Jumat, 30 November 2012

Hancurnya Atlantis oleh Shiva




Sebenarnya, dan sesungguh – sungguhnya, Purana Hindu adalah sejarah dan bukan sekedar mitos dan legenda hampa seperti yang banyak disangkakan orang – orang pada umumnya. Sejarah peristiwanya yang teramat lampau membuat ceritanya membias dan mengalami “pelegendaan” perlahan – lahan. Oleh karena itu, marilah kita mencoba berkaca kembali dari satu kisah hebat ini, yang dikutip dari “Shiva Purana.”
Atlantis di dalam Shiva Purana disebut dengan nama Atala. Tersebutlah sesosok iblis bernama Tara memiliki putra bernama Taraka. Taraka pergi ke hutan Madhuvana untuk melakukan tapa yang berat. Akibat hebatnya tapa yang dilakukan oleh Taraka, Brahma tidak bias mengabaikan kekuatan tapa yang ditimbulkan oleh Taraka ini. Brahma lalu menanyakan apa yang menjadi keinginan Taraka hingga melakukan tapa yang demikian berat. “Kabulkanlah dua permintaanku ini, wahai Brahma. Pertama, tak satupun makhluk ciptaanmu yang mampu menyaingi kekuatanku. Yang kedua, biarlah hanya putra Shiva yang mampu membunuhku.” Tarakasura mengatakan permintaan kedua dengan rasa percaya diri karena pada saat itu diceritakan bahwa Shiva belum memiliki satupun putra.
Singkat cerita, Brahma memenuhi permintaan Tarakasura. Selepas kejadian itu, Tarakasura mulai menunjukkan karakter aslinya sebagai iblis yang kejam, dan memperlakukan sekalian makhluk dengan kasar dan mengikuti segala kemauan hatinya sesukanya. Moralnya sangat rendah dan barbar.

Tarakasura lalu memiliki tiga putra, masing – masing bernama Vidyunmali, Tarakaksha dan Viryavana (Tripura-asuras). Mereka, seperti juga ayahnya, melakukan tapasya yang keras ditujukan kepada Brahma. Tapa mereka berhasil membuat Brahma kembali menunjukkan diri dan menanyakan apa yang menjadi permintaan ketiga asura ini.
“Buatlah kami hidup abadi!”, demikian permintaan mereka.
Tentu saja permintaan yang pelik ini ditolak oleh Brahma, karena sudah menjadi kodrat dan hokum alam material bahwa semua harus mengalami proses lahir, hidup dan mati.
“Mintalah permintaan yang lain.”
“Baiklah. Anugerahilah kami tiga istana yang bias melayang di angkasa. Jadikan yang pertama terbuat dari emas, yang kedua dari perak, dan yang ketiga dari besi. Kami akan tinggal di dalam istana itu. Hanya dia yang bias menghancurkan ketiga istana melayang itu (Tripura) dengan satu saja anak panah yang bias membunuh kami. (Kembali, para asura menunjukkan kebodohan dan kearoganan mereka dengan menganggap tidak mungkin ada yang bias membunuh mereka dengan satu luncuran anak panah saja.)
Para dewa segera menjadi sangat terganggu dengan adanya Tripura ini, karena ketiga asura ini membabi – buta ke seluruh penjuru alam dan berbuat yang semena – mena sehingga mengganggu keseimbangan kosmos. Para maharsi merasa terganggu dan menyampaikan keluhan mereka ke hadapan Vishnu. Vishnu lalu mengatakan bahwa secara resmi, para asura ini tidak melakukan kesalahan apapun, karena mereka masih tetap memuja shivalingga, sehingga tetap terhindar dari api dosa. Kunci utamanya, seperti disarankan oleh Vishnu, adalah membuat para asura ini berhenti memuja Shiva. Karena selama mereka mengucapkan nama Shiva, bahkan Shiva sendiri pun tak mampu menang melawan mereka.

Dengan kekuatan kedewataan – Nya, Vishnu memanggil seorang manusia. Kepalanya sebersih surge, pakaiannya kumal dan dia membawa tempat air yang terbuat dari kayu. Mulutnya ditutupi oleh selembar kain. “Apa yang menjadi tugas hamba?,” tanyanya kepada Vishnu.

Vishnu menjawab,” Aku akan mengajarimu ajaran yang sepenuhnya bertentangan dengan ajaran Veda. Kau kemudian akan mendapatkan kesan bahwa tidak ada Surga dan Neraka dan bahwa keduanya berada di dunia. Kau tidak akan percaya bahwa tidak ada pahala kebaikan maupun hukuman setelah kau meninggal. Pergilah ke Tripura dan ajarkan ketiga iblis Tripura itu dengan ajaran ini, sehingga mereka melenceng dari jalan yang benar. Hanya dengan cara itu kita bias menghancurkan Tripura.”


Utusan Vishnu ini pun mulai menyebarkan ajaran ini ke Tripura. Banyak kaum asura ini diyakinkan dan disesatkan. Bahkan dikatakan, Narada Muni pun dibuat bingung oleh ajaran ini dan sesaat mengikuti ajaran sesat ini. Narada yang suka membuat desas – desus ini lalu membawa kabar ini kepada Raja Vidyunmati.

Melihat Narada sudah “berpindah aliran dan kepercayaan,” sangat mudah bagi sang raja terbujuk pula oleh ajaran palsu ini. Iblis ini berhenti mempercayai isi Veda dan memerintahkan kepada rakyatnya untuk menghancurkan shivalingga, di manapun mereka menemukannya. (Semoga Anda, pembaca, sampai di titik ini bias mengidentifikasi kaum mana yang suka menghancurkan Shivalingga dengan mengatakan bahwa itu adalah pemujaan primitive dan / atau berhala-isme.)
Tentu saja, lambat – laun Shiva yang mengetahui hal ini menjadi murka.  


Believe it or not, dengan shakti – Nya yang tak mungkin tertandingi Shiva mampu menghancurkan ketiga istana itu dalam satu bidikan saja. Lalu, dari abu puing – puing Atala itu, Shiva mengambil segenggam dan membentuk tiga garis di dahi – Nya dan menarikan Tandava, dan Rudrakhsa keluar dari mata ketiga – Nya. Ini membuat bulu kuduk yang melihat – Nya merinding, hingga beliau tenang kemebali.

Demikianlah kilasan kisah Penghancuran Atlantis oleh Shiva, yang menurut Profesor Arysio Santos, seorang geolog melalui penelitiannya selama 20 tahun berkesimpulan bahwa Atlantis itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kepulauan Indonesia. Memang, kalau ditelusuri dari segi historis dan penggambaran Atlantis versi Plato seperti yang dikemukakan kembali oleh Santos, potensi Indonesia sebagai Atlantis yang selama ini dicari – cari oleh para sejarawan dan geolog seluruh dunia ini sangatlah masuk akal. Hal ini didukung pula oleh Profesor Oppenheimer, geolog Harvard University yang melalui penelitian persebaran DNA dari masa 12.000 tahun yang lalu hingga sekarang menunjukkan bahwa sumber awal peradaban dunia adalah Kepulauan Indonesia.

Implikasinya apa? Ada salah satu Purana Hindu lainnya, yakni Bhavisya Purana,  yang menceritakan kelanjutan sejarah Tripurasura ini yang diceritakan kemudian menjelma menjadi iblis berbentuk manusia bernama Maha Mada. (Muhammad?) dan dia menempati tempat bernama Arvasthan (Arab?). Kutipannya adalah sebagai berikut :

“Shri Suta Gosvami berujar: Setelah mendengar Doa dari Raja, Shiva berkata: O raja Bhoraja, engkau mesti pergi ke tempat yang bernama Mahakakshvara (Mekah?), tanah itu dinamakan Vahika dan sekarang sedang terkontaminasi oleh Mleecah (ras barbar, rendah nilai moralitas). Di negara yang kacau balau itu dharma sudah tidak ada lagi. Ada seorang Iblis bernama Tripura (tripurasur). Yang dulu pernah aku hancurkan  menjadi debu. Ia datang kembali atas perintah Daitya Bali. Ia tidak berasal namun menerima berkat dariku. namanya adalah Mahamada (Muhammad?) dan Kelakuannya seperti iblis. Oleh karena itu “O raja, Kamu tidak seharusnya pergi ke tempat Iblis bersemayam. Dengan berkatKu maka pikiranmu akan kembali jernih” Mendengar ini, maka raja kembali ke negerinya dan Mahamada (Muhammad) bersama yang lainnya sampailah dipinggiran sungai Sindhu. Ia (Mahamada) adalah seorang licik ahli  bermuslihat/khayalan, ia kemudian berkata pada raja dengan sangat menariknya: “O raja besar, tuhan-mu telah menjadi pelayan saya. Lihat saja, setelah Ia makan remah2-ku, Saya akan tunjukan padamu. Sang raja menjadi terkejut ketika melihat ini dihadapan mereka. Kemudian dalam kemarahannya Kalisada menegur: “Hai bajingan, kamu telah ciptakan khayalan untuk membingungkan Raja. Saya akan membunuhmu,...Orang yang rendah"

“Kota itu dikenal sebagai tempat mereka naik haji, sebuah tempat yang dulunya Madina atau bebas dari kemabukan. Pada suatu malam, dalam rupa iblis, Sang Ahli Ilusi dan sihir, Mahamada (muhammad) muncul di hadapan raja Bhojaraja dan berkata : “O raja , agamamu sudah tentu merupakan agama terbaik diantara yang ada. Namun Aku tetap akan mendirikan suatu agama yang mengerikan dan berbau Iblis. Pengikutku mempunyai cirri-ciri yaitu pertama2 mereka disunat, tidak punya 'shikkha', namun berjenggot, keji, senang kegaduhan dan memakan segala. Mereka seharusnya makan binatang apapun tanpa mempersembahannya terlebih dahulu. Ini adalah pendapatku. Mereka melakukan ritual penyucian dengan musala seperti engkau menyucikan segala sesuatunya dengan rumput kusha (Kushala). Karena itu, mereka akan dikenal sebagai kaum musalman. Agama yang terkorupsi. Agama dengan sentuhan Iblis itu merupakan ciptaanku. Setelah mendengar semua Sang raja kembali ke istana nya dan itu hantu ( muhammad ) itu kembali ketempatnya.”

Menurut Bhavishya Purana,
Mahamada (kelahiran kembalinya Iblis Tripurasura) = Dharmadushika (Pendusta bagi  kebenaran)
Agama yang didirikan oleh Mahamada = Paisachyadharma (Agama Iblis)
Mleccha mengandung beberapa pengertian :
1.      Seorang barbar, a non arya (seorang yang tidak berbahasa Sanskrit atau tidak sesuai dengan Hindu atau Institusi arya), secara umum berarti orang asing
2.      Orang buangan, paria, terusir dari masyarakat, seorang yang berkelakuan rendah, bodhayana kemudian
3.      Pemakan daging sapi, dan pembicaraannya berlawanan dengan shastras (tata aturan, istiadat dan prilaku utama) dan yang juga tidak mengenal bentuk pelatihan spritual, dinamakan Mlechha.
4.      seorang pendosa, seorang yang keji, biadab atau ras barbar


Bhavisya Purana ini setidaknya memberikan gambaran yang lebih jelas tentang asal – usul Islam serta nasibnya yang menjadi takdir pada akhir Yuga. Ini menjelaskan mengapa Muhammad sangat brutal ingin membantai peradaban Shiva dimanapun dia temui, persis dengan modus operandinya pada penjelmaan sebelumnya. Kabah dipercaya adalah kuil Shiva Khavaliswaram. Kakek maupu paman Muhammad adalah pemuja Shiva yang taat. Di dalam kuil Kabah sebelum dihancurkan oleh balatentara beringas Muhammad adalah tempat pemujaan dari berbagai jenis keyakinan, dengan Shivalingga Shiva sebagai pusat pemujaannya. Shivalingga inilah yang pada kemudian hari hingga sekarang dikenal dengan nama hajar Aswad (diambil dari kata aswetha = tidak putih).

Dan, apalah nasib iblis Tripurasura untuk kedua kalinya selain menemui takdirnya kembali untuk dihancurkan – kali ini sepenuhnya musnah – di tangan Shiva kembali. Bahkan, di Kitab Vishnu Purana disebutkan bahwa Kalki akan berinkarnasi ke dunia ini untuk menghancurkan mleccha dharma, ajaran – ajaran iblis yang menyimpang seperti ajaran Muhammad ini maupun komunisme, kapitalisme dan rasisme. Mengapa ragu? Pada akhirnya, saat yuga bergerak kembali ke jaman Sathya Yuga, hanya Sanathana Dharma yang menjadi kebenaran tunggal, ajaran abadi yang tidak terkontaminasi oleh fanatisme, semangat permusuhan, rasisme, dan anti – rasionalisme.

20 komentar:

  1. yang menghancurkan berhala dikabah/gaba bukan mahamada ( Muhamad ) tetapi IBRAHIM ( BRAHMA).

    BalasHapus
  2. Oya? Bisakah anda (Anonim) menunjukkan bukti - buktinya disertai argumen yang bisa meyakinkan saya? Pleasee... :)

    BalasHapus
  3. hahaha,,,sya hanya dpat tertawa melihat artikel ini,,semua isinya dipenuhi oleh kebohongan :) ...........

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha ha ha...
      saya hanya ketawa melihat anda tertawa.memperlihatkan kedegilan anda!
      purana adalah bagian sastra suci yg bisa di pertanggung jwbkan isina.

      Hapus
  4. Kebenaran yang menyakitkan, bagi beberapa pihak

    BalasHapus
  5. anda menerjemahkan utak atik gathuk sastra suci dengan kedengkian, agama Veda yang tinggi saya pahami tidak mengajarkan kedengkian, apalagi prasangka, jiwa yang suci dalam weda bersih, paham dengan alam semesta manifestasi Hyang WIDHI, tidak mungkin paham kebenaran sastra dengan dengki, daan praduga tapi dengan hati suci, maka terbuka lah sastra purana, yang sungguh mulya

    BalasHapus
  6. Jika landasan saya menulis ini karena guthak gathik gathuk, saya kembalikan kepada Anda kaum yang berani mengguthak gathuk Teja Mahalayam sebagai Taj Mahal, dan istana peninggalan Sri Ramadewa yang diubah menjadi masjid Babri. Perbaikilah kaca mata anda terhadap sejarah sebelum berkomentar lebih jauh.

    BalasHapus
  7. subhanallah.. banyak sekali yahh yang menjadi musuh islam.. padahal agama kami (ISLAM) sama sekali tidak pernah mengajarkan untuk mengkait2kan sejarah kami dengan agama lain..
    IBRAHIM a.s adalah pendiri ka'bah, bagaimana ceritanya kok tiba-tiba malah menghancurkanya.. apa lagi malah anda sebut BRAHMA, yang sejatinya telah menganut bahkan menjadi nabi bagi umat muslim (selama riwayat hidupnya).. dan muhammad adalah nabi terakhir kami, yang menjaga ka'bah dan mengajarkan islam sempurna bagi umatnya..

    BalasHapus
  8. Hanya mahluk bodoh dan goblok yg bisa menulis artikel sampah spt ini.

    BalasHapus
  9. hidup adalah proses belajar . Smuanya. Ada yg menentukannya sndiri . Pada ngapain banyak combe2 yang gag benar , klo ajaran yang kalian anut benar maka diamlah , Dan jangan ajak orang lain untuk ikut seperti kemauanmu. Ini pikiran logika .

    BalasHapus
  10. Jadi islam yg dianut 1 milyar manusia itu ilusi.

    BalasHapus
  11. Tuhan tidak pernah mati tidak minum tidak makan tidak beranak dan tidak diperanakkan , tuhan tidak punya nafsu , tuhan tidak diam dan selalu mengawasi . Logika manusia terhebat tak akan mampu memikirkan zat" tuhan . Menyembah berhala yg tidak bisa berbuat apa" bukankah hanya lelucon ?? Kitab" purana yg kalian anggap suci pun tidak akan berdampak apa" meskipun saya kencingi :D , berhala" yg kalian anggap dewa/tuhan yang hebat dihancurkan pun nabi ibrahim juga tidak merasa panas ketika dibakar raja namrud . Kebesaran apa yg Akan ditunjukkan tuhanmu jika aku hancurkan patung" yg kau anggp itu tuhan ? ? ? dasar orang goblok , kemana ajah loe ? Knp tri sula pakaiannya tidak menutup aurot ? tidak mengenalkah aurot agama kkalian ? Artikel mu itu hanya sebuah karangan yg konyyolll .

    BalasHapus
  12. yg bikin teror bom,mengatas namakan agama apa bro?seluruh dunia juga tau...ada FPI muslim barbar,ISI&banyaakk laggi kegilaan yg islam lakukan di bumi ini

    BalasHapus
  13. Jangan banyak bacot pikir aje sendiri
    Waak waauw bapaaaa manaaaa bapaaaaa

    BalasHapus
  14. Siapa yg berani menganggap islam agama teroris terkutuklah engkau kun fayakun hancur lebur kota paris
    Makan bubur sambil nangis

    BalasHapus
  15. ASTAGHFIRULLAHAL 'ADZIM....ARTIKEL BAHAYA

    BalasHapus
  16. menarik baca artikelnya, yang ngarang hebat banget. yaa walaupun isinya nothing gw beri nilai dech -27 derajat. gak usah di hujat bro karangannya, udh jelas kok isinya curhat

    BalasHapus
  17. artikel kayak gini harusnya dilaporin ke polisi...krn sama dgn adu domba

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...