Kuwait selanjutnya mendukung pernyataan bahwa Arab pre-Islam memang kental oleh pengaruh Weda dari India. Seorang muslim Kuwait menemukan piring tembikar yang berisikan ornamen dewa Hindu, Ganesha, dan sekarang dibawa ke ahli sejarah untuk dianalisis.

Naskah Raja Vikramaditya yang ditemukan dalam Kabah di Mekah merupakan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Jazirah Arabia merupakan bagian dari Kekaisaran India di masa lalu, dan dia yang sangat menjunjung tinggi Deva Siva lalu membangun kuil Siva yang bernama Kabah. Naskah penting Vikramaditya ditemukan tertulis pada sebuah cawan emas di dalam Kabah di Mekah, dan tulisan ini dicantumkan di halaman 315 dari buku yang berjudul `Sayar-ul-Okul' yang disimpan di perpustakaan Makhtab-e-Sultania di Istanbul, Turki. Inilah tulisan Arabnya dalam huruf latin:

"Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum". (Page 315 Sayar-ul-okul).[Note: The title `Saya-ul-okul' signifies memorable words.]

Terjemahan bahasa Indonesianya adalah:

"Beruntunglah mereka yang lahir dan hidup di masa kekuasaan Raja Vikram. Dia adalah orang yang berbudi, pemimpin yang murah hati, berbakti pada kemakmuran rakyatnya. Tapi pada saat itu kami bangsa Arab tidak mempedulikan Tuhan dan memuaskan kenikmatan berahi. Kejahatan dan penyiksaan terjadi di mana2. Kekelaman dosa melanda negeri kami. Seperti domba berjuang mempertahankan nyawa dari cakaran kejam serigala, kami bangsa Arab terperangkap dalam dosa. Seluruh negeri dibungkus kegelapan begitu pekat seperti malam bulan baru. Tapi fajar saat ini dan sinar mentari penuh ajaran yang menyejukkan adalah hasil kebaikan sang Raja mulia Vikramaditya yang pimpinan bijaksananya tidak melupakan kami yang adalah orang2 asing. Dia menyebarkan agamanya yang suci diantara kami dan mengirim ahli2 yang cemerlang bersinar bagaikan matahari dari negerinya kepada kami. Para ahli dan pengajar ini datang ke negeri kami untuk berkhotbah tentang agama mereka dan menyampaikan pendidikan atas nama Raja Vikramaditya. Mereka menyampaikan bimbingan sehingga kami sadar kembali akan kehadiran Tuhan, diperkenalkan kepada keberadaanNya yang suci dan ditempatkan di jalan yang Benar."
(Was The Kaaba Originally a Hindu Temple?, P. N. Oak)

Istilah Kabah sendiri berasal dari kata Sanskrit Gabha (Garbha + Graha) yg berarti Sanctum (tempat suci).

“Muhammada adalah bagian dari Suku Quraish Mekah, memuja Allah (Durga) dan Shivalingga di Ka’bah. Shivalingga masih ada hingga saat ini karena batu ini adalah Dewa Sesembahan suku Quraish. Paman Muhammad, Umar Bin Hassan adalah seorang Hindu dan pemuja Lord Shiva. Dia dikenal sebagai penyair dan menulis banyak puisi yang mengagung – agungkan Shiva. Nama Muhammada sendiri diambil dari kata Mahadewa, nama lain dari Shiva.
(“Vedic Past of Pre – Islamic Arabia Part 2, Srimati Aditi Chaturvedi)  

Kitab suci Weda Harihareswar Mahatmya menyebut bahwa jejak kaki Dewa Wisnu disucikan di Mekah. Bukti akan fakta ini adalah bahwa Muslim menyebut kuil ini Haram yang merupakan penyesuaian dari kata Sansekerta, Hariyam, yaitu. tempat Dewa Hari alias Dewa Vishnu. Jejak kaki Vishnu disucikan di tiga tempat suci: Gaya, Mekah dan Shukla Teertha. Mengukir jejak kaki macam itu merupakan adat Weda yang dicontek Muslim. Muslim menganggap bahwa ukiran jejak kaki ini disejumlah mesjid dan tempat2 suci Muslim diseputar dunia adalah jejak kaki Muhammad ! Diluar kuil hindu, biasanya juga terdapat singasana dewa Brahma, oleh karenanya di Mekah, singasana Brahma itu dianggap sebagai makam Ibrahim..
Tradisi Hindu lainnya yang masih berhubungan dengan kabah adalah sungai gangga, menurut tradisi Hindu, Gangga tidak dapat dipisahkan dari lambang Siva sebagai bulan Sabit, kemanapun lambang Siva (bulan sabit), disitu pasti juga terdapat Gangga, fakta dari persatuan tersebut terdapat di dekat kabbah. Airnya dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai gangga sebelum Islam (yaitu Zam-zam)
Bahkan hingga hari ini, para peziarah Muslim yang menyaksikan kaabah untuk haji memandang Zam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya kedalam botol sebagai Air keramat bagi mereka, sama seperti yang dilakukan umat hindu hindia terhadap kesucian sungai Gangga.

“Kiswah, kai penutup Kabah ditenun dari sutra alami, didominasi oleh warna hitam. Shahada dan ayat – ayat Qur’an dibordir ke dalam sutra hitam itu dalam balutan warna keemasan. Kiswah terdiri dari 41 bagian. Sitara, kain penutup pintu Ka’bah, yang biasanya disebut Burqu’a. terbuat dari bahan sutra yang sama dan dibordir dengan benang perak yang kemudian dilapisi emas. Keseluruhan Kiswah digarisi dengan material kapas yang tebal. Kiswah diganti sekali dalam setahun.”
(Kaaba History, Sabir Khan)

 Pertanyaannya adalah : Mengapa Ka’bah ditutupi dengan kiswah?

“Jalannya milik Saturnus, dan warna Saturnus adalah hitam.”
(The Black Arts, hal 97, The Occult, Collin Wilson, Hal 268)

“Warna Saturnus, hitam, dan emblem – nya, sarkofagus (yakni kematian), menemani sang jiwa saat dia mengiringi keterlibatan dewa sistem planet di dalam prinsip feminin.”
Theosophy Trust, Saturn hal. 2)

“Setiap Planet dan Dewa diasosiasikan dengan warnanya tersendiri, dan warna Saturnus adalah Hitam. Oleh karena itu Saturnus dikenal dengan nama Matahari Hitam (The Black Sun), Matahari Gelap (The Dark Sun), Kotak Hitam (The Black Square)”
“Saturn, Lord of Time, Worship of Saturn, Touching the Astrology of Saturn. 


The Seal of Saturn
Tradisi Okultis Barat memiliki beberapa kesamaan akar di antara Ismael-nya Islam dengan Hermetikisme. Di dalam tradisinya, segel dan jimat okult Saturnis paling mudah dikenali dengan bentuk kubus. 
Enochian Magic

Dalam sihir Enochian, Kubah Saturnus digambarkan berada di pusat disertai jalan – jalan melingkar, dan setiaap sudut menghadap empat arah kardinal. Ka’bah di Mekah juga menghadap semua arah kardinal.
Muslim sering mengecam Israel karena Bintang David  ( Segel Solomon atau bintang Saturnus) sambil berteriak, “Konspirasi Zionis!,” namun tetap saja Ka’bah itu sendiri diambil dari filosofi kubah bersegi enam.
Metatronic Cube = Star of David
 

2 komentar:

  1. kalau memang kaun yahudi itu agama nya sesat,, mungkin sekarang hidup meraka gx bkalan tenang, tpi kita liat kaun yahudi hidupnya sngat terbalik skali,, mlahan sekarang yang kena karma adalah orang2 yg munafik, sperti orang2 di iraq,, tiap hari psti ad aj orang yang mati akibat dri bom bunuh diri

    BalasHapus
  2. Apa hebatan siwa ?????? Tuhan punya nafsu , toh saya kencingi juga tidak terjadi apa" sama sy sampai saat ini , itu sy lakukan karna sy percaya. Bahwa tuhan tidak bisa dilogika , dan hanya dengan cara keencingi tuhan kkalian pasti terlihat keebesarannya jika siwa memang tuhan .

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...