Senin, 19 Maret 2012

Ras Kulit Biru, Antara Ada dan Tiada

Legenda Manusia Berkulit Biru yang benar tercatat
dalam sejarah Kentucky, Amerika merupakan hal yang
menarik. Apalagi kalau dikaitkan dengan berbagai
kepercayaan mengenai “manusia biru” dari berbagai
belahan dunia.

Peristiwa ini terjadi 6 generasi silam, saat itu seorang
yatim piatu asal Perancis bernama Martin Fugate
mendapat tanah hibah di tahun 1820 dan pindah ke
kawasan Timur Kentucky, yang dikenal dengan nama
Troublesome Creek.

Martin menikahi wanita asal Amerika, Elizabeth
Smith, yang berambut merah dan berkulit sangat
putih, seputih salju. Keluarga Fugate memiliki 7 anak,
dan 4 diantaranya berkulit biru. Keluarga ini
bertambah jumlahnya, karena sesama anggota
keluarga Fugate menikahi satu sama lain. Pernikahan
antar sepupu kerap terjadi, keluarga Fugate juga
menikah dengan keluarga-keluarga tetangga mereka.
Komunitas ini hidup terpencil di daerah yang belum
memiliki infrastruktur.

Anak-anak Martin yang berkulit biru akhirnya menikah
dengan saudara dari Ibu mereka. Zachariah, seorang
anak berkulit biru, menikah dengan saudara kandung
sang Ibu, dan menghasilkan kombinasi gen yang 100
tahun kemudian menjadi penyebab kelahiran Benjy
Stacy dengan warna kulit biru-keunguan! Saat dokter
keluarga terheran-heran melihat kondisi Benjy,
mereka dijelaskan mengenai kisah nenek buyut Benjy,
yaitu Luna Fugate. Keluarga mengatakan, Luna adalah
perempuan yang “sangat biru”, “perempuan terbiru
yang pernah ada”. Ayah Luna adalah Levy Fugate,
anak dari Zachariah. Levy menikah dengan gadis dari
keluarga Ritchie dan membeli 200 are tanah di Ball
Creek. Pasangan ini memiliki 8 anak, termasuk Luna.
Seorang pemuda bernama John Stacy bertemu Luna
saat ibadah mingguan di sebuah gereja Baptis
setempat. Stacy kemudian menikahi Luna dan
mereka pindah ke Ball Creek. Stacy masih mengingat
sosok ayah mertuanya, Levy Fugate yang memiliki
warna kulit biru. Semua laki-laki dari keluarga Luna
berkulit biru. Dan mereka dijuluki “The Blue Fugates”.
Carrie Lee Kilburn, seorang perawat di rumahsakit
Homeplace Center mengenang Luna dan keluarganya
sebagai orang-orang berkulit biru. “Luna berkulit biru.
Warna bibirnya biru tua, bagaikan luka memar.

Perempuan terbiru yang pernah kulihat”. Luna Stacy
memiliki kondisi kesehatan yang prima, melahirkan
13 anak dan meninggal di usia lanjut, 84 tahun.
Luna dikenal sebagai sosok yang enerjik dan jarang
sekali pergi ke klinik untuk berobat. Benjy Stacy lahir
di sebuah rumah sakit modern dekat Hazard,
Kentucky, tak jauh dari Troublesome Creek. Benjy
mewarisi warna rambut merah milik sang ibu. Tapi,
warna kulit kakek buyutnya juga menurun padanya!
Kulit Benjy biru tua. Para dokter terkejut, namun
orangtua Benjy tidak.

Para dokter mengirim Benjy untuk dites di Fakultas
Kedokteran Universitas Kentucky. Setelah 2 hari
diperiksa, tidak ditemukan penyebab untuk warna
kulitnya yang biru. Setelah sejarah kulit biru di
keluarga Benjy diketahui, para dokter menyimpulkan
bahwa kondisi ini menurun. Namun, gen biru dalam
tubuh Benjy tidak sekuat kakek buyutnya. Dalam
beberapa minggu, warna biru pada kulit Benjy mulai
memudar dan menjadi normal.

Namun, dalam keadaan marah atau kedinginan,
warna kuku dan bibir Benjy menjadi ungu.

Pada tahun 1960, Madison Cawein, seorang dokter
spesialis darah yang meneliti manusia berkulit biru di
Alaska menyimpulkan bahwa manusia biru di
Kentucky dan Alaska sama-sama memiliki kelebihan
molekul biru dalam darah mereka, yang menekan
jumlah hemoglobin yang biasanya membuat kulit
menjadi berwarna kemerahan. Cawein menggunakan
enzim methylene biru untuk menetralisir warna biru
yang ada di kulit manusia biru. Usahanya berhasil.
Enzim ini membantu tubuh menormalkan kembali
kadar methemoglobin.

Terlepas dari penjelasan medis mengenai manusia
biru di Kentucky, mungkinkah mereka merupakan
keturunan dari peradaban kuno manusia berkulit biru
(dipercaya sudah punah ribuan tahun lalu) yang
masih memiliki sisa gen tersebut dalam darah
mereka? Lalu, gimana dengan keberadaan Manusia
Biru di tempat-tempat lain atau keberadaan warna
kulit biru dalam kepercayaan lain? Di India : Dewa
Khrisna Nama “Khrisna” berarti “gelap atau hitam”.

Dalam kitab Veda, Khrisna digambarkan sebagai
“Pemuda tampan yang memiliki kulit bersinar,
berwarna seperti langit yang mendung (biru tua)”.
Dalam Chandayoga Upanishad, Khrisna, putra dari
Devaki digambarkan sebagai pribadi yang bijak dan
sangat terpelajar. Sedangkan Dewa Vishnu
digambarkan berkulit biru dan memiliki 2 pasang
tangan. Mitologi Hindu juga meyakini keberadaan
manusia berkulit biru yang sulit diterima oleh pikiran
modern kita.

Di Mesir: Amon, Isis
Dewa Mesir, Amon sering dilukiskan memiliki warna
kulit biru. Begitu juga dengan Dewi Isis. Sedangkan
Dewa Osiris digambarkan berkulit hijau dan dijuluki
“Hijau Yang Agung”.

Dalam filosofi Mesir, biru merupakan warna
kehidupan. Langit dan lautan memiliki warna biru
yang merupakan lambang dari kelangsungan
kehidupan.

Bangsa Urantia Tulisan-tulisan bangsa kuno Urantia
bahkan meyakini adanya ras dari berbagai warna :
merah, orange, hijau, biru dll.

Benua Lemuria (Mu) Dalam catatan kuno, dikatakan
bahwa Bangsa Atlantis mendapatkan berbagai
pengetahuan dari masyarakat Benua Lemuria (Mu)
yang tenggelam. Pengamat antropologi Mark S Miller,
yang mempelajari peradaban kuno selama 30 tahun
menemukan tulisan tentang peradaban pertama
manusia yang diawali dengan “manusia biru”.

Di antara empat ras yang selama ini dikenal manusia
(kulit hitam, putih, kuning dan merah) juga terdapat
ras kelima yaitu kulit biru, yang hidup di antara benua
Asia dan Eropa. Menurut peta kuno, lokasi ini adalah
Lemuria(Mu). Ras berkulit biru ini disebut sebagai
“Blue Moovians”. Mereka digambarkan sebagai orang-
orang yang berpostur tinggi, langsing dan memiliki
kekuatan pikiran yang hebat.

Bangsa ini diyakini berasal dari planet lain dan
mampu berteleportasi ke planet tersebut kapanpun
mereka inginkan. Di Norwegia Sebuah pulau kecil
bernama Formork Oy yang penghuninya kebanyakan
nelayan, memiliki catatan legenda mengenai manusia
biru.

Para nelayan berpapasan dengan kapal aneh
berwarna gelap, yang ditumpangi orang-orang
bertubuh tinggi, dengan pakaian yang bersinar, dan
warna kulit kebiruan. Oleh para nelayan, orang-orang
biru ini dijuluki sebagai Delvar Nar. Ahli kelautan
Jacques Costeau mengaku pernah bertemu dengan
orang-orang biru ini, dalam salah satu rangkaian
ekspedisinya. Di Jepang Dikenal legenda bangsa “Ainu”
yang konon memiliki kulit berwarna biru. Di Suku
Indian Dalam Legenda Indian Cherokee, sebelum
mereka mendiami wilayah mereka, daerah tersebut
pernah dihuni manusia berkulit biru. Bangsa Cherokee
menjuluki mereka sebagai “manusia bulan”.

Sebuah ekspedisi di Arkansas beranggotakan satu tim
yang menggali sebuah gua hingga kedalaman 1 mil.
Ekspedisi langsung dihentikan setelah anggota tim
melihat sebuah kota di dalam gua yang dihuni
manusia berkulit biru. Dengan takut mereka
memutuskan pergi dari tempat tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...