Kamis, 13 Januari 2011

7 Cara menjadi Jenius


Leonardo da Vinci adalah orang yang serba bisa: ilmuwan berprestasi, matematikawan, insinyur, penemu, ahli anatomi, pelukis, pemahat, arsitek, ahli botani, musisi, dan penulis. Jika Anda ingin menjadi seorang Renaissance Man (atau Renaissance woman), Anda dapat belajar banyak dari bagaimana Leonardo da Vinci hidup dan berpikir. Berdasarkan mempelajari kehidupan dan karya karyanya setiap orang bisa menandingi da Vinci dengan menjalankan langkah-langkah berikut.

1. Curiosità.

Curiosità adalah " rasa penasaran yang tak pernah puas pada kehidupan dan keinginan untuk terus-menerus belajar". Pemikir yang hebat memiliki satu karakteristik yang sama: mereka terus menerus bertanya sepanjang hidup mereka. Pencarian Leonardo yang tak pernah berhenti pada kebenaran dan keindahan dengan jelas menunjukkan hal ini. Yang membedakan para pemikir besar adalah kualitas pertanyaan-pertanyaan mereka. Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk memecahkan masalah dengan meningkatkan kemampuan Anda untuk mengajukan pertanyaan yang baik. Seperti da Vinci, Anda harus mengembangkan pikiran yang terbuka yang memungkinkan anda memperluas alam semesta dan meningkatkan kemampuan Anda untuk menjelajahinya. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Curiosità:

* Buatlah jurnal. Bawalah sebuah jurnal mana pun Anda pergi dan sering-seringlah menggunakannya. Tulis ide-ide dan pikiran Anda di sana. Cobalah untuk menulis beberapa pernyataan per hari yang dimulai dengan "Aku bertanya-tanya mengapa / bagaimana ..."
* Observasi berdasarkan tema. Pilih sebuah tema dan amati hal-hal yang berkaitan dengan tema untuk satu hari. Sebagai contoh, katakanlah Anda memilih "komunikasi". Sepanjang hari, amati setiap jenis dan contoh dari komunikasi yang Anda jumpai. Anda kemudian dapat merekam pengamatan Anda dalam jurnal Anda.
* Latihan kesadaran. Pilih pertanyaan dan tulis pikiran dan asosiasi yang terjadi pada Anda sebagai mana adanya. Jangan edit mereka. Yang penting adalah terus menulis. Ini juga disebut sebagai freewriting.

2. Dimostrazione

Dimostrazione adalah "komitmen untuk menguji pengetahuan melalui pengalaman, ketekunan, dan kesediaan untuk belajar dari kesalahan". Kebijaksanaan datang dari pengalaman dan prinsip Dimostrazione membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari pengalaman Anda. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Dimostrazione:

* Periksa keyakinan Anda. Apakah Anda memegang keyakinan yang belum diverifikasi melalui pengalaman? (menurut saya, kecuali keyakinan beragama)
* Tiga sudut pandang. Pertama, membuat argumen yang kuat terhadap keyakinan Anda. Selanjutnya, ambil pandangan jauh terhadap keyakinan Anda (misalnya, seolah-olah Anda hidup dalam budaya yang berbeda) dan buatlah tinjauan. Akhirnya, temukan teman yang dapat memberikan perspektif yang berbeda.
* Menganalisis iklan yang mempengaruhi Anda. Lihatlah iklan di majalah favorit Anda dan analisalah strategi dan taktik yang digunakan oleh pembuat iklan. Cari iklan yang paling mempengaruhi Anda dan cari tahu mengapa.
* Cari "anti-role model" untuk belajar darinya. Daftarlah kesalahan-kesalahan dari orang-orang yang ingin Anda hindari. Belajar dari kesalahan – kesalahan itu sehingga Anda tidak akan menghadapi kesulitan yang sama.

3. Sensazione

Sensazione adalah "perbaikan terus-menerus terhadap indera, terutama penglihatan, sebagai sarana untuk menghidupkan pengalaman". Menurut da Vinci, kita dapat mempraktekkan Dimostrazione dengan baik melalui indera kita, terutama penglihatan. Itu sebabnya salah satu motto Leonardo adalah saper vedere (mengetahui cara melihat) yang darinya ia mencipta karyanya dalam seni dan sains. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Sensazione:

* Tulis deskripsi yang detail mengenai suatu pengalaman. Misalnya, menggambarkan pengalaman Anda menonton matahari terbit di jurnal Anda.
* Pelajari cara untuk menggambarkan bau.
* Belajarlah untuk menggambar.
* Dengarkan suara yang berbeda di sekitar Anda. Belajarlah untuk mendengarkan intensitas suara yang berbeda. Dari yang paling lembut (misalnya pernapasan Anda) ke yang paling keras (misalnya lalu lintas).
* Hiduplah di saat itu. Praktekkan kesadaran (totalitas dalam melakukannya).


4. Sfumato

Sfumato adalah "kesediaan untuk merangkul ambiguitas, paradoks, dan ketidakpastian". Karakteristik terpenting dari kejeniusan da Vinci adalah kemampuannya untuk menangani rasa misteri. Berikut adalah dua cara untuk menerapkan Sfumato:

* Bertemanlah dengan ambiguitas. Temukan beberapa situasi di masa lalu di mana Anda menghadapi ambiguitas (misalnya menunggu untuk mendengar apakah lamaran Anda untuk pekerjaan yang Anda inginkan berhasil). Jelaskan bagaimana rasa anda.
* Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan mengenai apa hubungan dari dua hal yang berlawanan. Sebagai contoh, tanyakan pada diri Anda apa kaitan antara saat-saat paling bahagia dan paling menyedihkan yang anda alami.
* Praktikkan metode Sokrates. Tujuan dari metode Sokrates adalah untuk mengkaji kemungkinan, yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan, bukan dengan memberikan jawaban. Sokrates dikenal (dan dikritik) untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ia tidak memiliki jawabannya. Kunci untuk menggunakan metode Sokrates adalah dengan berlaku rendah hati. Jangan berasumsi bahwa Anda atau siapupun tahu secara pasti mengenai apa pun. Pertanyakan setiap anggapan.

5. Scienza

scienza adalah "pengembangan keseimbangan antara sains dan seni, logika dan imajinasi". Hal ini bisa dikatakan sebagai berpikir dengan "seluruh otak". Pemetaan pikiran adalah metode yang kuat yang dapat membantu Anda menggabungkan logika dan imajinasi dalam pekerjaan dan kehidupan Anda. Hasil akhir pemetaan harus terkait-seperti struktur kata-kata dan ide-ide yang entah bagaimana terkait dalam benak penulis.

6. Corporalità.

Corporalità adalah "pemeliharaan anugerah, keterampilan tangan, kebugaran, dan ketenangan". Leonardo memiliki kemampuan fisik yang luar biasa dilengkapi kegeniusannya dalam sains dan seni. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Corporalità:

* Mengembangkan program untuk kebugaran fisik. Program Anda harus mencakup tiga hal: fleksibilitas latihan, latihan kekuatan, dan pengkondisian aerobik.
* Mengembangkan kesadaran tubuh. Belajarlah anatomi. Lakukan apa pun yang memperkuat hubungan antara tubuh dan pikiran.
* Membina keterampilan tangan. Leonardo bisa bekerja dengan kedua tangan kanan dan tangan kiri dengan sama baiknya. Anda dapat memupuk keterampilan kedua tangan ini dengan menggunakan tangan yang tidak dominan untuk tugas-tugas sederhana. Kemudian Anda dapat menggunakan tangan nondominan Anda untuk menulis.

7. Connessione

Connessione adalah “pengakuan dan penghargaan pada keterkaitan dari fenomena dan segala sesuatu”. Hal ini bisa dikatakan sebagai sistem berpikir. Sumber dari kreatifitas Leonardo adalah kemampuannya untuk membuat pola baru melalui kaitan dan kombinasi dari elemen – elemen yang berbeda. Berikut cara – cara untuk menerapkan Connessione:
• Cari cara untuk mengaitkan sesuatu yang kelihatannya tak berkaitan. Contohnya, anda bisa mencoba untuk mengaitkan antara seekor beruang dan Internet. Atau antara geologi dengan Mona Lisa.
• Bayangkanlah dialog. Bayangkanlah anda berdialog dengan seorang model untuk mendapatkan perspektif dan pandangan baru. Atau anda bisa membayangkan bagaimana model akan mendiskusikan permasalahan anda.
• Berpikirlah mengenai bagaimana kejadian segala sesuatu. Ambillah sebuah benda dan berpikirlah tentang elemen – elemen apa yang terlibat dalam penciptaannya dan bagaimana caranya.

artikel ini diterjemahkan dari: http://www.wikihow.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...