Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Ini yang Terjadi Saat Anda Mati


>Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan
JANTUNG berhenti /detak,nafas tertahan & badan
bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah
menjadi asam & tenggorokan berkontraksi.
> 0 menit > kematian secara medis terjadi ketika
Otak kehabisan supply Oxigent.
> 1 menit> Darah berubah warna & Otot kehilangan
kontraksi ,isi kantung kemih keluar tanpa izin.
> 3 menit> sel sel otak tewas.
Secara masal..saat ini otak benar2 berhenti berpikir.
> 4- 5 menit> Pupil Mata mebesar & berselaput. Bola
mata mengkerut karena ke hilangan tekanan darah.
> 7-9 menit> Penghubung ke otak mulai mati.
> 1-4 jam > Rigor Mortis (fase di mana keseluruhan
otot di tubuh jadi kaku).membuat otot kaku & Rambut
berdiri. kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
> 4-6 jam > Rigor Mortis terus beraksi. Darah yg
berkumpul lalu mati & warna kulit menghitam.
> 6 jam > Otot msh berkontraksi. Proses
penghancuran efek alkohol msh berjalan.
> 8 jam > Suhu tubuh langsung menurun drastis.
> 24-72 jam > Isi perut membusuk oleh Mikroba dan
pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
> 36-48 jam > Rigor mortis berhenti, tubuh anda
selentur penari balerina.
> 3-5 hari > Pembusukan mengakibatkan luka skala
besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
> 8-10 hari > warna tubuh berubah dari hijau ke
merah se jalan degan membusuknya darah.
> Beberapa Minggu > Rambut kuku & gigi degan
mudahnya terlepas.
> 1 bln > Kulit anda mulai mencair.
> 1 tahun > Tidak ada lagi yg tersisa dari tubuh Anda.
Anda yang sewaktu hidupnya..

absoluterevo.wordpress.com/2011/09/02/mungkin-ini-dapat-mengurangi-kesombongan-anda/

Jumat, 13 April 2012

7 MEGA-Keajaiban Dunia Ada di Indonesia

Masa lampau NUSANTARA bukan main kayanya juga telah beradab sejak orang2 masih BIADAB. Diibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno.Mari kita lihat beberapa KEPULAUAN di NUSANTARA yang sarat dengan SUMBEDAYA ALAM layaknya ANUGRAH semata karena KASIH SAYANG YANG MAHA KUASA karena tidak ada dan tidak ditemukan di tempat lain d muka bumi.

1. SUMATRA nan ‘PULAU EMAS’

Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama- nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai
pulau Andalas.Pada masa Dinasti ke-18 Fir’aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua – daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir’aun Mesir kuno.

Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan
Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya
kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas.
Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur. Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas.

Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.

2. JAWA ‘SANG PULAU PADI’

Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Pulau Padi” dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan “Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan
tambang emas”, sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”. Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawa dwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.

Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara,
Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.

Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau
Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman. Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”

Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang
disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika. Hasil
pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.

3.BALI-NTB-NTT ‘SURGA WISATA’

Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda
Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.

Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920
wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai the Island of God.

Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah
mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja- raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.

Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara
Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor.

Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur. Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan
pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil
merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.

4. KALIMANTAN ‘LUMBUNG ENERGI DUNIA’


Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana” adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P’ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.

Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara- muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.

Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire”
begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis
dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.

Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata
Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.

5. SULAWESI ‘PULAU BESI (LOGAM)’

Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Celebes. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi
prasejarah zaman batu Lembah Besoa.Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu
kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi.

Dalam sejarah Majapahit wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain- lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.
Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke
selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah
Nusantara.

Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar
di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat
yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam
upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.

Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang,kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.

6. MALUKU ‘SUMBER BUMBU DI DUNIA’

Maluku memiliki nama asli “Jazirah al-Mulk” yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis,

Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’. Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi.
Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.

Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis
sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas. Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan
tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah
waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada
akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.

Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.

7. PAPUA ‘SURGA DUNIA’

Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI. Tidore
memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya
Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.

Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria
(Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah
payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah
matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.

Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan
armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai
Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.

Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang
terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua
Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan “dunia yang hilang”,dan “Taman Firdaus di bumi”, dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.

Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah. Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso
Santos, menegaskan teo ri bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.

Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland.
Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun
budayanya.

Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita. Alam Indonesia yang kaya-raya dan
dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah
di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari
Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang
Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.

Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.

Kedengarannya ‘BOMBASTIS’ tetapi sebeNar2nya NYATA dan BUKTI Lalu mengapa kita sebagai PEMILIK tidak TAHU MENAHU atau PURA2 TIDAK TAHU akan KEKAYAAN BERLIMPAH RUAH yang telah DIANUGRAHI KEISTIMEWAAN OLEH SANG MAHA KUASA INI !!! Dahulu NENEK MOYANG kita memeliharanya dengan baik dan penuh KASIH SAYANG … tapi sekarang ????????????????? aduhai NUSANTARAKU …

atlantissunda.wordpress.com/2010/10/25/kecanggihan-peradaban-leluhur-nusantara-sejak-jaman-baheula-tiada-banding-deh/

Rabu, 11 April 2012

Sejarah Panjang Atlantis



Konon, ada anggapan bahwa bangsa Yunani menyalin legenda tentang Atlas dan Atlantis dari bangsa India kuno tentang Atalas (Shiva) dan tentang Atala, Paradis yang tenggelam dalam tradisi Hindu. Sebagaimana dalam tradisi- tradisi Yunani, Atalas – yang namanya dalam bahasa Sansekerta dan berarti “Pilar” – dianggap menjadi “ Pilar Dunia”, sebagaimana Atlas dalam Yunani. Atala adalah, seperti Atlantis, sebuah
benua yang tenggelam yang akibat sebuah bencana alam,yang bertempat di Samudera Luar. Karena legenda Yunani itu berasal dari Hindu, dan dibawah ke wilayah mereka secara sederhana ketika Bangsa Yunani berpindah ke tempat di mana saat ini mereka berada, malas untuk menyelidiki Atlantis di samudera yang sekarang dikenal sebagai Atlantik.

Namun demikian, kita harus mencari Atlantis di samudera yang orang Hindu sebut sebagai “Samuderanya Bangsa Atlantis” atau “Samudera Barat”,dan yang tidak lain adalah Samudera India.Bangsa India memiliki banyak tradisi tentang sebuah benua yang tenggelam yang merupakan wilayah surga di mana manusia dan kebudayaan pertama kali berasal. Misalnya Tripura (Kota Triple). Ketika kita mengingat kenyataan bahwa Atlantis adalah, seperti Tripura,sebuah Kota Triple dengan dinding-dinding logam dan istana-istana emas, kita tidak dapat berkesimpulan bahwa dua tradisi itu, jika benar- benar berasal atas kenyataan yang sebenarnya, merujuk pada hal yang sama dan satu. Terlebih lagi, sebagaimana terjadi dengan Atlantis, penduduk Tripura asalnya sangat taat. Tapi, dengan perjalanan waktu, mereka juga menjadi jahat dan suka membangkang, dan mereka dihancurkan oleh Shiva. Karena kekuatannya ini, Shiva memperoleh julukan Tripurantaka (“Penghancur Tripura”). Sebagaimana dengan Lanka dan Atlantis, Tripura dibangun di atas sebuah gunung yang sangat tinggi, bahkan dapat dikatakan bertempat tinggal di langit.

Legenda Hindu yang lain tentang sebuah kerajaan yang tenggelam yang merupakan pola dasar dari Atlantis adalah Lanka, dan diceritakan dengan lengkap di Ramayana. Cerita hancurnya Lanka oleh Rama dan Hanuman merupakan yang dirujuk oleh Homer dalam Illiad. Sebagaimana Ramayana menceritakan tentang Lanka dan penyelamatan Shinta, Illiad menghitung perusakan Troy dan penyelamatan Helen. Troy, dengan dinding perunggunya, dan istana-istana emas merupakan salah satu dari banyak kiasan tentang Atlantis. Berkebalikan dengan desa kecil yang ditemukan oleh Schielman di Turki, Troy yang sebenarnya berlokasi di Samudera Luar. Ia merupakan sebuah kota yang indah dan tenggelam ke laut setelah kehancurannya dan terlibat dalam perang besar dengan Yunani pada jaman purba. Kesejajaran antara Troy dengan Atlantis terlalu banyak untuk diabaikan.dan antara Atlantis-nya Plato dengan Lanka dalam Hindu, dengan tegas menunjukkan bahwa ia berada di Timur Jauh dan di dasar laut, bukan di wilayah Mediterania, di mana kita harus mencari Troy yang sebenarnya dan Atlantis yang sebenarnya.

Mahabharata, cerita klasik Hindu besar lainya, menceritakan kekuatan Raja Khrisna dan perusakannya dalam perang antara Lunar dan Solar (Kurawa dan Pandawa). Perang besar ini, seperti Lanka atau Troy, pola dasar yang sebenarnya yang diambil oleh Plato dalam sejarah tentang Atlantis. Hastinapura, kota kerajaan Pandawa, merupakan “Kota Berpilar” (Hastinapura) atau “Kota Para Naga”. Dua julukan ini berhubungan dengan bangsa Atlantis dan dengan Pilar Surganya di Timur Jauh. Mahabharata juga menceritakan Dvaraka, kota Khrisna yang berlokasi di sebuah pulau di tengah laut. Kota Khrisna, Dvaraka, tenggelam ke dasar laut ketika Pahlawan itu mati dalam perang besar itu, kurang lebih dengan cara seperti Atlantis, menurut Plato.

Tradisi bangsa Dravida membicarakan tentang sebuah benua yang sangat luas yang tenggelam ke arah India Tenggara yang disebut Rutas. Bangsa Dravida menyatakan telah berpindah ke India dari benua itu ketika ia tenggelam ke dasar laut, dalam sebuah bencana alam besar. Nama Rutas tampaknya berhubungan dengan simbol Sansekerta rudh (Si Merah), dan bahasa Dravida tuta (Menjadi Merah, Terbakar). Istilahistilah ini menyatakan “Pulau Api” dan mungkin sebuah kiasan untuk “Pulau Si Merah” yang merupakan salah satu dari banyak nama mistis Atlantis dalam tradisi-tradisi kuno. Sungguh, bangsa Dravida menyatakan memiliki Khsatryias (Prajurit), sebuah kasta India yang warnanya merah. Bangsa Phoenicia yang namanya juga berarti “merah” dalam bahasa Yunani menyatakan, seperti bangsa Dravida, berasal dari sebuah “Pulau Api” berlokasi di Samudera India (atau Erythraean) diseberang laut. Itu berarti bahwa Hindi itu berlokasi di “Samudera si Merah”(Srythraean) ini. Karena itu, tanah asal bangsa Phoenicia tampaknya sama dengan Rutas (atau “Pulau Api”) bangsa Dravida. Bangsa Mesir juga menyebut diri mereka “Si Merah” (Rot atau Khem, dalam bahasa mereka). Dan mereka juga menyatakan bahwa berasal dari “Pulau Api” ini di India (atau Erythraean) di seberang laut. Apakan seluruh tradisi-tradisi dari bangsa- bangsa luhur ini dusta? Atau apakah kita yang keliru menafsirkan dongeng-dongeng mereka?

Celt, sebagaimana banyak bangsa, menyatakan berasal dari sebuah daerah di seberang laut yang tenggelam ke dalam laut dalam sebuah bencana alam hebat. Paradis ini mereka sebut dengan banyak nama seperti “Pulau Kaca” (ynis wydr), “Pulau para Wanita”,”Avalon”, Emhain, Ys, dsb. Legenda tentang tenggelamnya Ys, khususnya, berhubungan dengan tenggelamnya Atlantis dalam bencana vulkanis sebagaimana yang dilaporkan oleh Plato.

Celt juga menyebut tanah mereka yang tenggelam dengan nama Cantref Gwaelod yang berarti “Negeri Bawah” menurut Jean Merkale, ahli bangsa Celt yang unggul. Sekarang, ini tepatnya merupakan arti dari nama Atala, Paradis Hindu yang tenggelam sebagaimana yang kami komentari di atas. Atala merupakan pola dasar dari Atlantis versi Plato, yang namanya (a-tla) juga mewujudkan signifikasi yang sama dalam bahasa Yunani.

Dalam Mabinogion, buku bangsa Celt,dinyatakan bahwa Celt berasal dari “pulau Defrobany, Negeri Panas dan Tanah bangsa Cimmeria”. Sekarang Defrobany hanya dapat menjadi pulau Taprobane, sebagaimana banyak Ahli menyimpulkan. Taprobane yang penulis- penulis kuno menyamakan dengan tempat Paradis Bumi dan jatuhnya Adam tidak lain adalah pulau Sumatera yang sungguh-sungguh merupakan tempat Atlantis. Bangsa Cimmeria, yang dianggap sebagai nenek moyang Celt, merupakan “rakyat yang sewenang-wenang” yang Homer menyamakan dengan wilayah muram Neraka. Mereka menggambarkan dalam sejumlah tradisi kuno dan “somber haze” yang menutupi wilayah mereka sungguh-sungguh merupakan sebuah rujukan pada awan vulkanis yang menutupi Atlantis selama waktu yang lama setelah kehancurannya. Cimmeria adalah sama dengan Tartarus yang gelap atau Erebus (Erebodes=”Kegelapan”) menurut Hesiod dan Homer, yang menyamakannya dengan Kegelapan Kematian. Dalam Homer, Scheria dari bangsa Phaeacia, sejenis Paradis, ditempatkan tepat di bawah kabut gelap gunung Erebus dan sangat berhubungan dengan analog ciri-ciri Atlantis.

Bangsa Mesir mengatakan tentang Hanebut atau Haunebut yang misterius, sebuah masyarakat yang hidup di atas Samudera India, di wilayah Amenti (atau Punt). Nama Hanebut berarti “Rakyat si kejam” atau “Rakyat Pilar atau Atlas” (Hau-nabha dalam bahasa Sansekerta dan Dravida, akhiran t menandakan kelamin betina dalam bahasa Mesir). Rakyat yang masih menjadi teka-teki ini dikatakan hidup di bawah sebuah haze gelap dimana cahaya matahari tidak pernah sampai, sebagaimana di Cimeria. Sebagaimana untuk Amenti atau Punt, bangsa Mesir mengakui bahwa wilayah Hanebut adalah nyata dan benar- benar dapat dikunjungi, sebagaimana mereka telah melakukannya. Sebagaimana yang kami tunjukkan di bagian lain, Hanebut yang sulit untuk dipahami ini sungguh-sungguh sama dengan masyarakat Punt yang, sebagaimana bangsa Gerzea, menyerbu Mesir Atas pada jaman Pra- Dinasti, dan yang kemudian diusir setelah Mesir disatukan oleh raja Menes. Bukan mustahil, perang besar prasejarah ini adalah sama dengan yang disebutkan oleh Plato sebagai “Perang Atlantis”, ketika bangsa Mesir dan bangsa Yunani bersatu untuk mengusir penjajah dari Atlantis. Banyak bangsa-bangsa kuno membicarakan tentang wilayah yang sama di seberang laut yang tertutup oleh sebuah haze gelap yang merupakan asap vulkanis. Sehingga, Polynesia membicarakan Hawaiki, sebuah pulau yang luas atau benua, di atas samudera itu. Hawaiki dikatakan merupakan tanah asal mereka yang hancur, di Indonesia, dan dianggap merupakan sebuah Paradis yang sebenarnya sebelum kehancurannya akibat sebuah bencana alam vulkanis yang hebat. Bencana alam ini menenggelamkan tanah ini.

Kehancuran Hawaiki terjadi selama perang besar itu, sama halnya dengan kasus Atlantis. Sisa-sisa Hawaiki, Paradis orang Polynesia, menjadi sama dengan sebuah neraka, sebagaimana dalam Legenda Yunani atau lainnya. Menarik untuk dicatat bagaimana, dalam tradisi- tradisi barat, Paradis dan sisa-sisanya berlokasi ke arah Asia Timur, di Timur Jauh dan di Oceania, kebalikannya adalah benar, dan ini berlokasi di Barat. Dengan kata lain, tradisi-tradisi umum sepakat bahwa Paradis itu berlokasi tidak lain di Indonesia, “Pusat Dunia” yang sebenarnya. Indian Amerika –yang bertempat dalam sebuah posisi intermediate dibingungkan dengan isu itu. Bagian pantai dari Pasifik menunjuk ke Barat, di mana Atlantik menunjuk pada sebuah daerah di atas Samudera Atlantik dan mungkin selanjutnya menyebrangi Samudera India juga, di Indonesia. Bangsa Romawi, atau pendahulunya, bangsa Etrusca memiliki tradisi sehubungan dengan asal mereka dari seberang laut yang tenggelam ke dasar laut dalam sebuah bencana alam sesaat setelah atau selama sebuah perang besar. Mereka dibawa oleh Aeneas, dan datang dalam Armada kapal-kapal besar dari sebuah wilayah di luar Pilar Hercules. Catatan perjalanan Aeneas tidak jelas, sebagaimana seringkali kasus pahlawan-pahlawan dari Atlantis. Aeneas dikatakan berasal dari Troy yang tenggelam, memimpin bangsa Romawi menuju daerah yang menjanjikan. Kemungkinan lain ia berasal dari gunung Ida, yang merupakan Paradis bangsa Yunani dan Bangsa Roma, dan yang tampaknya sama dengan Eden dalam tradisi-tradisi Judeo-Christian.

Satu yang harus diyakini bahwa Troy yang sebenarnya bukanlah di Turki sebagaimana para ahli arkeologi menganggapnya, tetapi di atas samudera India, sebagaimana jelas dari teks Homer, Virgil, dan lain-lain. Untuk memulai dengan Troy ada “di atas samudera”, yang bukan merupakan kasus Hissarlik. Yang kedua, ia merupakan sebuah kota besar, dan bukan desa kecil yang buruk yang ditemukan oleh Schielman di Turki. Ketiga, Troy versi Homer seperti Aeneas, tapi berlawanan dengan Hissarlik ada di atas pesisir itu, dan benar-benar merupakan sebuah pelabuhan laut yang diserang dari laut oleh bangsa Yunani. Troy yang sebenarnya tenggelam ke dasar laut, dan tidak ditemukan pada tanah yang kering.

Yang sama adalah “Silicy” yang benar dari dimana Aeneas meninggalkan sebuah masa kedua. Ini benar-benar Thrinicia dari Samudera Luar yang dikunjungi oleh Odysseus dan pahlawan-pahlawan kuno lainnya. Namanya berarti “Trisula”, sebuah kiasan untuk Gunung Triple Lanka (Gunung Trikuta) dan benar-benar bukan Silicy yang berbentuk segitiga. Hal yang bodoh bagi Virgil jika menyatakan bahwa Aeneas berangkat dari Silicy dan menyeberangi Samudera untuk mencapai Romawi, yang hanya beberapa kilometer jauhnya.

Cerita tentang Thrinicia ini ditransfer oleh bangsa Yunani dan Romawi pada Silicy, dengan hasil sebagaimana yang telah disebutkan. Itu adalah tempat terjadinya perang yang terkenal antara Zeus dan Typhon . perkelahian yang sama diceritakan dalam Veda, sebagai pertempuran hebat Indra dengan Vritra, yang bangsa Yunani mengadaptasinya ke dalam Zeus dan Typhon. Selain itu, dongeng Hindu diubah ke dalam pertempuran antara Hercules dengan raksasa Caccus, dan ke dalam perang antara para Dewa melawan para raksasa. Sebagimana di India, pertempuranpertempuran ini merupa-kan sebuah kiasan atas perang Atlantis. Lebih tepatnya, pertempuran-pertempuran yang disebutkan di atas, melambangkan Atlantis, dan peperangan antar-elemen dalam kemarahan.

Atlantis dirusak oleh Api (Vulkanis) dan Air (Oceanis) dan kejadian itu secara umum adalah memperingati Cosmogonic Hierogamy dari Air dan Api. Di India, Vritra mewakili element Api, sedangkan Indra mewakili elemen Air. Di Yunani, Poseidon (atau Typhon) mewakili elemen air, sedangkan Zeus dan petirnya mewakili Api. Pertempuran ini membawa pada kehancuran dunia dan mulainya sebuah era baru. Karena itu, kejadian ini secara umum adalah memperingati awal tahun baru, sebuah kejadian yang ekivalen dengan era baru.


neody2.blogspot.com/2011/07/petunjuk-mengenai-atlantis-pada-tradisi.html?m=1

Bhavisya Purana dan Ramalan Veda tentang Muhammad


Artikel di bawah ini berasal dari sumber-sumber Hindu, saya hanya menerjemahkan, silakan Anda sendiri yang mengambil kesimpulan.


According to some Hindu and Ahmadiyya scholars, the ancient Hindu text Bhavishya Purana (attributed to Vyasa) predicted the coming of Mohammad and Islam hundreds of years ago.

Terjemahan:
Menurut beberapa ahli Hindu dan Ahmadiyah, teks kuno Bhavishya Purana (yang menurut
tradisi dibuat oleh Maha Rsi Vyasa) memprediksikan kedatangan Muhammad dan Islam ratusan tahun yang lalu."

http://en.wikipedia.org/wiki/Tripurasura

Berikut Ini Purana Hindu yang meramalkan Muhammad. Untuk melihat bahasa Sansekertanya silakan lihat di sini: http://bhavishyapuran.blogspot.com/2007 ... on-of.html


According to Bhavishya purana, Mahamada (Incarnation of Tripurasura the demon) = Dharmadushika (Polluter of righteousness)
Religion founded by Mahamada = Paisachyadharama (demoniac religion)

Terjemahan:

Menurut Bhavishya purana Mahamada (Reinkarnasi Iblis Tripurasura) = Dharmadushika (Sang perusak moral)Agama yang didirikan oleh Mahamada = Paisachyadharama (agama dengan sentuhan iblis)

Bhavishya Purana (futuristic mythology) (Circa 3000 B.C) - http://www.indiadivine.org/hinduism/art ... n-of- Islam [From the third part of the Pratisarga Parva.]

Terjemahan:

[Dari bagian ketiga Pratisarga Parva.]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Shri Suta Gosvami said: In the dynasty of king Shalivahana, there were ten kings who went to the heavenly planets after ruling for over 500 years. Then gradually the morality declined on the earth. At that time Bhojaraja was the tenth of the kings on the earth. When he saw that the moral law of conduct was declining he went to conquer all the directions of his country with ten-thousand soldiers commanded by
Kalidasa. He crossed the river Sindhu and conquered over the gandharas, mlecchas, shakas, kasmiris, naravas and sathas. He punished them and collected a large ammount of wealth. Then the king went along with Mahamada (Muhammad), the preceptor of mleccha-dharma, and his followers to the great god, Lord Shiva, situated in the desert. He bathed Lord Shiva with Ganges water and worshipped him in his mind with pancagavya (milk, ghee, yoghurt, cow dung, and cow urine) and sandalwood paste, etc.
After he offered some prayers and pleased him.

Terjemahan:

Shri Suta Gosvami berujar: Pada dinasti raja Shalivahana, terdapat sepuluh raja yang pergi ke surga setelah berkuasa lebih dari 500 tahun. Kemudian secara perlahan-lahan terjadilah kemerosotan moral di bumi. Saat itu adalah masa pemerintahan raja Bhojaraja yang merupakan raja kesepuluh. Ketika ia melihat
hukum moral dan tingkah laku semakin merosot, ia memerintahkan Kalidasa dengan
membawa 10.000 tentara menaklukan seluruh penjuru wilayah di luar negerinya. Ia
menyeberang sungai Sindhu dan menaklukkan gandhara, mleccha, shaka, kasmiri, narava dan satha. Ia menghukum mereka dan mengumpulkan sejumlah besar kekayaan.
Kemudian raja bersama dengan Mahamada (Muhammad), seorang pemberi ajaran
mleccha-dharma dan para pengikutnya pergi kepada dewa yang maha tinggi, Dewa Shiva,
yang bertempat di padang pasir. Ia mempermandikan Dewa Shiva dengan air suci
Ganga dan memujanya dalam pikirannya dengan persembahan pancagavya (susu,
ketimun, yoghurt, kotoran sapi, dan urine sapi) dan ramuan kayu cendana, dll. Hal itu dilakukan setelah ia memanjatkan doa dan menyenangkannya.
***
Suta Goswami said: After hearing the king's prayers, Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to the place called Mahakakshvara, that land is called
Vahika and now is being contaminated by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists dharma. There was a mystic demon named Tripura (Tripurasura), whom I have already burnt to ashes, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada (Muhammad) and his deeds are like that of a ghost. Therefore, O king, you should not go to this land of the evil ghost. By my mercy your intelligence will be purified. Hearing this the king came back to his country and Mahamada (Muhammad) came with them to the bank of the river Sindhu. He was expert in expanding illusion, so he said to the king very pleasingly: O great king, your god has
become my servant. Just see, as he eats my remnants, so I will show you. The king became surprised when he saw this just before them. Then in anger Kalidasa
rebuked Mahamada (Muhammad) "O rascal, you have created an illusion to bewilder the king, I will kill you, you are the lowest..."

Terjemahan:

Suta Gosvami berujar: Setelah mendengar Doa dari raja, Dewa Shiva berkata: Oh raja Bhojaraja, kau harus pergi ke tempat yang dinamakan Mahakakshvara (Mekkah?), negeri itu dinamakan Vahika dan sekarang tercemar dengan para mleccha. Di negeri yang sangat rusak itu tidak ada lagi dharma. Dulu pernah ada iblis yang bernama Tripura (Tripurasura), dimana Aku pernah memusnahkannya menjadi debu, namun ia kembali lagi atas perintah Bali. Ia tidak berasal dari manapun namun ia mendapatkan berkat dariKu. Namanya adalah Mahamada (Muhammad) dan perbuatannya adalah serupa iblis. Oleh karena itu, Oh raja, Kau memang tidak seharusnya pergi ke tempat di mana iblis bersemayam. Dan dengan berkatKu maka pikiranmu akan dimurnikan kembali. Mendengar ini, maka raja kembali ke negerinya dan Mahamada (Muhammad) mengikuti mereka sampai di pinggiran sungai Sindhu. Ia (Mahamada) adalah seorang ahli dalam mengembangkan Ilusi/khayalan, sehingga ia berkata pada raja dengan sangat senangnya: Oh raja besar, tuhanmu telah menjadi pelayan saya. Lihatlah nanti, setelah ia memakan remah-remahku, saya akan membuktikannya kepadamu. Sang raja menjadi terkejut ketika melihat hal tersebut. Kemudian dalam kemarahannya Kalidasa menegur: "Oh penipu, kau telah menciptakan khayalan untuk membingungkan raja. Aku akan membunuhmu, kau adalah manusia paling rendah..."

***
That city is known as their site of pilgrimage, a place which was Madina or free from intoxication. Having a form of a ghost (Bhuta), the expert illusionist
Mahamada (Muhammad) appeared at night in front of king Bhojaraja and said: O king, your religion is of course known as the best religion among all. Still I am going to establish a terrible and demoniac religion by the order of the Lord. The symptoms of my followers will be that they first of all will cut their genitals, have no shikha, but having beard, be wicked, make noise loudly and eat everything. They should eat animals without performing any rituals. This is my opinion.They will perform purificatory act with the musala or a pestle as you purify your things with kusha. Therefore, they will be known as musalman, the corrupters of religion. Thus the demoniac religion will be founded by me. After having heard all this the king came back to his palace and that ghost (Muhammad) went back to his place.

Terjemahan:

Kota itu dikenal sebagai tempat ritual khusus ibadah (haji?) mereka, sebuah tempat yang mana dahulunya adalah Madina atau bebas dari kemabukan. Dalam wujud setan (Bhuta), sang ahli ilusi, Mahamada (Muhammad) muncul pada suatu malam di hadapan raja Bhojaraja dan berkata: Oh raja, agamamu sudah tentu merupakan agama terbaik diantara yang ada. Namun tetap saja aku akan mendirikan suatu agama yang mengerikan dan memiliki sentuhan Iblis seperti yang dikatakan Tuhan. Nantinya, pengikutku mempunyai ciri-ciri yaitu pertama-tama mereka disunat, tidak memiliki shikkha, namun berjanggut, jahat, membuat kegaduhan dengan nyaringnya dan memakan segala. Mereka seharusnya makan binatang apapun tanpa melakukan persembahan. Ini adalah pendapatku. Mereka melakukan ritual penyucian dengan musala atau alu dalam bentuk seperti engkau menyucikan segala sesuatunya dengan kusha. Karena itu, mereka akan dikenal sebagai kaum musalman (muslim), kaum perusak agama. Demikian agama dengan sentuhan Iblis itu diciptakan olehku. Setelah mendengar semua sang raja kembali ke istananya dan setan tersebut (Muhammad) kembali ke tempatnya.
***

The intelligent king, Bhojaraj established the language of Sanskrit in three varnas - the brahmanas, kshatriyas and vaisyas - and for the shudras he established
prakrita-bhasha, the ordinary language spoken by common men. After ruling his kingdom for 50 years, he went to the heavenly planet. The moral laws established by him were honored even by the demigods. The arya-varta, the pious land is situated
between Vindhyacala and Himacala or the mountains known as Vindhya and Himalaya. The Aryans reside there, but varna-sankaras reside on the lower part of Vindhya. The musalman people were kept on the other side of the river Sindhu. On the island of Barbara, Tusha and many others also the followers of Isamsiha were also situated as they were managed by a king or demigods.

Terjemahan:

Sang raja yang cerdas, Bhojaraj mendirikan bahasa Sansekerta dalam tiga varnas -
brahmana, kshatriya dan vaisya - dan untuk shudra dia mendirikan prakrita-bhasha, bahasa umum untuk pergaulan. Setelah Raja memerintah kerajaannya selama 50 tahun, ia
pergi ke surga. Hukum moral yang didirikan olehnya sangat dihormati bahkan oleh para
manusia yang kemudian menjadi dewa. Arya-varta, tanah yang diberkati ini berada di antara Vindhyacala dan Himacala atau pegunungan yang dikenal sebagai Vindhya dan Himalaya. Kaum Aryan bertempat tinggal di sana, tetapi varna-sankara bertempat tinggal di bagian Vindhya yang lebih rendah. Kaum musalman tetap berada di sisi lain sungai Sindhu. Di pulau Barbara, Tusha dan banyak lainnya merupakan pengikut Isamsiha (Jesus) di mana mereka dipimpin oleh seorang raja atau para manusia yang kemudian menjadi dewa (santo?).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Note This
Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to the place called Mahakakshvara, that land is called Vahika and now is being contaminated by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists dharma. There was a mystic demon named
Tripura (Tripurasura), whom I have already burnt to ashes, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada (Muhammad) and his deeds are like that of a ghost. According to Bhavishya Purana Muhammad was the rebirth of Tripurasura the Demon. Tripurasura was killed by Shiva in his (Tripurasura's) past life.

Terjemahan:

Perhatikan Ini
Dewa Shiva berkata: Oh raja Bhojaraja, kau harus pergi ke tempat yang dinamakan
Mahakakshvara, negeri itu dinamakan Vahika dan sekarang tercemar dengan para mleccha. Di negeri yang sangat rusak itu tidak ada lagi dharma. Dulu pernah ada iblis yang bernama Tripura (Tripurasura), dimana Aku pernah memusnahkannya menjadi debu, namun ia kembali lagi atas perintah Bali. Ia tidak berasal dari manapun namun ia mendapatkan berkat dariKu. Namanya adalah Mahamada (Muhammad) dan perbuatannya adalah serupa iblis.

Menurut Bhasviya purana Muhammad adalah reinkarnasi dari Iblis Tripurasura.
Tripurasura pernah dibunuh oleh Dewa Shiva dikehidupan sebelumnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tambahan:
Mleccha
1 A barbarian,a non Aryan (One not speaking the Sanskrit Language or not conform in to Hindu or Aryan institutions),a foreigner in general
2 An Outcast, a very low man, Bodhayana thus defines the word:
gomAmsakhAdako yastu viruddhaM bahubhAshhate |
sarvAchAravihInashcha mlechchha ityabhidhiiyate |
He who eats cow's meat, and speaks a lot against shastras and he, who is also devoid of all forms of spiritual practice, is called a mlechha.
3 A sinner, A wicked person, A savage or barbarian race

Terjemahan:
1 Orang barbar, non Arya (tidak berbicara bahasa Sansekerta atau tidak mengikuti ajaran Hindu atau Arya), orang asing secara umum
2 orang terbuang, manusia yang sangat rendah, Bodhayana mendefinisikannya dengan:
Dia yang memakan daging sapi, dan berbicara banyak menentang shastra dan juga tidak melakukan segala bentuk latihan spiritual, disebut mlechha
3 Pendosa, manusia jahat, ras yang brutal atau barbar Paisachya Demonical, Infernal

Terjemahan:
Seperti setan, Berkelakuan setan Tripurasura Asura
1 An evil spirit, demon
2 A general name for the enemies of Gods

Terjemahan:
1 Roh jahat, iblis
2 Nama umum untuk musuh-musuh para Dewa

Sumber referensi lainnya: http://www.astrojyoti.com/
bhavishyapurana-3.htm

Minggu, 08 April 2012

Tempat dengan Nama Terpendek



Nama tempat tersingkat adalah ‘Å’ terletak di antara Swedia dan Norwegia.Dalam bahasa Skandinavia, ‘Å’ berarti "sungai"

Gambar di atas adalah tanda jalan di tempat itu untuk wilayah – Tanda jalan ini sering dicuri karena keunikan namanya.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 07 April 2012

Misteri Batu Ica di Peru

Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa
bernama ICA yang memiliki sebuah museum batu. Di
dalam museum tersebut terpajang lebih dari 10.000
batu misterius yang terukir aneka gambar, sejumlah
besar gambar yang sulit dipercaya, yang tercatat
adalah sebuah peradaban manusia purbakala yang
sangat maju yang telah musnah, gambar-gambar batu
ini disebut prasasti batu ICA.

Menurut laporan media setempat, batuan-batuan
yang terukir gambar yang disimpan di museum
tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika
bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di
atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa,
binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana
dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori
lain.

Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan
ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli
terkait telah mengadakan tes kimia pada batu
tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-
batu tersebut berasal dari sungai setempat dan
merupakan batu Gunung Andes, permukaannya
ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan
dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman
disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut
sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang
ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme
jutaan tahun silam.

Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu
ukiran tersebut dinamakan “bangsa geological”,
menurut pengamatan dari gambar batu ukiran
tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat
maju. Di atas batu ukiran tersebut dilukiskan tentang
operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop,
peralatan medis, manusia yang mengejar dinosaurus
dan lain-lain pemandangan yang sulit dijelaskan
secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.

Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa
melihat secara jelas suasana kehidupan manusia
bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar
tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan
manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh,
dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin
binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu.
Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah
sejak ratusan juta tahun silam, namun yang
membingungkan adalah bagaimana manusia bisa
hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?

Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor
Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip
dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk
di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas
punggung Triceratops, tangannya menggengam
senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya,
tampak seorang manusia tengah menunggang di atas
punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu
terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik
tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.

Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr.
Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di
galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi,
mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak
perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia
modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.
Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang
melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang
tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada
ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan
menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada
peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang
hingga sekarang masih merupakan misteri yakni
daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang
ditemukan juga ada gambaran tentang daratan
purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan
bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke
empat batu tersebut memang benar merupakan peta
dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat
dan akurat.

Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa
geological menguasai teknologi medis yang tinggi,
misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana
cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses
transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini
baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah
satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan
pemisahan dan pengambilan benda berbentuk
gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan
menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti
transplantasi.

Pada batu ukiran tersebut juga dilukiskan tentang
teknologi pembiusan dengan akuputur dalam operasi
kedokteran. juga ada batu-batu yang mengukir
gambar tentang gen genetika.

Yang lebih unik lagi, sejumlah gambar pada batu
ukiran tersebut sama dengan gambar raksasa di
dataran Nasca, ribuan bentuk dari potongan batu
koral ini karya siapa, dan apa artinya, hingga sekarang
masih merupakan misteri, namun, apakah garis atau
bentuk batu-batu tersebut ada hubungannya dengan
ukiran batu ICA, belum dapat di buktikan.

Source: http://www.indowebster.web.id/
showthread.php?t=8616

Published with Blogger-droid v2.0.4

Misteri Kehebatan Teknologi Zaman Nabi Nuh

Sesungguhnya Piramid Agung bukanlah dibina ketika
pemerintahan Firaun Khufu (Cheops) tetapi telah
dibina berkurun sebelumnya oleh kerajaan-kerajaan
silam yang lepas. Firaun-firaun Mesir hanyalah
membaik pulih sahaja piramid- piramid ini yang
diwarisi mereka. Hakikat ini lama-kelamaan disedari
oleh ramai pengkaji tetapi ia terlalu lama untuk
dapat dipercayai oleh masyarakat dunia. Anda boleh
tonton filem 10.000 B.C dimana terdapat kaum yang
membina Piramid ditengah-tengah padang pasir
untuk mendapatkan gambaran tentang hal ini.
Arkiteknya dalam menentukan lokasi piramid terpaksa
melihat jarak bintang dilangit dan koordinasi bujur-
bujur ( bintang-gemintang ) dimana pada masa yang
sama dia juga adalah ahli astronomi dan ahli nujum
Istana.

Kedudukan ketiga-tiga piramid termasuk Piramid
Agung Giza adalah bertepatan dengan kedudukan
buruj Orion di langit, dan mengarah tepat ke arah
kiblat. Ini antara misteri paling terbesar dalam sejarah
kemanusiaan. Siapakah bangsa agung yang mula-
mula merencanakan pembinaan Piramid?

Sesungguhnya Piramid Mesir adalah penunjuk kiblat
paling besar yang terdapat dibumi di mana Allah Yang
Maha Agung telah menciptakan bintang-bintang Orion
sebagai tanda kiblat dilangit. Piramid Mesir adalah
petunjuk arah ke Baitullah di bumi manakala bintang
Orion adalah petunjuk arah ke Baitul Makmur di
langit. Maha Suci Allah yang menciptakan segala
sesuatu tanpa sia-sia. Bangsa misteri yang membina
piramid terawal sudah tentu sebuah bangsa yang
teramat bijak dan genius dan di zaman itu kemajuan
material adalah setanding malah lebih maju dari apa
yang kita dapati hari ini.

Tidak percaya?. Cuba anda bayangkan kehidupan
manusia sebelum berlakunya banjir besar di zaman
Nabi Nuh. Bayangkan kehidupan mereka adalah
teramat canggih dengan kereta-kereta mewah dan
kotaraya-kotaraya bercahaya serta pesawat-pesawat
terbang seperti UFO yang bersimpang siur di udara.
Setiap rumah terdapat sistem komputer yang canggih
dan kemudahan internet kelajuan tinggi. Tetapi
adakah semua itu berguna setelah banjir besar
melanda seluruh dunia. Tidak, tidak sama sekali.

Nabi Nuh memuatkan kapalnya dengan
manusia, hewan-hewan yang berpasangan serta
spesis-spesis tumbuh- tumbuhan yang terpilih. Di sini
kita dapat mengetahui bahawa ‘profesion’ Nabi Nuh
bukan saja seorang pengembang agama tetapi juga
pakar sains zoologi yang handal.

Nabi Nuh boleh membina kapal yang teramat besar
hanya berbekal pengikut yang tidak sampai 100
orang? Fikirkan. Seratus (100) orang itupun ada yang
wanita dan kanak-kanak jadi jumlah pekerja untuk
membina bahtera Nabi Nuh teramatlah sedikit.
Malah, para pengikut Nabi Nuh as terdiri
daripada orang miskin yang lemah dan melarat
sahaja. Nabi Nuh juga telah membina kapalnya dalam
jangka masa yang terhad (sesetengah pendapat
mengatakan dalam beberapa minggu sahaja). Misteri
ini benar-benar memeningkan pengkaji malah ada
juga pengkaji Barat yang mendakwa bahawa, Bahtera
Nabi Nuh dibina oleh makhluk asing. Sebenarnya kita
tidak akan hairan dengan kemampuan Nabi Nuh
ketika itu jika kita membayangkan kemajuan manusia
sebelum Banjir Besar adalah seperti kemajuan pada
masa kini sekurang- kurangnya. Kita boleh
membayangkan yang Nabi Nuh membina bahtera di
dalam hangar kapal yang besar berserta peralatan
dan mesin-mesin yang canggih dibantu sistem
perkomputeran yang termaju.

Masih tidak percaya?. Jika kita lihat pada kronologi
kemajuan manusia, kita boleh melihat logik atau tidak
kenyataan ini. Biar kita ambil jangkamasa dari
lahirnya Nabi Isa mengikut kalendar Masehi iaitu 1
Masehi hingga 2009 Masehi. Bagaimana kehidupan
manusia di zaman Nabi Isa hidup. Bagaimana
kemajuan manusia selepas 2000 tahun selepas
kelahiran Nabi Isa? Berapakah jangkamasa Adam
manusia pertama sehingga peristiwa Banjir Besar di
zaman Nabi Nuh. Katakanlah lebih kurang 2000 tahun
(ini anggaran yang amat minimum memandangkan
jangkamasa dari manusia pertama turun ke Bumi
sehingga Banjir Besar boleh memakan masa beribu-
ribu tahun), maka logiklah kemajuan manusia
mencapai tahap terhebat dan maju ketika Banjir
Besar.

Maka jika berfikir seperti ini, kita tidak akan terkejut
dengan kisah-kisah seperti Atlantis dan Lemuria serta
Kerajaan Rama yang mempunyai pesawat-pesawat
terbang seperti UFO. Peperangan juga melibatkan
kuasa nuklear seperti kesan- kesan yang ditemui di
Mohenjo-Daro dan Harappa.

Tetapi adakah semua kemajuan itu berguna berguna
apabila tibanya bala bencana? Semua kemajuan itu
habis tenggelam bersama-sama orang musyrik yang
mengingkari perintah Allah SWT setelah hanyut dalam
arus kemajuan material dan kecanggihan teknologi
yang mengkhayalkan. Manusia ketika itu semakin
rakus dengan kebendaan dan berbuat maksiat secara
terang-terangan. Tidak hairan jika terdapat parti bogel
di sana-sini. Pesta-pesta mandi buih acapkali
diadakan di festival-festival besar. Konsert-konsert
muzik yang mengkhayalkan seringkali diakhiri dengan
pesta seks yang menghairahkan dihadapan
sembahan-sembahan berhala yang mereka
pertuhankan. Dakwah Nabi Nuh dikesampingkan
walaupun sering keluar di media-media antarabangsa.

Mungkin anda berasa lucu dengan skenario yang
dipaparkan di sini. Ini kerana anda memikirkan Nabi
Nuh hidup seperti orang gua, bercucuk tanam dan
mengembala kambing sahaja. TIDAK SAMA SEKALI.
Lihatlah lukisan-lukisan misteri di dinding kuil-kuil
Firaun yang menceritakan satu mitos purba tentang
penghasilan tenaga elektrik siap dengan lukisan kabel
bawah tanah dan filemen elektrik. Penemuan bateri
purba di Iraq dan cakera padat purba Dropa
(sehingga kini tidak diketahui sama ada ia berbentuk
CD, CD-RW, DVD, DVD-RW atau sebagainya) di China.

Dan yang paling menggemparkan adalah penemuan
loji nuklear berusia lebih 2 juta tahun di Oklo, Afrika!
Apakah maksud semua ini? Berapa umur Bumi sebenarnya? Berapa umur umat manusia sebenarnya?. Kita tidak boleh menganggarkannya berdasarkan kajian Barat (buku rujukan sejarah di Malaysia banyak merujuk kepada sumber Barat) yang dipengaruhi oleh The Hidden Hand seperti Illuminati dan Freemason. Mereka sebenarnya mempunyai sebab untuk mengelirukan umat manusia. Segala kenyataan sebenarnya amat jauh dari apa yang kita dapat bayangkan.

Maka setelah Banjir Besar, para pengikut Nabi Nuh
pun bertebaranlah di muka bumi sehelai sepinggang
setelah meninggalkan kehidupan moden dan canggih
mereka ditelan banjir. Mereka kembali menjadi orang
gua dan mula berburu, bercucuk tanam dan mengail
ikan.

Di waktu-waktu malam mereka mungkin berkumpul di
tepi unggun api sambil mendengar cerita orang-orang
tua di kalngan mereka mengenai kehidupan
moden dan canggih mereka suatu ketika dahulu
seperti menaiki bas dan komuter (kebanyakan
pengikut Nabi Nuh adalah miskin) dan ada juga yang
pernah menaiki kereta. Mereka juga mungkin
menceritakan bangunan-bangunan tinggi dan
komputer.

p/s : Segala fakta dan dll di atas (kesan radioaktif di
Mohenjo-Daro, bateri Baghdad, cakera padat Dropa,
loji nuklear di Oklo), hanyalah fakta sokongan kepada
‘kemajuan teknologi umat zaman terdahulu’ dan tidak
merujuk kepada zaman Nabi Nuh as.

Source: ahmadsamantho.wordpress.com/2012/04/05/misteri-kehebatan-teknologi-zaman-nabi-nuh/

Published with Blogger-droid v2.0.4

Wimana, Puncak Teknologi Manusia?

Sebagaimana kisah Ramayana yang mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau "Astra").
Epik Ramayana menceritakan dengan terperinci
maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan
sebuah pesawat "Asvin" (atau Atlantean). Ini adalah
suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi
kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno
India.

Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di
padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama
diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua
Atlantis. Tujuh buah kota besar yang teragung dalam
Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama "Tujuh
Kota-Kota Rishi" dalam teks klasik Hindu.

Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat
ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil
sebagai "Vimanas" Epiks India kuno telah
menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat
yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan
dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah
pesawat dan menara pada bagian atasnya.

Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita
mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang
alias UFO. Vimana dikatakan mempunyai kemampuan
untuk terbang dengan kecepatan angin dan
mengeluarkan bunyi bermelodi.

Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis bagi pesawat
Vimana, sebagian berbentuk piring dan yang lain
berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk
kerucut).

Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal
sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan
berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar
manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan.
Sedangkan bgaian manuskrip yang ditemukan malah
telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.
Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah
yang berkaitan dengan

keberhasilan perjalanan angkasa dengan
menggunakan sebuah Vimana. Terdapat 230 puisi
berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh
seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan,
dan kisah penerbangan di antara burung-burung.
Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika
Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama Bhara Dewaji
yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama
sebagai sumbernya. Kitab itu ditemui di dalam sebuah
kuil di India dan di dalamnya tercantum
keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara
mengemudikan Vimana, langkah-langkah
penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan
terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan
petir. Kitab itu menjelaskan bagaimana cara
menyerap energi matahari.

Vaimanika Sastra (atau Vymaanika-Shaastra)
mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa
yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara,
termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau
hancur. Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian
tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan
mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa
juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana.

Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa
Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan
disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979.

En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi
Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.
Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi "anti-gravitasi". Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden. Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat.

Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah
disimpan di sebuah Vimana griha, seperti
penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan
sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan
sejenis bahan merkuri. Cat putih kekuningan
kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin
Vimana mempunyai hitungan sumber energi yang
berlainan termasuk mesin penggerak dan malah
mesin jet saraf.

Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi
juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama
bagi roket V.8 mereka. Kaki tangan Hitler dan Nazi
juga dikatakan berminat dengan India kuno dan Tibet
sehingga pada awal tahun 30-an telah membawa
satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap
tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat
dan tidak mustahil jika dikatakan pihak Nazi mungkin
memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua
sumber kuno ini.

Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian
dari epiks Mahabarata dan Ramayana, Vimana
digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur
dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin
kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri. Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradhara telah
menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk. Pada
jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan
merkuri sebagai bahan bakar Vimana, melihat
gambaran yang dijelaskan oleh buku itu.

Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa panduan mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding gua di turki dan Gurun Gobi. Dari ukiran dan relief yang terdapat pada potongan
tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah
kendaraan kosmik melaju. Pesawat terbang antar
planet itu dilambangkan dengan segitiga yang di
dalamnya terdapat simbol merkuri. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah mampu mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah Asia, Atlantis, sampai ke Amerika Selatan.

Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang
menjelaskan tentang peperangan Ramayana yang
menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semcam itu. Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu.

Mari kita simak bait-bait yang tertulis dalam kitab
Mahawira dan Bhawabhuti yang berasal dari abad
ke-8:
"Sebuah kendaraan udara, Pushpaka membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit dipenuhi berbagai kendaraan terbang. Gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka yang kekuningan."

Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah
yang lain, telah digunakan untuk tujuan peperangan.
Orang-orang Atlantis menggunakan kenderaan
terbang mereka, "Vailixi" untuk menyerang negeri-
negeri lain dan menguasai dunia. Dalam teks kuno
India mereka dikenal dengan bangsa Aswins.

Meskipun tak ada catatan tentang pesawat Vailixi dari
bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke
India melalui udara banyak sekali diceritakan.
Deskripsi Vailixi berbentuk silinder panjang dan selain
dapat terbang juga mampu bergerak dibawah air
seperti kapal selam modern.

Kendaraan-kendaraan lain, seperti Vimana berbentuk
seperti piring dan mungkin juga bisa bergerak di
bawah air. Menurut Eklal Kuehshana, penulis "The Ultimate Frontier", dalam satu artikel yang ditulisnya dalam 1966, menyatakan bahwa Vailixi yang paling awal
dibuat di Atlantis yaitu kira-kira 20,000 tahun lampau
dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya."

"Mereka menggunakan satu peralatan mekanikal yang
anti-gravitasi dengan menggunakan tenaga mesin
sebesar 80,000 tenaga kuda,"

Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang
menerangkan Vimana, ada yang menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan kesan
dari peperangan tersebut: "(senjata itu merupakan)
satu alat yang mengandung semua energi yang ada di
dunia ini. Satu kepulan asap yang besar dan cahaya
yang terang benderang bagaikan sinaran dari beribu-
ribu matahari telah dihasilkannya. Satu pancaran kilat,
satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang
menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka. Mayat-mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti. Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung-burung bertukar menjadi putih. Selepas beberapa jam semua bahan makan turut tercemar. Untuk mengelakkan diri dairpada api itu, para laskar terjun ke dalam sungai untuk
membersihkan diri mereka dan peralatan mereka."

Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata sedang
menggambarkan satu keadaan peperangan menggunakan bom atom. Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia gravitasi. Mereka telah mampu menciptakan mesin anti- gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai "Levitasi", namun masih belum lagi dipraktikkan, apakah kita dari Asia Tenggara harus bersikap acuh tak acuh saja dengan hal ini? Sadarlah.

Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang menakjubkan dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India. Terdapat sebuah epik yang menggambarkan peperangan Vimana-Vailixi di bulan. Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan letupan atomik dan kesan radioaktif ke atas penduduk.
Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan)
ditemukan oleh para arkeologi pada akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, ada yang berpegangan tangan seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba. Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki.

Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India, Irlandia, Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik. Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk Grid, dengan sistem saluran yang lebih baik daripada yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-jalannya dipenuhi dengan serpihan "kaca-kaca hitam". Serpihan tersebut
kemudiannya dikenal pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair akibat kepanasan yang melampaui batas.

Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama
akibat senjata atomik, dunia untuk sesaat kembali ke
zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya.
Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana dan
Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang. Karena
diciptakan untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun,
kebanyakan masih bisa digunakan, seperti yang terdapat dalam karya tulis "Nine Unknown Men", Ashoka, dan manuskrip Lhasa.
------------------
En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979.
ufomaniac.peperonity.com

Minggu, 01 April 2012

Fakta Tentang Bulan!



Usia Bulan

Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun. Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun.
Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

Lebih Keras di Atas


Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa bulan bagaimanapun juga sangat kuat dan tahan serangan. Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara
itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM!

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan .
Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih
keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit. Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu,
penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah nggak mungkin kopong dalam nya.

Bebatuan Bulan

Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas,karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya. Batu yang pernah diambil team apollo sebesar 380KG lebih, menunjukkan ada nya bahan unik dan langka
seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam,
dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang di bor tadi
adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium,uranium 236 dan neptunium 237. Bahan bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk
secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil sepuhan manusia!

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.


Air Menguap

Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

Ukuran Bulan = Matahari?

Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke
bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan. Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna.

Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.


Orbit yang Aneh


Orbit bulan merupakan satu satunya yang benar benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometris nya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung.

Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada poros nya. Suatu teori yang belum diyakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap hari nya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

Asal Usul Bulan

Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja di setujui oleh semua orang,setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu debu angkasa yang mampat
menjadi satelit bumi. Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa berada menjadi satelit bumi.

Terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi. Teori teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul,bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi
dan juga astronomi!

Bulan adalah Kapal Luar Angkasa?

Kesempurnaan bulan yang keterlaluan, dan berbagai anomali yang ada dibulan, plus ditambah banyaknya benda benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super
besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita. Dan bulan BELUM ditinggalkan oleh penghuninya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau
peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya cahaya dan benda benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja,bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi
bulan.

(aneh.us)

Selasa, 13 Maret 2012

Jembatan Ram Sethu yang Ternyata Fakta

Ternyata sudah banyak peradaban modern sebelum masa kita sekarang. Masa sebelum 4000 SM yang dianggap sebagai masa pra sejarah dengan peradaban Sumeria sebagai peradaban tertua didunia ternyata dianggap salah. Adanya Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis.

Naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana dan dinastinya, Bharatayudha dan kerajaan Hastinapura, bahkan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo yang berhasil ditemukan di Pakistan utara, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan sedikitnya juga telah menunjukkan bahwa memang telah ada peradaban modern di masa ribuan atau bahkan jutaan tahun sebelum era Masehi.

Dinasti Rama

Dinasti Rama diperkirakan berkuasa di bagian Utara India – Pakistan – Tibet hingga Asia Tengah pada tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM. Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya “Seven Rishi City” yang salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Beberapa kemajuan peradaban masa lalu:


1. Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan antara 30.000-15.000 SM.
2. Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir.
3. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).
4. Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato.
5. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo.
6. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan perang yang menggunakan senjata nuklir.
7. Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar.
8.Dalam sebuah sloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.
9. Beberapa Sloka dalam kitab Wedha dan Jaina secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari “wahana terbang” yang disebut ‘”Vimana” yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini.
10. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir dan Amerika Selatan.

Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat pula. Hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif yang kemudian berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.

Jembatan Tertua di Dunia, Adam Bridge, atau yang kerap dijuluki Rama Bridge (Raam Sethu) merupakan salah satu “Mysterious Places in the World’s” adalah rantai batu kapur buatan (bukan krn peristiwa alam) antara pulau Mannar, didekat Sri Lanka barat laut dan Rameswaram, di pantai tenggara India. Hindu percaya jembatan ini dibangun oleh pasukan kera atas instruksi dari Shri Rama, inkarnasi Wishnu untuk menyelamatkan Sita yang diculik ke Alengka oleh Rahwana, seperti yang ditulis di dalam epos besar Hindu, Ramayana. Banyak inskripsi, koin, panduan pengelana tua, referensi lama, peta religius kuno menandakan struktur ini dianggap suci oleh umat Hindu.

Jembatan purba misterius sepanjang 30 Km yang menghubungkan antara Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) ini diperkirakan telah berumur 1.000.000 tahun lebih.

Jembatan yang dinamakan "Vanara Sena" atau pihak NASA menyebutnya sebagai Jembatan Adam menuai berbagai macam perkiraan berkaitan dengan umur dan sejarah jembatan tersebut.

Umat hindu meyakini Jembatan Adam berkaitan erat dengan Epik Ramayana di mana disebutkan jembatan tersebut dibangun oleh Rama dan sekutunya, para manusia kera, yang dibantu para Dewa untuk membantu Rama menjangkau Srilanka guna menyelamatkan istrinya, Shinta, dari raja raksasa, Rahwana.

Sementara Srilanka Archeology Department mengatakan usia Jembatan Adam berkisar 1 hingga 2 juta tahun. Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam,yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut). Status dari jembatan tsb masih merupakan misteri hingga saat ini,menurut tafsiran para ahli,diperkirakan mungkin Rama Bridge sangat erat kaitannya dengan Epos terkenal India, Ramayana.
Srilankan Archeology Department telah mengeluarkan suatu statment yang menyebutkan usia Rama Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun,namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia hal itu belum bisa mereka terangkan.

S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku “Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence” mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam,walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya.

Epos Ramayana,menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tretha Yuga (menurut cakram masa evolusi Hindu/ cakram Hinduism tentang Epos tersebut terbagi pada masa Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (8.64.000 tahun) dan Kali (4.32.000 tahun).

Tahap sekarang menurut kalender mereka ialah Kali.Berarti menurut Epos tersebut, usia dari Rama Bridge berkisar 1.700.000 tahun.

.

Rabu, 09 Maret 2011

Maharsi Agastya dan Energi Listrik


Berikut ini adalah deskripsi Sansekerta yang diberikan oleh Maharsi Agastya di dalam bukunya “Agniyan” untuk subyek avionik (penerbangan dan elektronik?).

Sansthapye Mrunmaye patre "Tamrapatram" Susankritam
Chadayet Shighigrivenadrarbhihi kasthapansubhihi
Dastaloshtho nidhatavyaha paradachhaditstataha
Sanyogat jayate tejo mitravarun sandyitam
anen jalbhagosti pranodaneshu vayushu
evan shatana kumbhana sanyogaha karyakrutsmrutaha


Dalam bahasa Dewanagari, transkripnya adalah seperti berikut ini:

संस्था प्ये मृन्मये पत्रे "तम्रपात्र्न" सुसांकरतम
च्छाड्येत शिखी ग्रिवेनड्रारभिही कस्थापन्सुभिही
दस्तलोष्तो निधताव्याहा पारडच्छादितस्ताटाहा
संयोगात जयते तेजो मित्रावरून संद्यिटम
अणेन जलभगोस्ती प्रणोदनेशू वायूषू
एवं शतना कुंभना संयोगहा कार्यक्ृटसमृताहा

संस्था प्ये (Mengambil )
मृन्मये (tanah)
पत्रे patra= wadah, tabung)
"तम्रपात्र्न" ( pelat tembaga yang dibersihkan)
सुसांकरतम च्छाड्येत (ditutupi dengan )
शिखी ( Morchud = tembaga sulfat)
ग्रिवेनड्रारभिही कस्थापन्सुभिही ( debu yang digergaji dengan listrik, kasthapansu..)
दस्तलोष्तो ( Pelat seng yang ditutupi dengan )
निधताव्याहा पारडच्छादितस्ताटाहा (Merkuri)
संयोगात (kombinasi ini membangkitkan)
जयते तेजो मित्रावरून (listrik)
द्यिटम अणेन जलभगोस्ती प्रणोदनेशू वायूषू ( dapat memecahkan air, Jalbhanga, menjadi prana (oksigen ) dan udana (hidrogen ) vayu (gas)
एवं शतना कुंभना संयोगहा कार्यक्ृटसमृताहा ( seseorang memerlukan 100, Shata , wadah ) agar ini dapat bekerja.

Tidakkah ini sebuah bukti Pengetahuan Maharshi Agastya tentang membangkitkan energi listrik dari reaksi kimia dan menggunakannya untuk memecah molekul air menjadi hidrogen dan oksigen?

Maharshi Agastya juga menulis bahwa dengan menggunakan "Mitravarun Teja" ini, seperti listrik, seseorang dapat melapisi Tembaga dengan Emas atau Perak (dengan mengambil ‘Yakshar’ (nitrat)-nya)

(Source : “Swayambhu” by Dr. P. M. Vartak )

Jumat, 25 Februari 2011

Teori Kecepatan Cahaya di dalam Rg Weda


Di dalam pernyataan Rg Weda yang diberikan oleh Sayanacharya pada masa pemerintahan Vijayanagara abad ke-14 Masehi, dikatakan

tatha ca smaryate yojananam sahasre dve dve sate dve ca yojane ekena nimisardhena kramamana
तथा च स्मर्यते-योजनाना सहस्ट्रे द्वे-द्वे शते द्वे च योजने | एकेनं निमशारधेन क्रम मान नामोस्तुटे

Artinya:

[Oh Surya] Engkaulah yang melintas 2.202 yojana dalam waktu setengah nimesa.

Di sini satu yojana sekitar 9 mil, seperti yang terdapat dalam kitab Arthasastra (dan Adi Parwa, mahabharata). Ukuran waktu karena itu, sesuai dengan keterangan di dalam Purana, adalah sebagai berikut:
1 hari, 1 malam = 30 Muhurta = 24 Jam
1 Muhurta = 30 Kala = 24/30 Jam
1 Kala = 30 Kastha = 24/900 jam = 1.6 menit
1 Kastha = 15 Nimesha = (1.6/15) menit = 3.2 detik
1 Nimesha = 3.2/15 = 0.21333... detik

Oleh sebab itu, Satu Nimesha setara dengan 16/75 detik. (0.21333)
Kalau dihitung lagi, maka hasilnya adalah,

(2202*9 mil)/((16/75)/2 detik) = 185.793.75 mil/detik

Yang tiada lain adalah kecepatan cahaya!!! (Nilai ilmiahnya adalah 187.372 mil/detik)

Pada waktu itu satu – satunya sumber cahaya yang dikenal adalah matahari. Jadi sebutan Surya mengacu kepada cahaya matahari.

Infromasi ini disampaikan oleh Prof. Subhash Kak, seorang profesor terkemuka dalam bidang Permesinan Elektronik dan profesor dari Studi Asia dan Ilmu Pengetahuan Kognitif di Lousiana State University di Baton Rouge. Fakta ini juga tercantum di dalam buku Dr. V. Vartak di dalam bukunya, Vastav Ramayan.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...