Jumat, 18 Februari 2011

Ramayana dan Mahabharata Adalah Sejarah


Ramayana terjadi lebih dahulu daripada Mahabharata, dan Weda lebih tua lagi daripada keduanya. Weda mengandung sejarah yang seharusnya dipahami agar segalanya menjadi makin jelas dan pasti.

Ahli geologi dan ilmuwan sepakat bahwa 15.000 tahun yang lalu terjadi peningkatan ketinggian air laut yang sangat drastis yang menyebabkan terjadinya Air Bah, yang juga telah digambarkan di dalam Weda. Sesungguhnya, telah terdapat peradaban yang maju, jauh sebelum air bah ini melanda bumi.

Disebutkan, raja tertua di dalam sejarah India bernama Barhi. Penerusnya yang kesebelas bernama Prachita. Putra Prachita bernama Daksha, yang pada kemudian hari lebih dikenal dengan nama Prachita Daksha. Aditi adalah istri Daksha.

Aditi dan Daksha memiliki seorang putra bernama Wiwaswan (tak ditemukan catatan mengenai siapa istri dari Wiwaswan). Manu adalah putra dari Wiwaswan. Bumi mengalami banjir yang sangat dahsyat (jalapralaya) pada periode Manu ini.

Ini berarti kita memiliki sejarah 14 generasi sebelum Banjir Besar ini. Cerita tentang banjir ini ditemukan di hampir semua kebudayaan dunia, namun yang paling terperinci hanya ditemukan dalam sejarah India.

MANU DAN AIR BAH

Sekitar 15.000 tahun yang lalu, terjadi perubahan iklim yang teramat dahsyat di bumi, sehingga menyebabkan hujan yang dahsyat dan banjir besar di seluruh penjuru dunia. Hanya Raja Manu dan Saptarsi yang selamat dari bencana ini karena mereka berlindung ke Himalaya (Himalaya adalah pegunungan tertinggi di dunia). Manu dan Saptarsi menuju ke sebuah gunung bernama Nau Bandhana ( Nau berarti perahu dalam bahasa Sansekerta; Nau Bandhana berarti tempat di mana perahu ditambatkan).

Disebutkan bahwa seekor Paus membantu Manu terhindar dari banjir. Ini mungkin saja imajinasi para penulis sejarah pada jaman itu, yang tentu saja tak berarti bahwa semua yang tertulis di sana adalah hasil dari imajinasi.

Dalam kitab – kitab agama di dunia, cerita tentang Air Bah ini ditemukan, namun sejarahnya sendiri tidak pernah diketemukan di dalamnya. Ini berarti bahwa kebudayaan Hindu telah tersebar di semua penjuru dunia. Perbedaannya, hanya India yang merekam dengan lengkap apa yang terjadi setelah banjir besar ini.

Manu adalah Manusia pertama setelah banjir ini (sebagai raja, dia mungkin saja dipanggil sebagai ‘Yang Pertama,’ seperti Presiden Amerika disebut sebagai The First Citizen of USA). Karena dia yang pertama, semua yang mengikutinya menyebut diri mereka “Manushya” atau “Manawa” (Kata ini sampai saat ini pun masih dipergunakan di India dan dalam kebudayaan lain, termasuk di dalam bahasa Inggris: MAN).

Pada masa banjir besar ini, Manu berlayar di dalam perahu yang sangat besar bersama keluarganya. Perahu ini berisikan pula berbagai jenis hewan dan tumbuh – tumbuhan, dan tentu saja, terdapat para Saptarsi di sana.
Ahli geologi terkini setuju bahwa banjir beasr itu terjadi sekitar 15.000 tahun yang lalu, waktu yang bersamaan dengan masa hidup Manu. Sebagai putra Wiwaswan, Manu dipanggil dengan nama Waiwaswata Manu. Periode waktu yang dimulai pada jamannya Manu disebut Manwantara.

Ramayana dan Mahabharata sendiri telah disalahartikan sebagai Mitologi Peradaban Hindu. Kenyataannya, kedua kitab ini ditulis terutama sebagai catatan sejarah atas apa yang memang benar – benar pernah terjadi. Peradaban Hindu pada masa ini sangat menyadari fenomena astronomis di sekitarnya. Segala pengetahuan tentang hal ini telah tertuang pula di dalam Weda. Di antara Keempat Weda, terdapat Weda yang tertua bernama Rig Weda. Mahabharata ditulis oleh Maharsi Wyasa pada 5.500 SM, jauh sebelum peradaban Roma dan Mesir. Penduduknya sangat maju dalam teknologi. Penggambaran suasana perang Mahabharata, misalnya, menyingkapkan penggunaan senjata atom, senjata dengan sensor suara, dsb. (Brahmastra, Bajrastra). Dronacharya adalah manusia hasil eksperimen bayi tabung (Drona berarti tabung).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...