Senin, 19 Maret 2012

Bhavishya Purana, Tripurasura dan.... Muhammad!!

Artikel di bawah ini berasal dari sumber-sumber
Hindu, saya hanya menerjemahkan, silakan Anda
sendiri yang mengambil kesimpulan.
According to some Hindu and Ahmadiyya scholars, the
ancient Hindu text Bhavishya Purana (attributed to
Vyasa) predicted the coming of Mohammad and Islam
hundreds of years ago.
Terjemahan:
Menurut beberapa ahli Hindu dan Ahmadiyah,
teks kuno Bhavishya Purana (yang menurut
tradisi dibuat oleh Maha Rsi Vyasa)
memprediksikan kedatangan Muhammad dan
Islam ratusan tahun yang lalu."
http://en.wikipedia.org/wiki/Tripurasura
Berikut Ini Purana Hindu yang meramalkan
Muhammad. Untuk melihat bahasa Sansekertanya
silakan lihat di sini: http://
bhavishyapuran.blogspot.com/2007 ... on-of.html
According to Bhavishya purana
Mahamada (Incarnation of Tripurasura the demon) =
Dharmadushika (Polluter of righteousness)
Religion founded by Mahamada = Paisachyadharama
(demoniac religion)
Terjemahan:
Menurut Bhavishya purana
Mahamada (Reinkarnasi Iblis Tripurasura) =
Dharmadushika (Sang perusak moral)
Agama yang didirikan oleh Mahamada =
Paisachyadharama (agama dengan sentuhan
iblis)
Bhavishya Purana (futuristic mythology) (Circa 3000
B.C) - http://www.indiadivine.org/hinduism/art ... n-of-
Islam
[From the third part of the Pratisarga Parva.]
Terjemahan:
[Dari bagian ketiga Pratisarga Parva.]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Shri Suta Gosvami said: In the dynasty of king
Shalivahana, there were ten kings who went to the
heavenly planets after ruling for over 500 years. Then
gradually the morality declined on the earth. At that
time Bhojaraja was the tenth of the kings on the
earth. When he saw that the moral law of conduct
was declining he went to conquer all the directions of
his country with ten-thousand soldiers commanded by
Kalidasa. He crossed the river Sindhu and conquered
over the gandharas, mlecchas, shakas, kasmiris,
naravas and sathas. He punished them and collected a
large ammount of wealth. Then the king went along
with Mahamada (Muhammad), the preceptor of
mleccha-dharma, and his followers to the great god,
Lord Shiva, situated in the desert. He bathed Lord
Shiva with Ganges water and worshipped him in his
mind with pancagavya (milk, ghee, yoghurt, cow
dung, and cow urine) and sandalwood paste, etc.
After he offered some prayers and pleased him.
Terjemahan:
Shri Suta Gosvami berujar: Pada dinasti raja
Shalivahana, terdapat sepuluh raja yang pergi
ke surga setelah berkuasa lebih dari 500 tahun.
Kemudian secara perlahan-lahan terjadilah
kemerosotan moral di bumi. Saat itu adalah
masa pemerintahan raja Bhojaraja yang
merupakan raja kesepuluh. Ketika ia melihat
hukum moral dan tingkah laku semakin
merosot, ia memerintahkan Kalidasa dengan
membawa 10.000 tentara menaklukan seluruh
penjuru wilayah di luar negerinya. Ia
menyeberang sungai Sindhu dan menaklukkan
gandhara, mleccha, shaka, kasmiri, narava dan
satha. Ia menghukum mereka dan
mengumpulkan sejumlah besar kekayaan.
Kemudian raja bersama dengan Mahamada
(Muhammad), seorang pemberi ajaran
mleccha-dharma dan para pengikutnya pergi
kepada dewa yang maha tinggi, Dewa Shiva,
yang bertempat di padang pasir. Ia
mempermandikan Dewa Shiva dengan air suci
Ganga dan memujanya dalam pikirannya
dengan persembahan pancagavya (susu,
ketimun, yoghurt, kotoran sapi, dan urine sapi)
dan ramuan kayu cendana, dll. Hal itu
dilakukan setelah ia memanjatkan doa dan
menyenangkannya.
***
Suta Goswami said: After hearing the king's prayers,
Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to
the place called Mahakakshvara, that land is called
Vahika and now is being contaminated by the
mlecchas. In that terrible country there no longer
exists dharma. There was a mystic demon named
Tripura (Tripurasura), whom I have already burnt to
ashes, he has come again by the order of Bali. He has
no origin but he achieved a benediction from me. His
name is Mahamada (Muhammad) and his deeds are
like that of a ghost. Therefore, O king, you should not
go to this land of the evil ghost. By my mercy your
intelligence will be purified. Hearing this the king
came back to his country and Mahamada
(Muhammad) came with them to the bank of the river
Sindhu. He was expert in expanding illusion, so he said
to the king very pleasingly: O great king, your god has
become my servant. Just see, as he eats my remnants,
so I will show you. The king became surprised when
he saw this just before them. Then in anger Kalidasa
rebuked Mahamada (Muhammad) "O rascal, you have
created an illusion to bewilder the king, I will kill you,
you are the lowest..."
Terjemahan:
Suta Gosvami berujar: Setelah mendengar Doa
dari raja, Dewa Shiva berkata: Oh raja Bhojaraja,
kau harus pergi ke tempat yang dinamakan
Mahakakshvara (Mekkah?), negeri itu
dinamakan Vahika dan sekarang tercemar
dengan para mleccha. Di negeri yang sangat
rusak itu tidak ada lagi dharma. Dulu pernah
ada iblis yang bernama Tripura (Tripurasura),
dimana Aku pernah memusnahkannya menjadi
debu, namun ia kembali lagi atas perintah Bali.
Ia tidak berasal dari manapun namun ia
mendapatkan berkat dariKu. Namanya adalah
Mahamada (Muhammad) dan perbuatannya
adalah serupa iblis. Oleh karena itu, Oh raja,
Kau memang tidak seharusnya pergi ke tempat
di mana iblis bersemayam. Dan dengan
berkatKu maka pikiranmu akan dimurnikan
kembali. Mendengar ini, maka raja kembali ke
negerinya dan Mahamada (Muhammad)
mengikuti mereka sampai di pinggiran sungai
Sindhu. Ia (Mahamada) adalah seorang ahli
dalam mengembangkan Ilusi/khayalan,
sehingga ia berkata pada raja dengan sangat
senangnya: Oh raja besar, tuhanmu telah
menjadi pelayan saya. Lihatlah nanti, setelah ia
memakan remah-remahku, saya akan
membuktikannya kepadamu. Sang raja menjadi
terkejut ketika melihat hal tersebut. Kemudian
dalam kemarahannya Kalidasa menegur: "Oh
penipu, kau telah menciptakan khayalan untuk
membingungkan raja. Aku akan membunuhmu,
kau adalah manusia paling rendah..."
***
That city is known as their site of pilgrimage, a place
which was Madina or free from intoxication. Having a
form of a ghost (Bhuta), the expert illusionist
Mahamada (Muhammad) appeared at night in front of
king Bhojaraja and said: O king, your religion is of
course known as the best religion among all. Still I am
going to establish a terrible and demoniac religion by
the order of the Lord. The symptoms of my followers
will be that they first of all will cut their genitals, have
no shikha, but having beard, be wicked, make noise
loudly and eat everything. They should eat animals
without performing any rituals. This is my opinion.
They will perform purificatory act with the musala or
a pestle as you purify your things with kusha.
Therefore, they will be known as musalman, the
corrupters of religion. Thus the demoniac religion will
be founded by me. After having heard all this the king
came back to his palace and that ghost (Muhammad)
went back to his place.
Terjemahan:
Kota itu dikenal sebagai tempat ritual khusus
ibadah (haji?) mereka, sebuah tempat yang
mana dahulunya adalah Madina atau bebas
dari kemabukan. Dalam wujud setan (Bhuta),
sang ahli ilusi, Mahamada (Muhammad)
muncul pada suatu malam di hadapan raja
Bhojaraja dan berkata: Oh raja, agamamu sudah
tentu merupakan agama terbaik diantara yang
ada. Namun tetap saja aku akan mendirikan
suatu agama yang mengerikan dan memiliki
sentuhan Iblis seperti yang dikatakan Tuhan.
Nantinya, pengikutku mempunyai ciri-ciri yaitu
pertama-tama mereka disunat, tidak memiliki
shikkha, namun berjanggut, jahat, membuat
kegaduhan dengan nyaringnya dan memakan
segala. Mereka seharusnya makan binatang
apapun tanpa melakukan persembahan. Ini
adalah pendapatku. Mereka melakukan ritual
penyucian dengan musala atau alu dalam
bentuk seperti engkau menyucikan segala
sesuatunya dengan kusha. Karena itu, mereka
akan dikenal sebagai kaum musalman
(muslim), kaum perusak agama. Demikian
agama dengan sentuhan Iblis itu diciptakan
olehku. Setelah mendengar semua sang raja
kembali ke istananya dan setan tersebut
(Muhammad) kembali ke tempatnya.
***
The intelligent king, Bhojaraj established the language
of Sanskrit in three varnas - the brahmanas, kshatriyas
and vaisyas - and for the shudras he established
prakrita-bhasha, the ordinary language spoken by
common men. After ruling his kingdom for 50 years,
he went to the heavenly planet. The moral laws
established by him were honored even by the
demigods. The arya-varta, the pious land is situated
between Vindhyacala and Himacala or the mountains
known as Vindhya and Himalaya. The Aryans reside
there, but varna-sankaras reside on the lower part of
Vindhya. The musalman people were kept on the other
side of the river Sindhu.
On the island of Barbara, Tusha and many others also
the followers of Isamsiha were also situated as they
were managed by a king or demigods.
Terjemahan:
Sang raja yang cerdas, Bhojaraj mendirikan
bahasa Sansekerta dalam tiga varnas -
brahmana, kshatriya dan vaisya - dan untuk
shudra dia mendirikan prakrita-bhasha, bahasa
umum untuk pergaulan. Setelah Raja
memerintah kerajaannya selama 50 tahun, ia
pergi ke surga. Hukum moral yang didirikan
olehnya sangat dihormati bahkan oleh para
manusia yang kemudian menjadi dewa. Arya-
varta, tanah yang diberkati ini berada di antara
Vindhyacala dan Himacala atau pegunungan
yang dikenal sebagai Vindhya dan Himalaya.
Kaum Aryan bertempat tinggal di sana, tetapi
varna-sankara bertempat tinggal di bagian
Vindhya yang lebih rendah. Kaum musalman
tetap berada di sisi lain sungai Sindhu.
Di pulau Barbara, Tusha dan banyak lainnya
merupakan pengikut Isamsiha (Jesus) di mana
mereka dipimpin oleh seorang raja atau para
manusia yang kemudian menjadi dewa (santo?).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Note This
Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to
the place called Mahakakshvara, that land is called
Vahika and now is being contaminated by the
mlecchas. In that terrible country there no longer
exists dharma. There was a mystic demon named
Tripura (Tripurasura), whom I have already burnt to
ashes, he has come again by the order of Bali. He has
no origin but he achieved a benediction from me. His
name is Mahamada (Muhammad) and his deeds are
like that of a ghost.
According to Bhavishya Purana Muhammad was the
rebirth of Tripurasura the Demon.
Tripurasura was killed by Shiva in his (Tripurasura's)
past life.
Terjemahan:
Perhatikan ini
Dewa Shiva berkata: Oh raja Bhojaraja, kau
harus pergi ke tempat yang dinamakan
Mahakakshvara, negeri itu dinamakan Vahika
dan sekarang tercemar dengan para mleccha.
Di negeri yang sangat rusak itu tidak ada lagi
dharma. Dulu pernah ada iblis yang bernama
Tripura (Tripurasura), dimana Aku pernah
memusnahkannya menjadi debu, namun ia
kembali lagi atas perintah Bali. Ia tidak berasal
dari manapun namun ia mendapatkan berkat
dariKu. Namanya adalah Mahamada
(Muhammad) dan perbuatannya adalah serupa
iblis.
Menurut Bhasviya purana Muhammad adalah
reinkarnasi dari Iblis Tripurasura.
Tripurasura pernah dibunuh oleh Dewa Shiva
dikehidupan sebelumnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tambahan:
Mleccha
1 A barbarian,a non Aryan (One not speaking the
Sanskrit Language or not conform in to Hindu or Aryan
institutions),a foreigner in general
2 An Outcast, a very low man, Bodhayana thus defines
the word:
gomAmsakhAdako yastu viruddhaM bahubhAshhate |
sarvAchAravihInashcha mlechchha ityabhidhiiyate |
He who eats cow's meat, and speaks a lot against
shastras and he, who is also devoid of all forms of
spiritual practice, is called a mlechha.
3 A sinner, A wicked person, A savage or barbarian
race
Terjemahan:
1 Orang barbar, non Arya (tidak berbicara bahasa
Sansekerta atau tidak mengikuti ajaran Hindu atau
Arya), orang asing secara umum
2 orang terbuang, manusia yang sangat rendah,
Bodhayana mendefinisikannya dengan:
Dia yang memakan daging sapi, dan berbicara banyak
menentang shastra dan juga tidak melakukan segala
bentuk latihan spiritual, disebut mlechha
3 Pendosa, manusia jahat, ras yang brutal atau barbar
Paisachya
Demonical, Infernal
Terjemahan:
Seperti setan, Berkelakuan setan
Tripurasura
Asura
1 An evil spirit, demon
2 A general name for the enemies of Gods
Terjemahan:
1 Roh jahat, iblis
2 Nama umum untuk musuh-musuh para Dewa
Sumber referensi lainnya: http://www.astrojyoti.com/
bhavishyapurana-3.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...