Totally Inspires
Pages
Followers
Halaman Populer
-
Tersenyum manis kesetiap orang akan membuat kita tampak ramah di mata orang selain di nilai ramah ternyata tersenyum juga membawa manfat b...
-
Om ityagre vyavaharet| nama iti pascat| narayanayetyuparistat| om ityekaksaram| nama iti dvi aksare| narayanayeti pancaksarani| etad vai ...
-
Artikel di bawah ini berasal dari sumber-sumber Hindu, saya hanya menerjemahkan, silakan Anda sendiri yang mengambil kesimpulan. According...
-
Sebenarnya, dan sesungguh – sungguhnya, Purana Hindu adalah sejarah dan bukan sekedar mitos dan legenda hampa seperti yang banyak di...
-
Kata chiranjiva adalah kata Sansekerta yang berarti makhluk yang hidup dalam waktu yang SANGAT lama. Kata ini sering disalahartikan dengan...
-
Gunung Kailasha adalah tempat yathra tertua di dunia. Di Himalaya pada era India purba, letaknya berdekatan dengan sumber mata air Sungai su...
-
SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH Oleh : Damar Sasangka --------------------...
-
Ternyata sudah banyak peradaban modern sebelum masa kita sekarang. Masa sebelum 4000 SM yang dianggap sebagai masa pra sejarah dengan perada...
-
Usia Bulan Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi...
-
Salah satu objek wisata yang sangat menarik di Sulawesi tengah adalah megalith yang terdapat di lembah Napu, Bada dan Besoa. Di daerah yang...
Diberdayakan oleh Blogger.
Ads 468x60px
Featured Posts
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 April 2012
The Gita of Management
”Bhagavad Gita adalah kitab suci bagi seluruh umat manusia. Bahkan bukan sekedar kitab, ia adalah sesuatu yang hidup, dengan pesan baru bagi setiap zaman, dan arti baru bagi setiap peradaban,” tulis Sri Aurobindo, seorang Filsuf dan juga Rohaniawan berkebangsaan India.
Dalam falsafah Jawa ada paribasan: “Rame ing gawe, sepi ing pamrih” (giat dalam berkarya tanpa pamrih). Nilai kearifan lokal (local wisdom)ini selaras dengan pesan universal yang termaktub dalam The Gita of Management.
Menurut Anand Krishna, penulis buku ini,keselarasan tersebut bukanlah suatu kebetulan,karena budaya India dan Indonesia terlahir dari satu rahim yang sama, yaitu peradaban di sekitar Ibu (baca: Sungai) Sindhu yang membentang dari
Gandahar (sekarang Pakistan) sampai Astraley (kini Australia).
Keselarasan tersebut telah berlangsung lama,misalnya, Perdana Menteri India, Pandit
Jawaharlal Nehru tercatat sebagai tamu kenegaraan pertama yang berkunjung ke
Indonesia Merdeka 62 tahun silam. Sejarawan Arab menyebut peradaban Shindu dengan istilah Hindu. Orang Barat menamainya Indies, Hindia, atau Indo.
Hindu sejatinya bukan mengacu pada nama agama tertentu melainkan khasanah kearifan
lokal Nusantara tercinta. Begitulah paparan pembuka dari penulis buku produktif keturunan India yang lahir di Surakarta ini. Buku ini secara struktural terdiri dari tiga bagian. Dua bagian awal mengulas paradigma berfikir yang mepengaruhi tata kehidupan umat manusia dewasa ini. Yakni ajaran Sun Tzu dalam The Art of War serta petuah Shri Krishna kepada Arjuna dalam Bhagavad Gita.
Filsafat dasar ala Sun Tzu mengedepankan tipu muslihat guna mengalahkan musuh. Sun Tzu lahir di negara bagian Qi di daratan Cina pada tahun 481 masehi. Semasa kecil, ia suka menonton arak-arakan pasukan kerajaan yang dipimpin seorang jenderal berbusana militer lengkap dan mewah.
Sun Wu (nama kecilnya) berkata, “Ah kalau sudah besar nanti aku mau jadi jenderal!”. Begitu menginjak usia remaja, obsesi itu kian kuat, hingga terciptalah magnus opus seputar perang: The Art of War.
Saat ini Bhagavad Gita mulai menggeser posisi The Art Of War, termasuk dalam ilmu managemen. Misalnya sehubungan dengan insentif finansial, bagi Sun Tzu, rakus itu baik namun menurut Shri Krishna, rakus itu buruk. Hal tersebut diperlihatkan dalam pesan Maha Guru Ksatria Arjuna di padang Kurusetra, “Jangan pernah melakukan sesuatu hanya karena imbalan!” Ajaran luhur Shri Krishna tersebut terbukti
mampu melampaui dualitas baik-buruk. Beliau mengajak manusia mempraksiskan bhakti atau berkarya tanpa pamrih dalam keseharian ziarah hidup. Artinya, berupaya sekuat tenaga sekaligus rileks tanpa terlalu memusingkan hasil akhir. We reap what we sow (kita menuai apa yang kita tanam). Atau dalam fisika modern mekanisme ini
disebut dengan hukum aksi-reaksi.
Pada bagian penutup Anand Krishna melukiskan corak karakter seorang pemimpin sejati versi Bhagavad Gita kontemporer. Istilahnya ialah Trisila Kepemimpinan.
Sane Leadership (Kepemimpinan yang waras sekaligus kewarasan seorang pemimpin),
kepemimpinan yang efektif dan efisien, serta punya semangat persahabatan dengan klien, rekan sejawat, atasan, bawahan, pemerintah, lingkungan dan alam semesta. Bahkan seorang pesaing pun tidak perlu dimusuhi sebab ia bisa menjadi pemicu kreatifitas dan produktifitas. Nilai-nilai keutamaan dalam The Gita (lagu) of
Management tak hanya relevan diterapkan dalam lokus bisnis, melainkan juga dalam hidup sehari- hari. Buku ini ialah panduan untuk meniti ke dalam diri dan menjadi pemimpin sejati. Setidaknya menjadi pemimpin atas diri sendiri. Sehingga eksistensi kita bisa berguna bagi sesama sesuai peran kita di lingkar pengaruh masing- masing.
Seperti yang dikatakan oleh Swami Vivekananda, Pujangga besar India yang banyak mengilhami para founding fathers Republik Indonesia, “Cara untuk menggapai kesempurnaan hidup adalah dengan berkarya tanpa pamrih! ” (hal 156). Nilai
kutamaan itu pulalah yang dijelaskan oleh Shri Krishna.
____________________________________
Peresensi : T. Nugroho Angkasa S.Pd, Guru SMP Fransiskus Bandar Lampung
Judul Buku : The Gita of Management, Panduan Bagi Eksekutif Muda Berwawasan Modern
Penulis : Anand Krishna
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbitan : I, April 2007
Tebal : ix + 322 halaman
(www.goodreads.com/user/new?remember=true)
Selasa, 03 April 2012
Proof of Vedic's Culture in Global Existence (by Stephen Knapp)
This book provides evidence which makes
it clear that most religious history is not
what we think it is. It lets you see the true
heritage that has been suppressed for
centuries. It shows that there was once a
greatly advanced and ancient culture that
was a global society. This was the Vedic
civilization. Even today we can see its
influence in any part of the world, which
makes it obvious that before the world
became full of distinct and separate
cultures, religions, and countries, it was
once united in a common brotherhood of
Vedic culture, with common standards,
ideals, language, and representations of
God.
No matter what we may be in regard to
our present religion, society, or country, we
are all descendants of that ancient, global
civilization. The Vedic tradition of India is
the parent of humanity and the original
ancestor of all religions. Through this book
you will see:
* How Vedic knowledge was given to humanity
by the Supreme.
* The history and traditional source of the Vedas
and Vedic Aryan society.
* Who were the original Vedic Aryans. How Vedic
society was a global influence and what shattered
this once world-wide society.
* Many scientific discoveries over the past
several centuries are only rediscoveries of what
was already known in the Vedic literature.
* How the origins of world language and
literature are found in India and Sanskrit. How
Sanskrit faded from being a global language.
* The Vedic influence and proof of its ancient
existence found in such countries as Britain,
France, Russia, Greece, China, Japan, Egypt, and in
areas of Scandinavia, the Middle East, Africa, and
the Americas.
* The links between the Vedic and other ancient
cultures, such as the Sumerians, Persians,
Egyptians, Romans, Greeks, etc.
* How Judaism, Christianity, Islam, and
Buddhism were all influenced by the Vedic
tradition and still contain many Vedic elements
within them.
* How many of the western holy sites, churches,
and mosques were once the sites of Vedic holy
places and sacred shrines.
* Uncovering the truth of India's history:
Powerful evidence that shows how many mosques
and Muslim buildings were once opulent Vedic
temples.
* The need to recognize the real history of the
world, and to protect what is left of Vedic culture,
the roots of humanity.
This book is offered as an attempt to allow
humanity to see more clearly its universal origins.
However, this book provides enough amazing if
not startling facts and evidence about the truth of
world history and the ancient, global Vedic culture,
that it could quite possibly cause a major shift in
the way we view religious history and the basis of
world traditions. The book is 353 pages, and 6" x
9" trim size, with Glossary, References, and Index.
"The missing link in our understanding of
civilization is the Vedic Aryan culture which thrived
on the Indian subcontinent in antiquity and which
influenced subsequent civilizations in Sumeria,
China, Egypt and the Middle East, Europe and
Britain, Southeast Asia and as far away as the
Americas. Stephen Knapp, in Proof of Vedic
Culture's Global Existence , delves into the
history and traditional sources of the Vedas--that
ancient body of sacred literature which many
regard as the fount of the world's spiritual and
cultural heritage." Nexus Magazine, Nov-Dec, 2000.
Proof of Vedic Culture's Global Existence Table
of Contents
PREFACE * This book is Great Food for thought at
the Very Least * About the Name "Hindu."
INTRODUCTION: WHAT IS THE VEDIC/ARYAN CULTURE
CHAPTER ONE: VEDIC CULTURE SINCE THE TIME
OF CREATION * The Divinity of Sanskrit
CHAPTER TWO: THE HISTORY AND TRADITIONAL
SOURCE OF THE VEDAS * The Compiling of the
Vedic literature
CHAPTER THREE: REDISCOVERING THE
ADVANCEMENTS OF VEDIC SCIENCE * More
ancient glories of Vedic Culture * The Vedic Ion
Machine
CHAPTER FOUR: THE ORIGINS OF VEDIC SOCIETY:
SOURCE OF THE WORLD'S SPIRITUAL HERITAGE *
Theories of the Aryan origins * Was there ever an
Aryan Invasion? * The Indus Valley Civilization was
a part of the advanced Vedic Culture * The Vedic
literature supplies no evidence of an Aryan
invasion * More evidence for the original home of
the Vedic Aryans * The Vedic explanation of the
original Aryans and how their influence spread
throughout the world * The chronology of events
in the spread of Vedic culture * Conclusion.
CHAPTER FIVE: THE WHOLE WORLD WAS ONCE IN
UNITED IN VEDIC CULTURE * The Vedic tradition is
the parent of all humanity * India and Sanskrit: The
source of world literature * Worldwide remnants of
Sanskrit * How Sanskrit faded from being a global
language and what shattered the global Vedic
culture * Vedic culture is the original ancestor of all
religions.
CHAPTER SIX: MORE SANSKRIT/VEDIC LINKS WITH
ENGLISH WORDS AND WESTERN CULTURE
CHAPTER SEVEN: THE VEDIC INFLUENCE FOUND IN
THE MIDDLE EAST AND AFRICA * The Hittites * The
Mitanni * The Sumerians * Persia * Afghanistan *
Iraq and Iran * The Kassites * Israel * Arabia * The
Parsis * The Druze * Egypt * Africa.
CHAPTER EIGHT: ISLAM AND ITS LINKS WITH
VEDIC CULTURE * The Basics of Islam * The Vedic
connections in Islam * The Kaba was a Vedic
shrine
CHAPTER NINE: THE PHILOSOPHICAL ORIGINS
AND VEDIC LINKS IN JUDAISM * The History of
Judaism * More Vedic links in Judaism
CHAPTER TEN: THE VEDIC INFLUENCE IN EUROPE
AND RUSSIA * The Vedic influence in Britain *
Stonehenge and the Druids * Ireland * France *
Scandinavia * Lithuania * Germany * Central
Europe * Spain * Italy * The Pope and the Vatican
* Greece * Russia.
CHAPTER ELEVEN: CHRISTIANITY AND THE VEDIC
TEACHINGS WITHIN IT * A brief look at
Christianity's beginnings * Paganism in Christianity
* The sectarian development of the Christian
Scriptures * The Vedic influence on Christianity *
The dark side of Christianity * The prison of
religion * Jesus Taught Bhakti-yoga * Do all
Christians go to heaven? * The Bible teaches the
chanting of God's names * The names of God.
CHAPTER TWELVE: THE VEDIC INFLUENCE IN THE
ORIENT * Java * Indonesia * Borneo * Malaysia
and Singapore * Thailand * North and South
Vietnam, Cambodia and Laos * Korea * Myanmar
(Burma) * China * Buddhism * Japan * Reiki.
CHAPTER THIRTEEN: THE VEDIC INFLUENCE IN THE
ANCIENT AMERICAS * More Vedic links in the Inca
language * Other cultures that came to America.
CHAPTER FOURTEEN: UNCOVERING THE TRUTH
ABOUT INDIA'S HISTORY * The plot to cover Vedic
archeology in India * The Taj Mahal was a Hindu
temple * The misidentified so-called Muslim
buildings in Delhi * The Kutab Minar * Other
buildings around Delhi * Ahmedabad * Bijapur *
Misidentified Hindu buildings in other areas *
Hindus constructed, Muslims destroyed * Time to
plan the survival of Vedic culture * An action plan
for the survival of Vedic Culture in India and
elsewhere.
CONCLUSION
APPENDIX ONE: MORE INFORMATION ABOUT
VIMANAS
APPENDIX TWO: REESTABLISHING THE DATE OF
LORD BUDDHA
REFERENCES / GLOSSARY / INDEX
it clear that most religious history is not
what we think it is. It lets you see the true
heritage that has been suppressed for
centuries. It shows that there was once a
greatly advanced and ancient culture that
was a global society. This was the Vedic
civilization. Even today we can see its
influence in any part of the world, which
makes it obvious that before the world
became full of distinct and separate
cultures, religions, and countries, it was
once united in a common brotherhood of
Vedic culture, with common standards,
ideals, language, and representations of
God.
No matter what we may be in regard to
our present religion, society, or country, we
are all descendants of that ancient, global
civilization. The Vedic tradition of India is
the parent of humanity and the original
ancestor of all religions. Through this book
you will see:
* How Vedic knowledge was given to humanity
by the Supreme.
* The history and traditional source of the Vedas
and Vedic Aryan society.
* Who were the original Vedic Aryans. How Vedic
society was a global influence and what shattered
this once world-wide society.
* Many scientific discoveries over the past
several centuries are only rediscoveries of what
was already known in the Vedic literature.
* How the origins of world language and
literature are found in India and Sanskrit. How
Sanskrit faded from being a global language.
* The Vedic influence and proof of its ancient
existence found in such countries as Britain,
France, Russia, Greece, China, Japan, Egypt, and in
areas of Scandinavia, the Middle East, Africa, and
the Americas.
* The links between the Vedic and other ancient
cultures, such as the Sumerians, Persians,
Egyptians, Romans, Greeks, etc.
* How Judaism, Christianity, Islam, and
Buddhism were all influenced by the Vedic
tradition and still contain many Vedic elements
within them.
* How many of the western holy sites, churches,
and mosques were once the sites of Vedic holy
places and sacred shrines.
* Uncovering the truth of India's history:
Powerful evidence that shows how many mosques
and Muslim buildings were once opulent Vedic
temples.
* The need to recognize the real history of the
world, and to protect what is left of Vedic culture,
the roots of humanity.
This book is offered as an attempt to allow
humanity to see more clearly its universal origins.
However, this book provides enough amazing if
not startling facts and evidence about the truth of
world history and the ancient, global Vedic culture,
that it could quite possibly cause a major shift in
the way we view religious history and the basis of
world traditions. The book is 353 pages, and 6" x
9" trim size, with Glossary, References, and Index.
"The missing link in our understanding of
civilization is the Vedic Aryan culture which thrived
on the Indian subcontinent in antiquity and which
influenced subsequent civilizations in Sumeria,
China, Egypt and the Middle East, Europe and
Britain, Southeast Asia and as far away as the
Americas. Stephen Knapp, in Proof of Vedic
Culture's Global Existence , delves into the
history and traditional sources of the Vedas--that
ancient body of sacred literature which many
regard as the fount of the world's spiritual and
cultural heritage." Nexus Magazine, Nov-Dec, 2000.
Proof of Vedic Culture's Global Existence Table
of Contents
PREFACE * This book is Great Food for thought at
the Very Least * About the Name "Hindu."
INTRODUCTION: WHAT IS THE VEDIC/ARYAN CULTURE
CHAPTER ONE: VEDIC CULTURE SINCE THE TIME
OF CREATION * The Divinity of Sanskrit
CHAPTER TWO: THE HISTORY AND TRADITIONAL
SOURCE OF THE VEDAS * The Compiling of the
Vedic literature
CHAPTER THREE: REDISCOVERING THE
ADVANCEMENTS OF VEDIC SCIENCE * More
ancient glories of Vedic Culture * The Vedic Ion
Machine
CHAPTER FOUR: THE ORIGINS OF VEDIC SOCIETY:
SOURCE OF THE WORLD'S SPIRITUAL HERITAGE *
Theories of the Aryan origins * Was there ever an
Aryan Invasion? * The Indus Valley Civilization was
a part of the advanced Vedic Culture * The Vedic
literature supplies no evidence of an Aryan
invasion * More evidence for the original home of
the Vedic Aryans * The Vedic explanation of the
original Aryans and how their influence spread
throughout the world * The chronology of events
in the spread of Vedic culture * Conclusion.
CHAPTER FIVE: THE WHOLE WORLD WAS ONCE IN
UNITED IN VEDIC CULTURE * The Vedic tradition is
the parent of all humanity * India and Sanskrit: The
source of world literature * Worldwide remnants of
Sanskrit * How Sanskrit faded from being a global
language and what shattered the global Vedic
culture * Vedic culture is the original ancestor of all
religions.
CHAPTER SIX: MORE SANSKRIT/VEDIC LINKS WITH
ENGLISH WORDS AND WESTERN CULTURE
CHAPTER SEVEN: THE VEDIC INFLUENCE FOUND IN
THE MIDDLE EAST AND AFRICA * The Hittites * The
Mitanni * The Sumerians * Persia * Afghanistan *
Iraq and Iran * The Kassites * Israel * Arabia * The
Parsis * The Druze * Egypt * Africa.
CHAPTER EIGHT: ISLAM AND ITS LINKS WITH
VEDIC CULTURE * The Basics of Islam * The Vedic
connections in Islam * The Kaba was a Vedic
shrine
CHAPTER NINE: THE PHILOSOPHICAL ORIGINS
AND VEDIC LINKS IN JUDAISM * The History of
Judaism * More Vedic links in Judaism
CHAPTER TEN: THE VEDIC INFLUENCE IN EUROPE
AND RUSSIA * The Vedic influence in Britain *
Stonehenge and the Druids * Ireland * France *
Scandinavia * Lithuania * Germany * Central
Europe * Spain * Italy * The Pope and the Vatican
* Greece * Russia.
CHAPTER ELEVEN: CHRISTIANITY AND THE VEDIC
TEACHINGS WITHIN IT * A brief look at
Christianity's beginnings * Paganism in Christianity
* The sectarian development of the Christian
Scriptures * The Vedic influence on Christianity *
The dark side of Christianity * The prison of
religion * Jesus Taught Bhakti-yoga * Do all
Christians go to heaven? * The Bible teaches the
chanting of God's names * The names of God.
CHAPTER TWELVE: THE VEDIC INFLUENCE IN THE
ORIENT * Java * Indonesia * Borneo * Malaysia
and Singapore * Thailand * North and South
Vietnam, Cambodia and Laos * Korea * Myanmar
(Burma) * China * Buddhism * Japan * Reiki.
CHAPTER THIRTEEN: THE VEDIC INFLUENCE IN THE
ANCIENT AMERICAS * More Vedic links in the Inca
language * Other cultures that came to America.
CHAPTER FOURTEEN: UNCOVERING THE TRUTH
ABOUT INDIA'S HISTORY * The plot to cover Vedic
archeology in India * The Taj Mahal was a Hindu
temple * The misidentified so-called Muslim
buildings in Delhi * The Kutab Minar * Other
buildings around Delhi * Ahmedabad * Bijapur *
Misidentified Hindu buildings in other areas *
Hindus constructed, Muslims destroyed * Time to
plan the survival of Vedic culture * An action plan
for the survival of Vedic Culture in India and
elsewhere.
CONCLUSION
APPENDIX ONE: MORE INFORMATION ABOUT
VIMANAS
APPENDIX TWO: REESTABLISHING THE DATE OF
LORD BUDDHA
REFERENCES / GLOSSARY / INDEX
The Raid, Salah Satu Film Terbaik Indonesia
Review film The Raid ini akan membahas tentang film yang sukses memenangi
beberapa penghargaan internasional, yaitu The Raid. Film yang disutradarai oleh Gareth Huw Evans juga melibatkan musisi papan atas Mike Shinoda, salah satu personil Linkin Park dan Joseph Trapanese seorang komposer berbakat yang menggarap film Walt Disney Tron:Legacy(2010).
Film genre action / laga ini bercerita tentang sebuah perjalanan 20 orang anggota pasukan khusus dalam menjalankan misi menangkap bandar narkotik kejam bernama TAMA di sebuah gedung 30 lantai yang tak tersentuh aparat. Gedung tersebut juga menjadi tempat para pembunuh, anggota geng, pemerkosa,dan pencuri berlindung untuk mencari tempat tinggal aman.
Tim SWAT mulai menjalankan misinya di pagi buta dengan diam-diam merambah ke dalam
gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki, namun petaka terjadi ketika mereka terlihat oleh pengintai TAMA dan penyerangan mereka akhirnya terbongkar.
Dari penthouse suite-nya, TAMA menginstruksikan anak buahnya untuk mengunci gedung apartemen dan memadamkan lampu serta menutup semua akses untuk keluar gedung.
Mereka (Tim SWAT) terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni
apartemen yang diperintahkan oleh TAMA. Mereka harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka menangkap raja bandar narkoba di gedung tersebut. Selain untuk menyelesaikan misi, mereka juga berjuang
untuk tetap bertahan hidup.
***
Para Pemeran Film The Raid :
Ray Sahetapi sebagai Tama'Raja Bandar Narkoba'
Yayan Ruhian sebagai Mad Dog tangan kanan Tama
Pierre Gruno sebagai Wahyu ' Kapten / Komandan tim SWAT
Donny Alamsyah, Joe Taslim sebagai anggota tim SWAT
Ananda George sebagai anggota tim SWAT
Verdi Solaiman sebagai anggota tim SWAT
***
Menurut sang sutradara sekaligus penulis naskah Film The Raid, Gareth Evans :
"The Raid bukan sekadar sebuah film Laga, namun ada sesuatu yang mengajarkan kita
semua sebuah kekuatan sebuah pejuangan, untuk bertahan hidup, "
Prestasi / Penghargaan Film The Raid :
The Cadillac People's Choice Award" untuk kategori Midnight Madness dalam ajang Toronto International Film Festival (TIIF)ke-36.
The Best Film sekaligus Audience Award - Jameson Dublin International Film
Festival 2012.
The Raid juga ikut serta dalam festival film Sundance 2012 dan menjadi salah satu
karya yang paling disukai panitia Sundance
*50 film laga / action sepanjang masa versi IMDB.
The Raid berada di urutan 45 dengan rating 8.0, sejajar dengan “Star Trek”, “The
Adventure of Robinhood”,“Avatar”, dan “Pirates of the Caribbean: The Curse of the
Black Pearl”.
Rating 8.0 didapatkan film The Raid jauh sebelum film ini tayang (23/3/2012), hal ini menandakan bahwa film kedua dari PT.Merantau Films masih berpeluang mendapatkan rating yang tinggi setelah resmi dirilis.
Selain itu, berkat keberhasilan film The Raid di Toronto Film Festival 2011 dan Sundance Film Festival 2012, Sony Pictures akan kembali mendistribusikan film Berandal untuk diedarkan di Amerika Serikat. Berandal merupakan sekuel dari The Raid yang masih disutradarai oleh Gareth Evans.
Film laga berskala internasional ini dijadwalkan tayang secara serentak di Indonesia, Australia,Kanada, dan Amerika Serikat pada Jumat, 23 Maret 2012.
Bagi anda penggemar film genre action, The Raid merupakan rekomendasi yang sangat
tepat untuk menemani waktu santai anda bersama kerabat, pacar atau keluarga.
Penghargaan yang didapat membuktikan bahwa bangkitnya perfilm Indonesia di kanca
Internasional sebagai hal yang seharusnya kita banggakan diantara banyaknya film-film tanah air yang mengedepankan tontonan seks yang menggunakan "hantu-hantu nasib sial" sebagai tameng.
***
(www.situsbahasa.info/2012/03/film-raid-salah-satu-film-terbaik.html?m=1)
The Raid : Film Indonesia yang Menggegerkan Holywood
Sobat Teen termasuk movie mania? Kalau iya pasti deh udah penasaran sama film
Indonesia yang sekarang lagi banyak diobrolin gara-gara dapat review yang
bagus banget di luar negeri, apalagi kalau bukan The Raid.
Film The Raid mulai dimainkan di bioskop-bioskop di Indonesia sejak 23 Maret 2012
dan wuihhh banyak banget loh yang pengen nonton film ini. Buktinya di Samarinda aja
yang ngantri tiketnya sampai melingkar-lingkar kayak ular tangga panjangnya. Sama
banget nih waktu film garapan sutradara Gareth Evans ini diputer di Festival
Sundance Film Festival. Di ajang yang setara dengan Festival Film Cannes Perancis ini jadi box office atau spotlight di sana. Tiketnya habis terjual dan penonton memuji habis-habisan teknik pembuatan film Indonesia itu.
Bener deh bikin bangga banget nih. Jarang ada tuh film Indonesia yang dapat sambutan
sebagus itu. The Raid memang jadi film Indonesia yang lagi trending topic penikmat film dunia. Film yang dibintangi Iko Uwais, Yayan Ruhian, Verdi Solaeman, Ray Sahetapy dan Joe Taslim menawarkan aksi beladiri yang memukau.
Walaupun lagi jadi pusat perhatian dunia,sayangnya The Raid yang aslinya beredar
dengan judul The Raid: Redemption masih belum mampu menembus 10 besar peringkat Box Office. The Raid hanya berada di posisi 24 dengan perolehan 221 ribu dollar Amerika dalam minggu pertama peredarannya di Amerika Utara. The Raid masih kalah sama film The Hunger Ginger. Kabarnya sih posisinya bisa aja terdongkrak kalau lebih banyak lagi bioskop yang muterin ini seperti film lain yang masuk 10 besar.
Yah biarpun masih di peringkat 24 tetap aja ya bikin bangga. Soalnya mana ada tuh
sebelumnya film Indonesia yang bisa masuk bioskop luar negeri dan jadi bahan obrolan
movie mania seluruh dunia.
The Raid memang keren banget. Film ini bercerita soal tim SWAT yang menyerbu suatu apartemen yang berisi gembong narkoba, perampok dan pemerkosa. Pokoknya apartemen itu yang ngisi orang- orang jahat deh. Tapi ternyata tim SWAT harus berjuang antara hidup dan mati.Bukan akrena gerombolan orang jahatnya saja yang harus mereka lawan tapi juga gara-gara ada oknum polisi jahat yang sengaja menjebak mereka.
Apa sih yang bikin film ini keren banget? Film yang dibuat sama sutradara yang bikin
film Merantau ini penuh dengan adegan berkelahi yang keren banget. Secara gambar
film ini bener-bener menampilkan adegan actionnya seolah-olah nyata. Mungkin juga
karena yang main orang Indonesia ya jadi berasa dekat banget sama tokoh filmnya.
Atau mungkin juga ketran yang main filmnya beneran orang-orang yang ahli bela diri
jadinya pas adegan berkelahi ya beneran berkelahi aja.
Sayangnya sih biarpun film ini keren, The Raid punya kelemahan lain. Salah satunya
soal dialog pemainnya yang nggak begitu jelas. Selain soal dialog, film ini kayaknya
nggak cocok buat ditonton kita Sobat Teen.
Terlalu banyak adegan kekerasan yang nggak bagus buat kita lihat. Selain juga tentunya film ini agak terlalu sadis karena mengumbar banyak darah. Makanya yang
boleh nonton film ini cuma buat kakak-kakak dan mama papah kita tentunya. Sayang ya,
film bagus tapi nggak ramah anak.
(diolah dari berbagai sumber)
(teenvoice.co.id/2012/03/26/the-raid-film-indonesia-yang-masuk-box-office-film-dunia/)
Indonesia yang sekarang lagi banyak diobrolin gara-gara dapat review yang
bagus banget di luar negeri, apalagi kalau bukan The Raid.
Film The Raid mulai dimainkan di bioskop-bioskop di Indonesia sejak 23 Maret 2012
dan wuihhh banyak banget loh yang pengen nonton film ini. Buktinya di Samarinda aja
yang ngantri tiketnya sampai melingkar-lingkar kayak ular tangga panjangnya. Sama
banget nih waktu film garapan sutradara Gareth Evans ini diputer di Festival
Sundance Film Festival. Di ajang yang setara dengan Festival Film Cannes Perancis ini jadi box office atau spotlight di sana. Tiketnya habis terjual dan penonton memuji habis-habisan teknik pembuatan film Indonesia itu.
Bener deh bikin bangga banget nih. Jarang ada tuh film Indonesia yang dapat sambutan
sebagus itu. The Raid memang jadi film Indonesia yang lagi trending topic penikmat film dunia. Film yang dibintangi Iko Uwais, Yayan Ruhian, Verdi Solaeman, Ray Sahetapy dan Joe Taslim menawarkan aksi beladiri yang memukau.
Walaupun lagi jadi pusat perhatian dunia,sayangnya The Raid yang aslinya beredar
dengan judul The Raid: Redemption masih belum mampu menembus 10 besar peringkat Box Office. The Raid hanya berada di posisi 24 dengan perolehan 221 ribu dollar Amerika dalam minggu pertama peredarannya di Amerika Utara. The Raid masih kalah sama film The Hunger Ginger. Kabarnya sih posisinya bisa aja terdongkrak kalau lebih banyak lagi bioskop yang muterin ini seperti film lain yang masuk 10 besar.
Yah biarpun masih di peringkat 24 tetap aja ya bikin bangga. Soalnya mana ada tuh
sebelumnya film Indonesia yang bisa masuk bioskop luar negeri dan jadi bahan obrolan
movie mania seluruh dunia.
The Raid memang keren banget. Film ini bercerita soal tim SWAT yang menyerbu suatu apartemen yang berisi gembong narkoba, perampok dan pemerkosa. Pokoknya apartemen itu yang ngisi orang- orang jahat deh. Tapi ternyata tim SWAT harus berjuang antara hidup dan mati.Bukan akrena gerombolan orang jahatnya saja yang harus mereka lawan tapi juga gara-gara ada oknum polisi jahat yang sengaja menjebak mereka.
Apa sih yang bikin film ini keren banget? Film yang dibuat sama sutradara yang bikin
film Merantau ini penuh dengan adegan berkelahi yang keren banget. Secara gambar
film ini bener-bener menampilkan adegan actionnya seolah-olah nyata. Mungkin juga
karena yang main orang Indonesia ya jadi berasa dekat banget sama tokoh filmnya.
Atau mungkin juga ketran yang main filmnya beneran orang-orang yang ahli bela diri
jadinya pas adegan berkelahi ya beneran berkelahi aja.
Sayangnya sih biarpun film ini keren, The Raid punya kelemahan lain. Salah satunya
soal dialog pemainnya yang nggak begitu jelas. Selain soal dialog, film ini kayaknya
nggak cocok buat ditonton kita Sobat Teen.
Terlalu banyak adegan kekerasan yang nggak bagus buat kita lihat. Selain juga tentunya film ini agak terlalu sadis karena mengumbar banyak darah. Makanya yang
boleh nonton film ini cuma buat kakak-kakak dan mama papah kita tentunya. Sayang ya,
film bagus tapi nggak ramah anak.
(diolah dari berbagai sumber)
(teenvoice.co.id/2012/03/26/the-raid-film-indonesia-yang-masuk-box-office-film-dunia/)
Menulis Ulang Sejarah Nusantara
Judul Buku: Peradaban Atlantis Nusantara
Penulis: Ahmad Y. S., Oman Abdurrahman et. all
Penerbit: UFUK
Cetakan: I, Juli 2011
Tebal: 540 Halaman
Nampaknya, buku-buku yang berkaitan dengan sejarah Indonesia/Nusantara memang harus ditulis ulang dengan cara dan pendekatan yang sama sekali berbeda. Selama ini, dipercaya bahwa sejarah Indonesia dimulai dari abad ke-5 Masehi, saat ditemukannya beberapa prasasti di Kutai dan Bogor yang bertarikh di masa itu.
Sebuah identifikasi yang mengabarkan jatidiri manusia Nusantara hanyalah pewaris dari kerajaan-kerajaan konsentris (pedalaman) berbasis agama Hindu dan Buddha. Hasilnya, kita kemudian menerima secarataken for granted dan melegitimasi realitas
kekinian kita yang hanya merupakan kelanjutan – dengan pembaruan di tingkat superfisial- dari adab dan budaya kerajaan pedalaman tersebut.
Maka, keberadaan buku Peradaban Atlantis Nusantara ini, menjadi penting mengingat posisinya yang menjadi semacam pembongkaran terhadap konstruksi sejarah yang diciptakan tersebut di atas. Di dalamnya, sejarah panjang Nusantara dicoba ditafsirkan ulang dengan melakukan penjelajahan terhadap situs-situs yang
diyakini mampu menjadi bukti pendukung atas eksistensi peradaban manusia Nusantara yang lebih panjang dalam sejarah yang ditulis dan diajarkan di sekolah-sekolah selama ini.
Adalah Plato, filsuf besar Yunani yang pertama kali menginformasikan keberadaan Atlantis dalam karyanya; Timeaus and Critias sekitar 2400 tahun yang lalu. Plato menulis bahwa Atlantis terhampar di seberang pilar-pilar Herkules” dan memiliki angkatan laut yang telah menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9000 tahun sebelum zamannya Solon, atau sekitar 9500 Sebelum Masehi. Atlantis tenggelam “hanya
dalam waktu satu hari satu malam” setelah gagal menyerang Yunani. (Halaman 3)
Deskripsi Plato ini kemudian menginspirasi para pemikir sejak zaman Renaissance, sebut misalnya Francis Bacon yang menulis “New Atlantis”. Selain itu,Atlantis juga banyak mempengaruhi literatur modern,dari fiksi ilmiah hingga ke buku komik dan film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju. Hingga saat ini,diperkirakan lebih dari 5000 buku ditulis tentang Atlantis. Sebagian mempercayai keberadaannya,kebanyakan hanya menganggap sebagai lelucon
semata.
Namun, perhatian terhadap keberadaan Atlantis kembali mengemuka seiring dengan terbitnya buku Eden in The East tahun 1999 karya Stephen Oppenheimer. Menurut pakar genetika lulusan Oxford University London ini, paparan Sunda (Sundaland)merupakan cikal bakal peradaban kuno atau biasa diistilahkan Taman Eden. Istilah ini berasal dari bahasa Ibrani Gan Eden, atau Firdaus dalam bahasa Indonesia, yang diserap dari bahasa Persia Pairidaeza yang artinya Taman. (Halaman 132)
Kesimpulannya didasarkan pada mutasi genetis yang bertindak sebagai penanda yang menyimpan beberapa bukti terbaik mengenai migrasi manusia Indo-Pasifik yang mengikuti banjir besar pada akhir zaman es terakhir. Bukti-bukti semacam inilah yang pertamakali mendorongnya untuk secara serius meneliti kemungkinan adanya “budaya perintis peradaban dunia” atau yang dipopulerkan Plato dengan Atlantis, di
Asia Tenggara.
Munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para imigran dari Asia Tenggara ini, yang disebabkan banjir besar melanda kawasan tersebut dan menenggelamkan sebagian wilayahnya, hingga yang
tersisa adalah pulau-pulau yang terpisah, antara lain; Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatra. Landasan argumen Oppenheimer ini berdasarkan pada kajian etnografi, arkeologi, osenografi, mitologi, analisis DNA, dan linguistik.
Enam tahun kemudian, Arysio Nunes des Santos dalam bukunya yang berjudul Atlantis, The Lost Continent Has Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization(2005), seolah mengamini apa yang dicetuskan Oppenheimer dengan
menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan bekas benua Atlantis yang hilang 11.600 tahun yang lalu,tepatnya bernama benua Sunda (Sundaland) atau Nusantara.
Santos, bahkan secara meyakinkan menunjukkan 19 bukti sahih persamaan ciri-ciri Atlantis yang disebutkan Plato dengan Nusantara; Terletak di Samudra Atlantik,
adanya pelabuhan laut, navigasi maritim, kanal dan saluran irigasi, ukuran benua dan geometri suci,gunung suci dan gunung berapi, iklim tropis dan dua panen tanaman setahun, penduduk yang besar jumlahnya, geometri suci ibu kota Atlantis, terletak di
luar Pilar Herkules, laut yang tak dapat dilayari dan laut Sargasso, benua yang tenggelam, konstruksi megalitik,kuda dan kereta perang, gajah di Atlantis, bukti-bukti bencana alam, perdagangan komersial melintasi samudra, kekayaan mineral logam, keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi, sawah dan ladang berundak di gunung, dan golongan darah “O”.
Teori yang dikemukakan Oppenheimer dan Santos semakin terbukti validitasnya seiring ditemukannya beberapa situs yang diyakini berhubungan dengan Atlantis. Dari sekian banyak, yang paling menarik saat ini adalah ditemukannya struktur batuan piramida di
balik bukit Lalakon di kecamatan Soreang, kabupaten Bandung oleh tim ekspedisi dari Yayasan Turangga Seta ditemani beberapa ilmuan dari LIPI dan BPPT untuk melakukan uji Geolistrik. Selain itu, tim ini juga menemukan struktur piramida yang tertimbun di bukit Sadahurip, Garut. Hasilnya, mereka menemukan adanya struktur batuan yang membrojong struktur piramida, tersusun rapih dengan kemiringan 30 derajat setelah menggali tanah dengan kedalaman 1-4 meter. (Halaman 485)
Bunga rampai setebal lima ratus empat puluh halaman ini, ditulis oleh orang Indonesia yang gelisah dengan sejarah panjang bangsanya. Pembahasan di dalamnya,
coba dikaitkan dengan beberapa teks yang termuat dalam Kitab Suci. Sehingga siapa pun yang membacanya dapat mengambil manfaat besar dari berbagai sudut pandang.
Selamat membaca !
Lihat juga di http://novalmaliki.blogspot.com
Rabu, 23 Februari 2011
THE POWER OF POSITIVE THINKING
Judul : The Power of Positive Thinking
Pengarang : Norman Vincent Peale
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
1.“Jadilah kepadamu menurut imanmu” (Mathius IX. 29)
2.Jalani usaha Anda dengan asumsi bahwa apa yang sudah Anda teguhkan dan visualisasikan adalah benar. Teguhkan, visualisasikan, percayai, dan segalanya akan terwujud dengan sendirinya.
3.Keheningan adalah unsur di mana hal – hal terwujud dengan sendirinya. (Thomas Carlyle)
4.Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. (Marcus Aurelius)
5.Mengagumkan sekali bagaimana suatu harapan yang terus – menerus akan yang terbaik menggerakkan kekuatan yang menyebabkan terwujudnya yang terbaik.
6.Nyalakanlah hati Anda dengan kemana Anda inginkan untuk menjadi nantinya. Tanamkan dalam ketegasan bahwa Anda tidak menerima kata “TIDAK” sebagai jawaban, maka seluruh kepribadian Anda akan mengikuti kemana hati Anda membawa Anda.
7.Mintalah kepada Tuhan dan jangan mundur dalam meminta kepada – Nya.
8.Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi IV.13)
9.Tuhan bersama Anda. Bersama – Nya Anda mempunyai kuasa untuk mengatasi segalanya.
10.Hadapilah dengan berani penghalang Anda dan lakukan sesuatu terhadap penghalang tersebut. Anda akan mendapatkan bahwa penghalang tersebut tidak memiliki setengah kekuatan yang Anda pikir dimilikinya.
11.SAYA TIDAK PERCAYA AKAN KEKALAHAN.
12.Apapun yang Anda percaya dapat Anda lakukan, Anda pasti dapat melakukannya.
13.Adakan “merger” dengan Tuhan.
14.“Whatever the mind conceive and believe, it achieves.”
15.“You are what you think you are.” (Marcus Aurelius)
16.Hukum Alam Semesta : Jangan menerima secara pasif keadaan yang tidak memuaskan. Bentuk gambaran di dalam benak Anda tentang keadaan sebagaimana yang seharusnya. Pertahankan gambaran itu, kembangkan dengan kuat secara rinci, percaya kepadanya. Berdoa untuknya, usahakan Anda dapat mewujudkannya sesuai dengan gambaran mental yang ditekankan di dalam pikiran Anda.
17.“Dan apapun yang kau minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya” (Mathius XXI.22)
18.Visualisasi Optimis+Doa+Keyakinan = Pencapaian.
Rabu, 02 Februari 2011
Master Key System : Kunci Segala Kesuksesan
The Master Key System adalah salah satu mahakarya terbaik yang mewariskan cara – cara meraih kekuatan personal, metafisika, dan Kesadaran Kemakmuran.
Dalam buku ini, Charles F. Haanel membahas segala hal tentang cara menciptakan kelimpahan, kesejahteraan dan kebugaran raga. Penjelasan Haanel begitu memikat hati, penuh presisi dan logis sehingga mampu membuat pembacanya tidak hanya merasa baik, tapi juga berpikir dengan jernih. Buku ini pernah dilarang beredar oleh pihak Gereja pada tahun 1933 dan disembunyikan selama bertahun – tahun karena isinya yang blak – blakan tentang teori semesta dan Hukum Daya Tarik yang dianggap tidak sejalan dengan pihak Gereja
Konon, Bill Gates, big boss Microsoft Corporation menelaah buku ini secara mendalam ketika dia menempuh kuliah di Harvard University. Buku inilah yang menginspirasinya untuk drop – out dari kuliahnya untuk kemudian mengejar mimpinya tentang “komputer di setiap desktop.” Anda bisa menebak sendiri apakah dia berhasil mengejar mimpinya atau tidak....
Hampir semua jutawan dan miliarder dunia menjadikan The Master Key System karya Charles F. Haanel ini sebagai bacaan yang wajib. Buku yang sama inilah yang menjadi acuan Rhonda Byrnne dalam menulis buku best – seller – nya, "The Secret".
Selasa, 18 Januari 2011
The Secret
Judul Buku : The Secret
Penulis : Rhonda Byrne
Halaman : xiii + 236 halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
The Secret memiliki kecenderungan untuk menjadi karya klasik sejajar dengan “The Power of Positive Thinking” karya Norman Vincent Peale, “The Master Key System” karya Haanel, maupun “The Science of Getting Rich” karya Warren J. Wattles. Hal ini memungkinkan karena buku ini menguraikan secara mendetail cara kerja pikiran, hukum daya tarik (The Law of Attraction), serta bagaimana cara untuk meraih apa yang Anda inginkan.
Buku ini merunut rahasia – rahasia kehidupan, kemakmuran, cinta, kesehatan, dan bagaimana cara meraih itu semua, serta yang lebih penting lagi rahasia tentang diri Anda yang sejati. Dijelaskan misalnya bagaimana Anda tersusun dari organ tubuh, dimana organ itu sendiri tersusun oleh berjuta – juta sel. Selanjutnya sel – sel ini tersusun atas molekul – molekul, yang pada akhirnya membuat Anda tersusun atas sejumlah atom. Atom mengandung energi, sehingga kesimpulan finalnya adalah : Anda adalah energi! Sejatinya, Anda adalah makhluk spiritual di hadapan Yang Maha Kuasa.
The Secret berpijak pada satu kebenaran universal yang abadi, yakni hukum daya – tarik. Hukum daya tarik lah yang melingkupi seluruh aspek kehidupan. Dengan menerapkan hukum ini, Anda dapat mengubah setiap aspek dari hidup Anda.Ini sejalan dengan sabda sang bijak Buddha “Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Pikirkanlah tentang cinta, maka Anda akan menjadi cinta itu sendiri.” Dengan asumsi yang sama, Anda dapat menarik apapun yang Anda inginkan di dalam hidup Anda dengan mengkondisikan pikiran dan perasaan Anda. “Pikiran menjadi sesuatu” adalah satu poin penting yang disampaikan dalam buku ini. Penerapan yang intens dari rahasia inilah yang telah membuat Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison dan Einsten, menjadi orang-orang ‘besar’ dalam sejarah manusia.
Rhonda Byrne secara cerdik mengkompilasi 24 pakar profesional dalam The Secret ini, sehingga bisa dikatakan buku ini adalah satu karya “keroyokan” terbesar abad ini. Ke-24 pakar ini sudah termasuk Jack Canfield, pengarang best-seller internasional “Chicken Soup” serta Joe Vitale, pengarang best-seller #1 “Spiritual Marketing” dan “The Gretest Money – Making Secret in History” .
Buku The Secret yang telah difilmkan ini telah ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia. Dalam filmnya yang berdurasi 120 menit ini, suara-suara ke-24 guru tersebut memberikan m tersendiri untuk memotivasi setiap penontonnya.Buku yang sama juga telah dirilis dalam bentuk audio-book serta dicetak lebih daripada 16 juta copy dalam 40 bahasa.
Langganan:
Postingan (Atom)
Total Pembaca
Fan Page
Labels
Blog Archive
Feedjit
Chat Room
Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.






