Tampilkan postingan dengan label cerdas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerdas. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2011

MIND MAP: MEDIA PARA JENIUS


Jika Anda pikir catatan Anda yang linear dan minim gambar serta warna telah cukup membantu Anda dalam mengingat apapun yang Anda pelajari, pikirkanlah kembali! Berbagai riset kaliber internasional telah membuktikan bahwa sebagian besar manusia paling maksimal hanya mendayagunakan 10% dari kemampuan otak yang dimilikinya.
Sebagai gambaran awal, perhatikan bahwa otak manusia terbagi menjadi dua bagian. Kedua belahan otak ini memiliki tugas dan cara kerja yang berbeda. Otak kiri bekerja untuk hal-hal yang terkait dengan kata, angka dan daftar, sedangkan otak kanan berkerja untuk hal-hal yang terkait dengan kesadaran, imajinasi, warna, sisi estetika dan keindahan. Kesimpulan awalnya: catatan Anda yang linear itu hanya menitikberatkan kepada otak Anda yang kiri.
Umumnya manusia hanya memfungsikan salah satu bagian otaknya saja, ada yang dominan otak kirinya, ada pula yang dominan otak kanannya. Para jenius dunia seperti Einstein, Thomas Alva Edison, Leonardo Da Vinci dan Beethoven mampu mengkombinasikan fungsi kedua otaknya itu sehingga kedahsyatan otaknya mampu mengundang decak kagum orang – orang, bahkan hingga saat ini.


Sejarah Singkat MindMap

Adalah Tony Buzan, seorang pakar psikologi dari Inggris yang melakukan studi secara intensif terhadap para jenius seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo, Shakespeare, Beethoven, Albert Einstein, Charles Darwin dan masih banyak lagi untuk mengetahui faktor apa yang dimiliki oleh para jenius ini sehingga mereka mampu mencapai puncak pencapaian di bidangnya masing – masing. Einstein, misalnya, berhasil memformulasikan teori relativitasnya konon setelah dia membayangkan dirinya mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya. Di sini terlihat kombinasi dari penggunaan otak kiri (analisa eksak) dan otak kanan (imajinasi). Tak salah jika kemudian Einstein menyatakan bahwa imajinasi lebih berharga daripada ilmu pasti. Kemudian, mungkin sampai saat ini belum ada yang mampu mengimbangi kejeniusan Leonardo Da Vinci dalam pencapaiannya di bidang seni (sebutlah mahakaryanya seperti lukisan “Monalisa” dan “The Last Supper”, teknik (dialah yang pertama kali membuat prototip helikopter, jauh sebelum akhirnya beberapa abad kemudian helikopter berhasil diciptakan) maupun bidang – bidang lainnya yang membuktikan bahwa Da Vinci adalah jenius yang memiliki produktivitas yang sangat tinggi.
Buzan menyimpulkan bahwa faktor penting yang luput dari perhatian orang – orang terhadap cara kerja para jenius ini adalah bagaimana mereka mengorganisasikan ide mereka, membuat apa yang berada di dalam benak mereka bisa diproyeksikan ke dalam catatan yang akurat, serta memastikan bahwa apa yang dtuliskan itu telah mendapatkan “sentuhan” dari otak kiri maupun kanan. Singkatnya, mereka berhasil memetakan pikiran mereka (mindmapping).

Dari sinilah kemudian Buzan memperkenalkan konsep Mind Mapping atau Peta Pikiran. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.
Lebih lanjut Buzan memaparkan bahwa kunci dari optimalisasi otak manusia adalah imajinasi dan asosiasi. Imajinasi adalah bagaimana agar sesuatu yang kita ingat menjadi lebih menarik sementara asosiasi adalah menghubung-hubungkan apa kita ketahui. Dengan Mind Mapping kita dapat menggabungkan imajinasi dan asosiasi dalam hal mengingat sesuatu lewat bantuan warna dan gambar.
Mind Mapping diklaim sebagai cara yang paling mudah untuk memasukkan informasi ke dalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak. Mind Mapping diyakini merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak.

Teknik MindMapping

Untuk menghasilkan mind mapping yang “memiliki daya – ledak tinggi” maka ikutilah langkah –langkah berikut ini:
•Mulailah dengan tema utama ada di tengah, buat dari kata kunci dan beri gambar dan warna yang dapat memperkuat koneksi.
•Kemudian buatlah cabang-cabang utama untuk setiap sub tema, dengan menggunakan kata kunci serta gambar dan warna yang dapat memperkuat koneksi.
•Gunakan single words untuk setiap kata kunci dari sebuah konsep
Jika memungkinkan buat hubungan imajinatif dari keseluruhan mind-map
•Setiap cabang yang dibuat haruslah saling berhubungan, hal ini digunakan untuk memastikan bahwa mind-map yang dibuat memiliki struktur dasar sesuai konsep
•Gunakanlah kreativitas, biarkan pikiran kita sebebasnya
MindMap di atas menggambarkan tentang Kebahagiaan. Cabangnya adalah keluarga, alam, kedamaian, keindahan, cinta, memberikan hadiah, kesederhanaan, imajinasi, kicau burung, pengembangan diri, Buddhisme, menjadi hidup, mobil yang dapat diandalkan, tawa, bersenang – senang, keperdulian, makanan yang baik, dan kegembiraan. Masing – masing dari cabang ini lalu berkembang menjadi ranting – ranting, dan rantingnya membuat anak ranting lagi yang menunjukkan adanya ledakan pengembangan ide – ide. Mirip dengan reaksi atom, bukan? Perhatikan pula bagaimana gambar – gambar dibuat untuk memperkuat asosiasi dan memancing otak untuk makin berimajinasi. Jika diperhatikan lagi, mungkin diperlukan berpuluh – puluh halaman catatan konvensional hanya untuk menjelaskan selembar MindMap di atas; Artinya, MindMap unggul dari segi efektivitas dan efisiensi. Mengapa Anda tidak mencoba MindMap ini? Siapa tahu suatu saat Anda menjadi The Next Genius in the World History? Who knows?

Kamis, 13 Januari 2011

7 Cara menjadi Jenius


Leonardo da Vinci adalah orang yang serba bisa: ilmuwan berprestasi, matematikawan, insinyur, penemu, ahli anatomi, pelukis, pemahat, arsitek, ahli botani, musisi, dan penulis. Jika Anda ingin menjadi seorang Renaissance Man (atau Renaissance woman), Anda dapat belajar banyak dari bagaimana Leonardo da Vinci hidup dan berpikir. Berdasarkan mempelajari kehidupan dan karya karyanya setiap orang bisa menandingi da Vinci dengan menjalankan langkah-langkah berikut.

1. Curiosità.

Curiosità adalah " rasa penasaran yang tak pernah puas pada kehidupan dan keinginan untuk terus-menerus belajar". Pemikir yang hebat memiliki satu karakteristik yang sama: mereka terus menerus bertanya sepanjang hidup mereka. Pencarian Leonardo yang tak pernah berhenti pada kebenaran dan keindahan dengan jelas menunjukkan hal ini. Yang membedakan para pemikir besar adalah kualitas pertanyaan-pertanyaan mereka. Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk memecahkan masalah dengan meningkatkan kemampuan Anda untuk mengajukan pertanyaan yang baik. Seperti da Vinci, Anda harus mengembangkan pikiran yang terbuka yang memungkinkan anda memperluas alam semesta dan meningkatkan kemampuan Anda untuk menjelajahinya. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Curiosità:

* Buatlah jurnal. Bawalah sebuah jurnal mana pun Anda pergi dan sering-seringlah menggunakannya. Tulis ide-ide dan pikiran Anda di sana. Cobalah untuk menulis beberapa pernyataan per hari yang dimulai dengan "Aku bertanya-tanya mengapa / bagaimana ..."
* Observasi berdasarkan tema. Pilih sebuah tema dan amati hal-hal yang berkaitan dengan tema untuk satu hari. Sebagai contoh, katakanlah Anda memilih "komunikasi". Sepanjang hari, amati setiap jenis dan contoh dari komunikasi yang Anda jumpai. Anda kemudian dapat merekam pengamatan Anda dalam jurnal Anda.
* Latihan kesadaran. Pilih pertanyaan dan tulis pikiran dan asosiasi yang terjadi pada Anda sebagai mana adanya. Jangan edit mereka. Yang penting adalah terus menulis. Ini juga disebut sebagai freewriting.

2. Dimostrazione

Dimostrazione adalah "komitmen untuk menguji pengetahuan melalui pengalaman, ketekunan, dan kesediaan untuk belajar dari kesalahan". Kebijaksanaan datang dari pengalaman dan prinsip Dimostrazione membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari pengalaman Anda. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Dimostrazione:

* Periksa keyakinan Anda. Apakah Anda memegang keyakinan yang belum diverifikasi melalui pengalaman? (menurut saya, kecuali keyakinan beragama)
* Tiga sudut pandang. Pertama, membuat argumen yang kuat terhadap keyakinan Anda. Selanjutnya, ambil pandangan jauh terhadap keyakinan Anda (misalnya, seolah-olah Anda hidup dalam budaya yang berbeda) dan buatlah tinjauan. Akhirnya, temukan teman yang dapat memberikan perspektif yang berbeda.
* Menganalisis iklan yang mempengaruhi Anda. Lihatlah iklan di majalah favorit Anda dan analisalah strategi dan taktik yang digunakan oleh pembuat iklan. Cari iklan yang paling mempengaruhi Anda dan cari tahu mengapa.
* Cari "anti-role model" untuk belajar darinya. Daftarlah kesalahan-kesalahan dari orang-orang yang ingin Anda hindari. Belajar dari kesalahan – kesalahan itu sehingga Anda tidak akan menghadapi kesulitan yang sama.

3. Sensazione

Sensazione adalah "perbaikan terus-menerus terhadap indera, terutama penglihatan, sebagai sarana untuk menghidupkan pengalaman". Menurut da Vinci, kita dapat mempraktekkan Dimostrazione dengan baik melalui indera kita, terutama penglihatan. Itu sebabnya salah satu motto Leonardo adalah saper vedere (mengetahui cara melihat) yang darinya ia mencipta karyanya dalam seni dan sains. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Sensazione:

* Tulis deskripsi yang detail mengenai suatu pengalaman. Misalnya, menggambarkan pengalaman Anda menonton matahari terbit di jurnal Anda.
* Pelajari cara untuk menggambarkan bau.
* Belajarlah untuk menggambar.
* Dengarkan suara yang berbeda di sekitar Anda. Belajarlah untuk mendengarkan intensitas suara yang berbeda. Dari yang paling lembut (misalnya pernapasan Anda) ke yang paling keras (misalnya lalu lintas).
* Hiduplah di saat itu. Praktekkan kesadaran (totalitas dalam melakukannya).


4. Sfumato

Sfumato adalah "kesediaan untuk merangkul ambiguitas, paradoks, dan ketidakpastian". Karakteristik terpenting dari kejeniusan da Vinci adalah kemampuannya untuk menangani rasa misteri. Berikut adalah dua cara untuk menerapkan Sfumato:

* Bertemanlah dengan ambiguitas. Temukan beberapa situasi di masa lalu di mana Anda menghadapi ambiguitas (misalnya menunggu untuk mendengar apakah lamaran Anda untuk pekerjaan yang Anda inginkan berhasil). Jelaskan bagaimana rasa anda.
* Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan mengenai apa hubungan dari dua hal yang berlawanan. Sebagai contoh, tanyakan pada diri Anda apa kaitan antara saat-saat paling bahagia dan paling menyedihkan yang anda alami.
* Praktikkan metode Sokrates. Tujuan dari metode Sokrates adalah untuk mengkaji kemungkinan, yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan, bukan dengan memberikan jawaban. Sokrates dikenal (dan dikritik) untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ia tidak memiliki jawabannya. Kunci untuk menggunakan metode Sokrates adalah dengan berlaku rendah hati. Jangan berasumsi bahwa Anda atau siapupun tahu secara pasti mengenai apa pun. Pertanyakan setiap anggapan.

5. Scienza

scienza adalah "pengembangan keseimbangan antara sains dan seni, logika dan imajinasi". Hal ini bisa dikatakan sebagai berpikir dengan "seluruh otak". Pemetaan pikiran adalah metode yang kuat yang dapat membantu Anda menggabungkan logika dan imajinasi dalam pekerjaan dan kehidupan Anda. Hasil akhir pemetaan harus terkait-seperti struktur kata-kata dan ide-ide yang entah bagaimana terkait dalam benak penulis.

6. Corporalità.

Corporalità adalah "pemeliharaan anugerah, keterampilan tangan, kebugaran, dan ketenangan". Leonardo memiliki kemampuan fisik yang luar biasa dilengkapi kegeniusannya dalam sains dan seni. Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan Corporalità:

* Mengembangkan program untuk kebugaran fisik. Program Anda harus mencakup tiga hal: fleksibilitas latihan, latihan kekuatan, dan pengkondisian aerobik.
* Mengembangkan kesadaran tubuh. Belajarlah anatomi. Lakukan apa pun yang memperkuat hubungan antara tubuh dan pikiran.
* Membina keterampilan tangan. Leonardo bisa bekerja dengan kedua tangan kanan dan tangan kiri dengan sama baiknya. Anda dapat memupuk keterampilan kedua tangan ini dengan menggunakan tangan yang tidak dominan untuk tugas-tugas sederhana. Kemudian Anda dapat menggunakan tangan nondominan Anda untuk menulis.

7. Connessione

Connessione adalah “pengakuan dan penghargaan pada keterkaitan dari fenomena dan segala sesuatu”. Hal ini bisa dikatakan sebagai sistem berpikir. Sumber dari kreatifitas Leonardo adalah kemampuannya untuk membuat pola baru melalui kaitan dan kombinasi dari elemen – elemen yang berbeda. Berikut cara – cara untuk menerapkan Connessione:
• Cari cara untuk mengaitkan sesuatu yang kelihatannya tak berkaitan. Contohnya, anda bisa mencoba untuk mengaitkan antara seekor beruang dan Internet. Atau antara geologi dengan Mona Lisa.
• Bayangkanlah dialog. Bayangkanlah anda berdialog dengan seorang model untuk mendapatkan perspektif dan pandangan baru. Atau anda bisa membayangkan bagaimana model akan mendiskusikan permasalahan anda.
• Berpikirlah mengenai bagaimana kejadian segala sesuatu. Ambillah sebuah benda dan berpikirlah tentang elemen – elemen apa yang terlibat dalam penciptaannya dan bagaimana caranya.

artikel ini diterjemahkan dari: http://www.wikihow.com

Selasa, 11 Januari 2011

Fakta tentang Kesuksesan Tokoh-tokoh Dunia



1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA ANDA !

#Nelson Mandela, jadi presiden usia 76 tahun
#Steve Jobbs, jutawan usia 21 tahun
#Kolonel Sanders (KFC), mulai bisnis umur 65 tahun
#Winston Churchill, banyak gagal dan hambatan, baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
#Bill Gates, terkaya di dunia usia 41 tahun

2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA,WARNA KULIT DAN KETURUNAN.

#Obama : Presiden Amerika Serikat saat ini
#Jenderal Colin Powell, Martin Luther King : kulit hitam
#Confusius: anak yatim di Cina
#Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.

3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN (CACAT) FISIK.

#Hellen Keller: tuna netra, tuna rungu, penulis dan pendidik terkenal dunia.
#Shakespeare: cacat kaki, penulis novel.
#F.D. Roosevelt: terkena polio, presiden 32 AS.
#Beethoven: tuna rungu, komposer musik.
#Napoleon Bonaparte : sangat pendek, wajah tidak menarik, pemimpin pasukan penakluk Eropa.
#Anthony Robbins: Lulusan SMA, kegemukan, merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, menjadi langsing, motivator terkenal dunia.

4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN


#Thomas Alfa Edison : pendidikan SD, 2000 paten / penemuan.
#Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, orang terkaya di Hongkong.
#Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah
#The Wright Brother : orang biasa dan tidak berpendidikan tinggi, menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
#Bill Gates, orang terkaya didunia memulai bisnis setelah lulus SMA.
#Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.

5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA

#Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
#Walt Disney : usia 20 tahun pemuda miskin dan tidak terkenal, usia 30 tahun jadi usahawan terkenal.
#Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin
#Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, jadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
#Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang.



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...