Rabu, 11 April 2012

Bhavisya Purana dan Ramalan Veda tentang Muhammad


Artikel di bawah ini berasal dari sumber-sumber Hindu, saya hanya menerjemahkan, silakan Anda sendiri yang mengambil kesimpulan.


According to some Hindu and Ahmadiyya scholars, the ancient Hindu text Bhavishya Purana (attributed to Vyasa) predicted the coming of Mohammad and Islam hundreds of years ago.

Terjemahan:
Menurut beberapa ahli Hindu dan Ahmadiyah, teks kuno Bhavishya Purana (yang menurut
tradisi dibuat oleh Maha Rsi Vyasa) memprediksikan kedatangan Muhammad dan Islam ratusan tahun yang lalu."

http://en.wikipedia.org/wiki/Tripurasura

Berikut Ini Purana Hindu yang meramalkan Muhammad. Untuk melihat bahasa Sansekertanya silakan lihat di sini: http://bhavishyapuran.blogspot.com/2007 ... on-of.html


According to Bhavishya purana, Mahamada (Incarnation of Tripurasura the demon) = Dharmadushika (Polluter of righteousness)
Religion founded by Mahamada = Paisachyadharama (demoniac religion)

Terjemahan:

Menurut Bhavishya purana Mahamada (Reinkarnasi Iblis Tripurasura) = Dharmadushika (Sang perusak moral)Agama yang didirikan oleh Mahamada = Paisachyadharama (agama dengan sentuhan iblis)

Bhavishya Purana (futuristic mythology) (Circa 3000 B.C) - http://www.indiadivine.org/hinduism/art ... n-of- Islam [From the third part of the Pratisarga Parva.]

Terjemahan:

[Dari bagian ketiga Pratisarga Parva.]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Shri Suta Gosvami said: In the dynasty of king Shalivahana, there were ten kings who went to the heavenly planets after ruling for over 500 years. Then gradually the morality declined on the earth. At that time Bhojaraja was the tenth of the kings on the earth. When he saw that the moral law of conduct was declining he went to conquer all the directions of his country with ten-thousand soldiers commanded by
Kalidasa. He crossed the river Sindhu and conquered over the gandharas, mlecchas, shakas, kasmiris, naravas and sathas. He punished them and collected a large ammount of wealth. Then the king went along with Mahamada (Muhammad), the preceptor of mleccha-dharma, and his followers to the great god, Lord Shiva, situated in the desert. He bathed Lord Shiva with Ganges water and worshipped him in his mind with pancagavya (milk, ghee, yoghurt, cow dung, and cow urine) and sandalwood paste, etc.
After he offered some prayers and pleased him.

Terjemahan:

Shri Suta Gosvami berujar: Pada dinasti raja Shalivahana, terdapat sepuluh raja yang pergi ke surga setelah berkuasa lebih dari 500 tahun. Kemudian secara perlahan-lahan terjadilah kemerosotan moral di bumi. Saat itu adalah masa pemerintahan raja Bhojaraja yang merupakan raja kesepuluh. Ketika ia melihat
hukum moral dan tingkah laku semakin merosot, ia memerintahkan Kalidasa dengan
membawa 10.000 tentara menaklukan seluruh penjuru wilayah di luar negerinya. Ia
menyeberang sungai Sindhu dan menaklukkan gandhara, mleccha, shaka, kasmiri, narava dan satha. Ia menghukum mereka dan mengumpulkan sejumlah besar kekayaan.
Kemudian raja bersama dengan Mahamada (Muhammad), seorang pemberi ajaran
mleccha-dharma dan para pengikutnya pergi kepada dewa yang maha tinggi, Dewa Shiva,
yang bertempat di padang pasir. Ia mempermandikan Dewa Shiva dengan air suci
Ganga dan memujanya dalam pikirannya dengan persembahan pancagavya (susu,
ketimun, yoghurt, kotoran sapi, dan urine sapi) dan ramuan kayu cendana, dll. Hal itu dilakukan setelah ia memanjatkan doa dan menyenangkannya.
***
Suta Goswami said: After hearing the king's prayers, Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to the place called Mahakakshvara, that land is called
Vahika and now is being contaminated by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists dharma. There was a mystic demon named Tripura (Tripurasura), whom I have already burnt to ashes, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada (Muhammad) and his deeds are like that of a ghost. Therefore, O king, you should not go to this land of the evil ghost. By my mercy your intelligence will be purified. Hearing this the king came back to his country and Mahamada (Muhammad) came with them to the bank of the river Sindhu. He was expert in expanding illusion, so he said to the king very pleasingly: O great king, your god has
become my servant. Just see, as he eats my remnants, so I will show you. The king became surprised when he saw this just before them. Then in anger Kalidasa
rebuked Mahamada (Muhammad) "O rascal, you have created an illusion to bewilder the king, I will kill you, you are the lowest..."

Terjemahan:

Suta Gosvami berujar: Setelah mendengar Doa dari raja, Dewa Shiva berkata: Oh raja Bhojaraja, kau harus pergi ke tempat yang dinamakan Mahakakshvara (Mekkah?), negeri itu dinamakan Vahika dan sekarang tercemar dengan para mleccha. Di negeri yang sangat rusak itu tidak ada lagi dharma. Dulu pernah ada iblis yang bernama Tripura (Tripurasura), dimana Aku pernah memusnahkannya menjadi debu, namun ia kembali lagi atas perintah Bali. Ia tidak berasal dari manapun namun ia mendapatkan berkat dariKu. Namanya adalah Mahamada (Muhammad) dan perbuatannya adalah serupa iblis. Oleh karena itu, Oh raja, Kau memang tidak seharusnya pergi ke tempat di mana iblis bersemayam. Dan dengan berkatKu maka pikiranmu akan dimurnikan kembali. Mendengar ini, maka raja kembali ke negerinya dan Mahamada (Muhammad) mengikuti mereka sampai di pinggiran sungai Sindhu. Ia (Mahamada) adalah seorang ahli dalam mengembangkan Ilusi/khayalan, sehingga ia berkata pada raja dengan sangat senangnya: Oh raja besar, tuhanmu telah menjadi pelayan saya. Lihatlah nanti, setelah ia memakan remah-remahku, saya akan membuktikannya kepadamu. Sang raja menjadi terkejut ketika melihat hal tersebut. Kemudian dalam kemarahannya Kalidasa menegur: "Oh penipu, kau telah menciptakan khayalan untuk membingungkan raja. Aku akan membunuhmu, kau adalah manusia paling rendah..."

***
That city is known as their site of pilgrimage, a place which was Madina or free from intoxication. Having a form of a ghost (Bhuta), the expert illusionist
Mahamada (Muhammad) appeared at night in front of king Bhojaraja and said: O king, your religion is of course known as the best religion among all. Still I am going to establish a terrible and demoniac religion by the order of the Lord. The symptoms of my followers will be that they first of all will cut their genitals, have no shikha, but having beard, be wicked, make noise loudly and eat everything. They should eat animals without performing any rituals. This is my opinion.They will perform purificatory act with the musala or a pestle as you purify your things with kusha. Therefore, they will be known as musalman, the corrupters of religion. Thus the demoniac religion will be founded by me. After having heard all this the king came back to his palace and that ghost (Muhammad) went back to his place.

Terjemahan:

Kota itu dikenal sebagai tempat ritual khusus ibadah (haji?) mereka, sebuah tempat yang mana dahulunya adalah Madina atau bebas dari kemabukan. Dalam wujud setan (Bhuta), sang ahli ilusi, Mahamada (Muhammad) muncul pada suatu malam di hadapan raja Bhojaraja dan berkata: Oh raja, agamamu sudah tentu merupakan agama terbaik diantara yang ada. Namun tetap saja aku akan mendirikan suatu agama yang mengerikan dan memiliki sentuhan Iblis seperti yang dikatakan Tuhan. Nantinya, pengikutku mempunyai ciri-ciri yaitu pertama-tama mereka disunat, tidak memiliki shikkha, namun berjanggut, jahat, membuat kegaduhan dengan nyaringnya dan memakan segala. Mereka seharusnya makan binatang apapun tanpa melakukan persembahan. Ini adalah pendapatku. Mereka melakukan ritual penyucian dengan musala atau alu dalam bentuk seperti engkau menyucikan segala sesuatunya dengan kusha. Karena itu, mereka akan dikenal sebagai kaum musalman (muslim), kaum perusak agama. Demikian agama dengan sentuhan Iblis itu diciptakan olehku. Setelah mendengar semua sang raja kembali ke istananya dan setan tersebut (Muhammad) kembali ke tempatnya.
***

The intelligent king, Bhojaraj established the language of Sanskrit in three varnas - the brahmanas, kshatriyas and vaisyas - and for the shudras he established
prakrita-bhasha, the ordinary language spoken by common men. After ruling his kingdom for 50 years, he went to the heavenly planet. The moral laws established by him were honored even by the demigods. The arya-varta, the pious land is situated
between Vindhyacala and Himacala or the mountains known as Vindhya and Himalaya. The Aryans reside there, but varna-sankaras reside on the lower part of Vindhya. The musalman people were kept on the other side of the river Sindhu. On the island of Barbara, Tusha and many others also the followers of Isamsiha were also situated as they were managed by a king or demigods.

Terjemahan:

Sang raja yang cerdas, Bhojaraj mendirikan bahasa Sansekerta dalam tiga varnas -
brahmana, kshatriya dan vaisya - dan untuk shudra dia mendirikan prakrita-bhasha, bahasa umum untuk pergaulan. Setelah Raja memerintah kerajaannya selama 50 tahun, ia
pergi ke surga. Hukum moral yang didirikan olehnya sangat dihormati bahkan oleh para
manusia yang kemudian menjadi dewa. Arya-varta, tanah yang diberkati ini berada di antara Vindhyacala dan Himacala atau pegunungan yang dikenal sebagai Vindhya dan Himalaya. Kaum Aryan bertempat tinggal di sana, tetapi varna-sankara bertempat tinggal di bagian Vindhya yang lebih rendah. Kaum musalman tetap berada di sisi lain sungai Sindhu. Di pulau Barbara, Tusha dan banyak lainnya merupakan pengikut Isamsiha (Jesus) di mana mereka dipimpin oleh seorang raja atau para manusia yang kemudian menjadi dewa (santo?).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Note This
Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to the place called Mahakakshvara, that land is called Vahika and now is being contaminated by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists dharma. There was a mystic demon named
Tripura (Tripurasura), whom I have already burnt to ashes, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada (Muhammad) and his deeds are like that of a ghost. According to Bhavishya Purana Muhammad was the rebirth of Tripurasura the Demon. Tripurasura was killed by Shiva in his (Tripurasura's) past life.

Terjemahan:

Perhatikan Ini
Dewa Shiva berkata: Oh raja Bhojaraja, kau harus pergi ke tempat yang dinamakan
Mahakakshvara, negeri itu dinamakan Vahika dan sekarang tercemar dengan para mleccha. Di negeri yang sangat rusak itu tidak ada lagi dharma. Dulu pernah ada iblis yang bernama Tripura (Tripurasura), dimana Aku pernah memusnahkannya menjadi debu, namun ia kembali lagi atas perintah Bali. Ia tidak berasal dari manapun namun ia mendapatkan berkat dariKu. Namanya adalah Mahamada (Muhammad) dan perbuatannya adalah serupa iblis.

Menurut Bhasviya purana Muhammad adalah reinkarnasi dari Iblis Tripurasura.
Tripurasura pernah dibunuh oleh Dewa Shiva dikehidupan sebelumnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tambahan:
Mleccha
1 A barbarian,a non Aryan (One not speaking the Sanskrit Language or not conform in to Hindu or Aryan institutions),a foreigner in general
2 An Outcast, a very low man, Bodhayana thus defines the word:
gomAmsakhAdako yastu viruddhaM bahubhAshhate |
sarvAchAravihInashcha mlechchha ityabhidhiiyate |
He who eats cow's meat, and speaks a lot against shastras and he, who is also devoid of all forms of spiritual practice, is called a mlechha.
3 A sinner, A wicked person, A savage or barbarian race

Terjemahan:
1 Orang barbar, non Arya (tidak berbicara bahasa Sansekerta atau tidak mengikuti ajaran Hindu atau Arya), orang asing secara umum
2 orang terbuang, manusia yang sangat rendah, Bodhayana mendefinisikannya dengan:
Dia yang memakan daging sapi, dan berbicara banyak menentang shastra dan juga tidak melakukan segala bentuk latihan spiritual, disebut mlechha
3 Pendosa, manusia jahat, ras yang brutal atau barbar Paisachya Demonical, Infernal

Terjemahan:
Seperti setan, Berkelakuan setan Tripurasura Asura
1 An evil spirit, demon
2 A general name for the enemies of Gods

Terjemahan:
1 Roh jahat, iblis
2 Nama umum untuk musuh-musuh para Dewa

Sumber referensi lainnya: http://www.astrojyoti.com/
bhavishyapurana-3.htm

36 komentar:

  1. pruttt.... hahahhaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malu ni ye kentutnya kesebar terbyata bau!! Hehehe

      Hapus
    2. Tidak terima mereka dengan kebenaran..seharusnya mereka lahir di jaman Bhavisya Purana dan protes..terhadap peramal ini... hahah
      HIndu adalah jalan hidup spiritual karena bukan religi seperti ajaran Samawi maka Hindu tidak bisa di bandingkan dengan religi yg berdasarkan pengalama hidup orang lain yg di bukukan sebagai kitab suci...!!!

      Hapus
  2. Nak, islam itu indah lihatlah agama islam luas dan
    bnyak karna mereka yg berakal tdk pernah terjatuh
    kelubang... Siapa yg pernah liat lord siva? ada
    bukti bhwa bumi ada dewa? ada bekas2 sejarah
    tuhanmu? tidak akan ada jadilah anak yg
    pandai berfikir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Islam pengikutnya banyak
      Tapi kenapa orang bodoh lebih banyak dari orang cerdas di dunia ini? dan kenapa emas lebih sedikit dari Loyang?
      anda tahu?

      Hapus
    2. Trus apa kamu pernah liat Allah? Berarti allah itu tidak ada, karena tidak pernah terlihat, bahwa allah itu ada
      Tuhanmu? Tidak akan ada jadilah anak yang pandai berfikir

      Hapus
  3. ulasan bego tak ad nalar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo tak ada nalar kasi jawaban yg cerdas jangan bisanya cuman bilang bego, punya otak bagus apa idiot kamu?

      Hapus
    2. Kalau mengaku indah itu tunjukan dgn tidakan om. Jgn hanya ngomong sombong mengaku indah damai rahmat alam semesta tapi suka buat onar, nyari keributan, bom sana sini dan perang dimana-mana atas nama agama. Ini adalah sifat iblis mulut berkata indah tapi tangan membunuh

      Hapus
  4. mbok biarkan aja berpendapat ... kalau gak setuju ya sudah tinggalkan dan gak usah menyerapah kan malah mulut jadi kotor. Si penulis di sini juga gak emamksa orang percaya kok.

    BalasHapus
  5. sebenarnya bukan islamophobia, tapi faktanya memang begitu. isi di dalam kabah juga sebenarnya adalah Siwa Lingga. Makanya sangat dirahasikan isinya oleh umat islam untuk memutuskan keterkaitan dengan agama Hindu/induknya. HANYA agama islam yang merahasiakan isi dalam tempat ibadahnya. Agama lain pasti dengan vulgar memamerkan isi dalam tempat ibadahnya. misal di gereja pasti kita tahu isinya adalah patung bunda maria dan yesus, Vihara dengan patung Budha, pura/kuil dengan arca dewa-dewi, dll. semua agama, berasal dari sanatana dharma (HINDU). Agama Budha, Kristen, Islam, dll semua merupakan pecahan/cabang dari agama Hindu. Dewa Siwa adalah penyamaran Tuhan untuk misi tertentu pada waktu tertentu. Begitu pula Dewa Brahma dan Dewa Wisnu serta jutaan (33 juta dewa lainnya)adalah penyamaran Tuhan untuk misi tertentu pada waktu dan keadaan tertentu. kita ambil contoh/perumpamaan ada seorang bapak PNS yang menjadi ketua RT. Bagi warga RT yang mengenal si bapak yang bekerja sebagai PNS pasti juga menganggap dia juga ketua RT. tapi bagi penduduk luar/pendatang yang tidak kenal, taunya si bapak adalah ketua RT dan tidak tahu kalau pak RT adalah PNS. Tuhan di Hindu bukan dewa siwa, brahma atau 33 juta dewa lainnya. Menurut agama Hindu TUHAN memiliki wujud satu/tunggal jadi TUHAN bisa kita bayangkan. tapi karena kesempurnaannya, TUHAN juga memiliki wujud ADA DIMANA-MANA dan TIDAK TERPIKIRKAN. Bagi orang yang baru belajar agama, pasti akan terkecoh dan dibingungkan tujuh keliling dengan perwujudan TUHAN yang ADA DIMANA-MANA dan TIDAK TERPIKIRKAN. Itulah kehebatan TUHAN yang sebenarnya memiliki wujud TUNGGAL/SATU. Kalau TUHAN tidak memiliki wujud TUNGGAL/SATU, wujud ADA DIMANA-MANA dan Wujud TIDAK TERPIKIRKAN, berarti TUHAN tidak sempurna alias hanya sekelas dewa atau manusia biasa. Itulah kehebatan dan kesempurnaan TUHAN yang memiliki 3 wujud tersebut. PERTANYAANNYA adalah apakah di agama islam ada ayat suci al quran yang menyebutkan wujud TUNGGAL/SATU dari TUHAN ? Coba sdr. Umar cari dulu nanti kalau sudah dapat dan ketemu, kasih tahu saya. Di kitab suci weda, hal ini disebutkan dengan sangat jelas. Wujud TUNGGAL/SATU TUHAN digambarkan dengan jelas meliputi rupa BELIAU, atribut/kelengkapan, kegiatan/aktivitasnya, teman-teman, alamatnya, dll. Ibarat jika seorang yang jatuh cinta pada orang lainnya. Pasti tergambar jelas rupa, nama, wujud, alamat orang yang dipuja/dicintainya. lalu seorang umat beragama yang mencintai TUHAN, kalau yang dipikirkan adalah wujud TAK TERPIKIRKAN dan ADA DIMANA-MANANYA TUHAN, berarti sembahyang dalam kebingungan donk! TIDAK FOKUS. Itulah kehebatan WEDA yang telah ada sejak penciptaan alam semesta ini yaitu 4 milyar tahun lebih dan baru di kodifikasikan/kitab/bukukan sekitar 5118 tahun lalu karena moral, umur dan ingatan manusia makin merosot, yang dalam perkembangannya kemudian melahirkan banyak agama baru yang sebenarnya penerima wahyu agama baru juga adalah orang-orang suci dan penganut weda dan wahyu agama baru itu untuk misi tertentu dan tujuan tertentu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bro..heran ini adalah Kitab Bhavisya Purana...yg sudah di ramalkan, cuma Purana ini tidak terlalu disebarkan karena berbagai hal, akan membuat ketersinggungan dan sakit hati Umat Muslim, sebaiknya di buatkan tulisan di alenia pertaman: Tidak ada sedikitpun untuk menghina karena mungkin membuat mereka sakit hati...
      Kebenaran memang pahit

      Hapus
    2. @RAY
      Kamu bilang umat Islam merahasiakan isi Ka'bah?
      Ini ada video King Salman sholat di dalam Ka'bah.

      https://www.youtube.com/watch?v=fqqrrADin2o

      Hapus
  6. Tak perlu di hubungkan dgn Muhammad krn setiap agama ada kisah awalnya sendiri. Seperti keterangan dalam Film atau Sinetron; nama dan tempat yg sama hanya kebetulan semata.

    BalasHapus
  7. Tak perlu di hubungkan dgn Muhammad sebab semua agama ada kisahnya sendiri. Seperti ket. dalam Film atau Sinetron bahwa nama, tampat dan kisah yg sama hanya kebetulan saja.

    BalasHapus
  8. Tidak usah di hubungkan dgn Muhammad, setiap agama miliki kisah awal sendiri. Ingat pesan text di Film atau sinetron bahwa: nama dan tempat yg sama hanya kebetulan belaka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bagus kisahnya maka kamu bakal kasi jempol jika lain kisah maka cari jalan menyelamatkan diri, begitu bukan
      Dasar double standar!! Di sisi terjepit bilang begini di satu sisi buntung cari jalan melarikan diri dari topik
      Kalau jadi ilmuwan baiknya kamu di ilmu cocoklogi saja!

      Hapus
    2. Yang menghubungkan Muhamadsiapa, kan kaum lo sendiri si jenggotan Sakar Naik, Muslim jago ngoceh dan Taqiya...lucu anda ini..kalau bukan dia maka Bhavisya Purana ramalan asli Muhammad tidak akan di bongkar aslinya

      Hapus
  9. Coba cek lagi karena ada penyelewengan dalam pengutipan bhavisya purana 3.3.3.23-27. Silahkan yg bisa baca sansekerta langsung baca pada teks aslinya atau cari teks inggrisnya. Ada kesengajaan perubahan penulisan untuk menjelekkan orang nomor satu dalam buku the 100 a rangkung of the most influential persons in history karya michael h. Hart.

    BalasHapus
  10. @Anonim
    Anda Paham tidak maksud dari menyembunyikan isi kabah? Maksudnya Teks inskripsi Vikramaditya yg ditemukan dlm piring emas yg digantung didalam kuil Kabah di Mekah ini, dicatat pada halaman 315 dari buku yg berjudul ‘Sayar-ul-Okul’ yg disimpan dlm perpustakaan Makhtab-e-Sultania di Istanbul, Turki. Terjemahan inskripsi tsb:
    (Sayar ul Okul berarti ‘Kata2 Berkesan’)
    Silakan Google kata kata diatas
    Masih juga ngeyel!!!
    Kosongkan dahulu sisa air digelas sebelum kamu memgisinya dgn air besih
    Kosongkan pikiran kamu dari doktrin keyakinan kamu baru kamu tahu yang mana kebenaran berdasarkan logika dan bukan.
    Jangan berkeyakinan karena ada kedekatan rasa sosial
    Buka pemikiranmu jangan tong kosong nyaring bunyinya
    Jelas Kitab Bhavisya Purana ada jauh sebelum Islam
    Jadi yg disalahkan siapa?
    Sanatana Dharma ada jauh sebelum ada penemu Ketakinan Abrahamik
    Hindu bukan kepercayaan seperti kepercayaan Abrahamik tapi Hindu adalah Jalan Hidup Sanatana Dharma
    Bagaimana kamu bisa membandingkan kepercayaan dan Jalan Hidup
    Cari tau sana apa itu jalan hidup spiritual dan apa itu kepercayaan atau Religi.
    Karena hanya Ajaran Sanatana Dharma yg memang memiliki title Agamas dlm bahasa sansekerta yg artinya tidak kacau
    cari apa itu agamas di Google .. buka pemikiranya jangan kau tutup alias tidak mau tahu!!!

    BalasHapus
  11. Nggak semua harus dicari artinya di google,soal Islam,anda bisa bertanya pada ulama2,jangan menafsirkan sesuatu yg tidak anda ketahui, menurut selera anda sendiri. Begitu juga dgn kitab Bahavisya Purana tsb,anda lebih baik bertanya artinya,dengan yg ahli dalam kitab tsb. Lakum dinukum wal liyaadin..
    Salam damai.

    BalasHapus
  12. Pusing memikirkan hidup ketimbang agama.

    BalasHapus
  13. Terimakasih pak/ibu atas pencerahannya. Semua yg disampaikan di blok ini sesuai dgn kenyataan. Weda memang selalu benar

    BalasHapus
  14. saya menghargai pendapat anda, semua umat yang beragama pastinya menganggap agama kita itu yang paling benar, kepercayaan kita berbeda-beda tapi kita yakin tuhan itu cuma satu, terserah mau pilih agama yang mana karena itu kepercayaan pribadi masing-masing, karena kita tidak tahu pasti mana yang paling benar, karena kebenaran agama akan di tunjukkan di akhirat nanti, jangan karena masalah ini semuanya jadi terpecah belah, agamamu agamamu dan agamaku agamaku. Jangan lah saling menghina, karena semua nya tergantung dari hati dan pikiran, kamu agama hindu kalo kamu menebarkan kebencian kepada orang lain percuma juga hati kamu sudah terkotori, intinya berbuat baiklah kepada semua makhluk hidup, dan jalani masing-masing agama kita sendiri. Jangan menghina jangan mencela, itu malah membuat penyakit di hati kamu.

    BalasHapus
  15. Beramal baiklah karena amal baik yang akan membawa kita ke surga, dan janganlah melakukan perbuatan yang buruk karena itu akan membawamu ke neraka. Berlomba-lomabalah melakukan amal kebaikan, saling berbagi, saling membantu, dan janganlah melihat dari agama, ras dan suku untuk melakukan kebaikan, karena kita semua sama makhluk tuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pikirkan hrg beras utk esok apa naik apa turun , karena perut anak anak tak bisa Kenyang oleh Agama , Agama itu ibarat PETA utk memprmudah menemukan arah Hidup

      Hapus
    2. Pengetahuan anda hanya terbatas dari apa yg anda dengar dan anda ceritakan lagi berdasarkan penglaman religi orang lain
      Seperti halnya menanam kebaikan..
      Dharma adalah Jalan Kebenaran..
      Dharma...!!selalu mengajarkan hidup di jalan yg benar..
      Baik belum tentu Benar!! Benar (Dharma) sudah pasti Baik
      Svaha Svaha Svaha

      Hapus
  16. Memang susah mengakui sesuatu kebenaran/fakta. Karena fakta atau kebenaran itu menyakitkan. Ibarat seorang petarung atau petinju yang kalah. Sangat susah mengakui kemenangan si lawan.

    Begitu pula memang sangat susah bagi umat Islam mengakui isi kitab Bhavisya Purana bahwa Muhammad adalah reinkarnasi/kelahiran kembali dari dari iblis tripurusa yang telah dimusnahkan oleh Dewa Siwa menjadi abu tapi lahir kembali kedunia atas permintaan Bali (Bali adalah penyembah Tuhan yang taat).

    Dewa Siwa sendiri mendapat perintah dari Tuhan agar mau mengayomi Para Dewa dan Para Asura (iblis, setan, raksasa, & golongan anti kedewataan). Sehingga ketika Tuhan berkehendak memberikan kesempatan kepada golongan para iblis, setan, raksasa lebih berkuasa dibandingkan para dewa, di jaman kali yuga atau jaman yang disebut modern ini (dimulai sekitar 5120 tahun lalu) maka Dewa Siwa pun tidak bisa menolak perintah Tuhan. Dewa Siwa sebenarnya ingin menolak tapi perintah Tuhan adalah perintah mutlak. Sehingga ketika iblis tripurusa yang lahir kembali dan disebut MUHAMAD, untuk membuat agama baru dengan kebiasaannya yang menyimpang dari Weda adalah sbb. : memakan segala kecuali babi dan tanpa dipersembahkan terlebih dulu pada Tuhan, memotong kulit kelamin/sunat, tidak memakai sikkha (rambut yang dibiarkan panjang dibagian atas kepala), senang membuat kegaduhan (panggilan sholat), menyesatkan umat manusia, kawin cerai gak jelas & begitu gampangnya (weda tidak mengenal cerai).

    Dewa Siwa pun yang tidak bisa menolak perintah Tuhan dan harus mengikuti & melaksanakan perintah itu. Mengayomi golongan penentang kedewataan (iblis, setan, raksasa).

    Tapi sejatinya bagi orang-orang yang cerdas dan memahami Weda, agama-agama Abrahamik seperti Islam, Kristen, Yahudi dll sengaja diciptakan oleh para nabi dari masing2 agama dimaksud, sekali lagi atas perintah Tuhan dan dibawah pengawasan Dewa Siwa untuk menyaring umat manusia untuk kembali ke jalan Weda, JALAN KETUHANAN yang sejati. Setelah umat manusia yang cerdas itu faham tentang perintah Tuhan itu dengan dibawah kendali Dewa Siwa Sehingga mereka pun akan lebih fokus pada weda, melaksanakan weda sepenuhnya dan dengan sangat mudah kembali pada Tuhan di alam Rohani, bukannya di Sorga yang adalah tempat tinggal para dewa/malaikat.

    BalasHapus
  17. Sorga yang merupakan tujuan agama2 abrahamik adalah sejenis dunia material dengan kenikmatan yang lebih super dibandingkan kenikmatan yang ada di bumi. Sorga adalah tempat tinggal para dewa/malaikat yang memiliki 7 tingkatan. Sebenarnya neraka juga sama, memiliki 7 tingkatan, hanya saja neraka ibarat penjara yang penuh siksaan namun pengawasnya juga para malaikat/dewa yang ditugaskan untuk itu.

    Adapun alam rohani yang merupakan tempat tinggal Tuhan berbeda dengan Sorga dan neraka.

    Tujuan sejati Agama Hindu/weda bukan Sorga bukan neraka tapi ALAM ROHANI, tempat tinggal Tuhan. Sorga hanyalah sejenis tempat belajar untuk lebih giat lagi atau transit untuk menuju alam Rohani/alam Tuhan. Unsur pembentukan alam di Sorga juga masih dibuat dari unsur material misal cahaya, air, tanah udara, gas, dll dengan komposisi yang berbeda-beda sesuai tingkatan Sorga.

    Tuhan memiliki wujud badan yang terbuat dari Kebahagiaan Abadi, Pengetahuan Abadi dan Usia Kekal. Jadi Alam atau tempat tinggal Tuhan juga terbuat dari 3 unsur dimaksud.

    Sedangkan para dewa/malaikat unsur badannya dominan terbuat dari Sinar/cahaya dan unsur lain misal Ether (gas yang lebih ringan dan lebih murni dari udara). Sedangkan manusia unsur badannya dominan terbuat dari Air, disusul tanah, api, udara lalu Ether.

    BalasHapus
  18. Hahaha... Masih ada yang bahas ini? Fyi aja ya, khusus bagian pratisarga, diyakini, diteliti dan dan dibuktikan bahwa telah ditulis ulang pada tahun 1839 oleh peneliti barat. Perubahan dalam purana ini BAHKAN telah ada di wikipedia kok. Sila cek saja

    https://en.m.wikipedia.org/wiki/Bhavishya_Purana

    Yuk monggo dilanjut, dan berpikir cerdas, serta periksa lagi (cek dan ricek) sumbernya. Cmiiw

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...