Semua orang tahu bahwa konsumsi alkohol bisa membuat seseorang mabuk. Tapi apa yang
menyebabkan minum alkohol bikin mabuk?
Alkohol adalah produk alami yang dibuat dari biji- bijian, buah atau sayuran yang difermentasi, yaitu suatu proses yang menggunakan ragi atau bakteri untuk mengubah gula menjadi alkohol. Alkohol yang dihasilkan ini bisa digunakan sebagai pembersih,
antiseptik atau obat penenang.
Jika terbuat dari bahan alami, mengapa alkohol bisa berbahaya dan memabukkan? Seperti dikutip dari Kidshealth,ketika seseorang mengonsumsi alkohol, maka cairan ini akan diserap ke dalam aliran darah. Hal ini tentu saja mempengaruhi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang mengontrol hampir semua fungsi tubuh.
Alkohol adalah sebuah depressan yang berarti memperlambat fungsi sistem saraf pusat. Zat ini bisa menghambat beberapa pesan yang seharusnya disampaikan ke otak. Karena ada hambatan tersebut, maka bisa mengubah persepsi, emosi, gerakan,
penglihatan dan juga pendengaran seseorang. Dalam jumlah yang sangat kecil alkohol dapat membantu seseorang merasa lebih santai dan mengurangi rasa cemas. Namun jika jumlahnya berlebihan bisa menyebabkan perubahan besar di otak, sehingga menghasilkan intoxication.
Gejala yang timbul jika intoxication adalah terhuyung- huyung, kehilangan koordinasi serta tidak sadar dengan ucapannya. Terkadang juga membuat orang
bingung atau mengalami disorientasi. Orang yang mabuk berpikir bahwa dirinya bisa
bergerak dengan baik, padahal kenyataannya tidak seperti itu dan keluar dari karakter orang tersebut.
Reaksi yang timbul sangat tergantung dari tiap orang, pada beberapa orang efek yang muncul bisa sangat ramah berbiara atau justru sangat agresif dan marah.
Jika banyak konsumsi alkohol dalam waktu singkat, maka efeknya bisa lebih cepat yang ditandai dengan muntah. Untuk kasus ekstrimnya adalah pingsan, sesak napas, gula darah rendah, kejang dan bahkan bisa berakibat kematian.
Perubahan sistem saraf yang berasal dari minuman alkohol bisa membuat seseorang melakukan hal-hal bodoh atau memalukan. Karena gangguan dari sistem saraf itulah yang membuat seseorang menjadi mabuk jika mengonsumsi alkohol.
Totally Inspires
Pages
Followers
Halaman Populer
-
Tersenyum manis kesetiap orang akan membuat kita tampak ramah di mata orang selain di nilai ramah ternyata tersenyum juga membawa manfat b...
-
Om ityagre vyavaharet| nama iti pascat| narayanayetyuparistat| om ityekaksaram| nama iti dvi aksare| narayanayeti pancaksarani| etad vai ...
-
Artikel di bawah ini berasal dari sumber-sumber Hindu, saya hanya menerjemahkan, silakan Anda sendiri yang mengambil kesimpulan. According...
-
Sebenarnya, dan sesungguh – sungguhnya, Purana Hindu adalah sejarah dan bukan sekedar mitos dan legenda hampa seperti yang banyak di...
-
Kata chiranjiva adalah kata Sansekerta yang berarti makhluk yang hidup dalam waktu yang SANGAT lama. Kata ini sering disalahartikan dengan...
-
Gunung Kailasha adalah tempat yathra tertua di dunia. Di Himalaya pada era India purba, letaknya berdekatan dengan sumber mata air Sungai su...
-
SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH Oleh : Damar Sasangka --------------------...
-
Ternyata sudah banyak peradaban modern sebelum masa kita sekarang. Masa sebelum 4000 SM yang dianggap sebagai masa pra sejarah dengan perada...
-
Usia Bulan Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi...
-
Salah satu objek wisata yang sangat menarik di Sulawesi tengah adalah megalith yang terdapat di lembah Napu, Bada dan Besoa. Di daerah yang...
Diberdayakan oleh Blogger.
Ads 468x60px
Featured Posts
Tampilkan postingan dengan label Populer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Populer. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Maret 2012
Minggu, 29 Mei 2011
Anjing
Namanya Ringo. Dibeli di Kintamani, tempat yang secara khusus telah terkenal dengan anjing – anjingnya. Bongki senang bukan kepalang. Baginya, terlepas dari memelihara anjing bukanlah hobinya, setidaknya dia bisa menunjukkan kepada dunia bahwa dia mampu membeli seekor anjing remeh seperti membeli jajanan lima ribuan rupiah.
Kiranya bertambah pula penegasan dirinya di mata masyarakat kelas elit, kelas yang Bongki percayai telah berhasil dia daki dan taklukkan sedari dulu, sejak kehadiran Ringo. Jabatan di pemerintahan yang didapatnya dengan katrolan ratusan juta, mobil mewah yang segera akan lunas masa angsurannya, rumah hunian dengan terali tinggi yang angkuh, kaku, dan memaksakan mata yang melihatnya agar maklum akan apa yang ada di baliknya, istri yang didapatkan dengan cara black magic, semuanya semakin menambahkan bongkah – bongkah permata bagi perhiasan yang dalam kesadaran penuh ditebarkan oleh Bongki,yang empunya perhiasan.
Namun, pandangan setiap orang tidak bisa diseragamkan. Aku percaya ada ketertarikan yang pasti di dunia ini. Segala perihal menarik perihal lainnya yang serumpun. Harum kuntum mawar menarik indera lebah, laron tertarik gemerlapnya cahaya, be guling menarik buyung bangke, begitulah kira – kira.
Dan anjing ini? Apa yang ditariknya dari sekitarnya? Tubuhnya yang kecil – mungil tentu membuat hampir setiap orang yang melihatnya menjadi gemas. Kiranya demikianlah kodrat yang telah digariskan untuk ras anjing: untuk dicintai manusia pada masa mudanya, dan setia kepada tangan – tangan yang memberikannya makan. Kenyataan bahwa hampir semua anjing – anjing itu terlupakan, jika tidak tersingkirkan saat kudis dan kurap mulai menggerogoti badannya hampir menjadi klise dan kodrat akhir bagi sang anjing.
Lalu waktu berjalan merayap. Ringo pelan – pelan makin terabaikan. Tempatnya yang pernah berada di posisi terhormat mulai tergantikan oleh pangkat Bongki yang makin meninggi, sanjungan – sanjungan semu namun sangat berarti bagi Bongki, dan juga adanya interpretasi – interpretasi Bongki yang baru tentang prestise dan harga diri, yakni pergaulan dengan para pemegang kekuasaan, penguasa – penguasa yang sama dengan dirinya, tidak pernah merasa benar – benar berada di dalam puncak sesuatu. Jelas aku perhatikan semua perubahan itu, bahkan jauh sebelum Ringo ada di sana.
Bongki sudah tak seperti dulu lagi, pagi – pagi buta biasanya dia menyeduhkan susu dan menyiapkan roti atau daging buat Ringo. Terkadang, jika waktu memungkinkan, Bongki juga membawa Ringo berjalan – jalan di sekitar perumahan, sambil menunjukkan tampang kebangsawanannya yang tersohor itu. Dan kini, Ringo bahkan harus mengais tong – tong sampah di jalanan dalam keputusasaan.
Aku melihat dari jendela kamarku, Kadang meludah, kadang memaki di dalam hati. Ini kisah ironis yang menunjukkan dirinya setiap hari dan berjalan tepat di depan mataku. Mati sajalah kau, anjing… begitu suara getir di dalam benakku. Makin hari makin bertalu saja kata – kata itu. Makin menggema, merayu tanganku untuk melakukan sesuatu.
Jadi, pada satu hari yang kupilih secara acak, aku benar – benar membunuh anjing itu.
Dan waktu berjalan sewajarnya. Tak ada protes, kecuali dari pihak keluarga Bongki. Selebihnya tidak. Orang – orang pun tidak terlalu perduli.
“Anjing bukan ukuran bagi apapun; Secara prinsipil, kehadirannya memang diperlukan pada masa mudanya, selebihnya tetap bukan apa - apa” demikian kata salah seorang yang mengaku dirinya masyarakat.
Aku pikir, anjing itu, saat mudanya menarik hati. Namun, ketika mulai beranjak dewasa mulai mengikuti naluri rimba. Menggontok anjing – anjing lain yang lebih lemah daripadanya. Bahkan dia juga pinter, seperti tahu strategi perang, untuk mengalahkan lawannya yang dia rasa lebih kuat dia mengajak kawan – kawan anjingnya yang lain untuk bersekutu. Sinting.
“Anjing, asu, suka menjilat, tidak tahu malu dalam meraih sesuatu. Apapun akan dilakukannya untuk memenuhi rasa laparnya akan tulang – belulang. Bahkan, jika terpaksa, disuruh makan tai pun dia mau. Tak ada rasa malu.”
Nah, sampeyan tahu anjing laknat ini penuh dengan tipu – daya. Kalian tahu dia ini kehampaan tak berguna. Bahkan ketika masih laten, masih berupa wujud tanpa raga, aku tahu.
Sampah. Karena itulah aku menyingkirkannya. Meski rasa berdosa ini akan menghantuiku sampai ke liang lahatku, setidaknya aku merasa mewakili sebagian dari pikiran – pikiran kalian yang mungkin tak akan keluar saat anjing itu masih ada dan berbicara di hadapan kalian, menunjukkan diri sebagai hantu sepanjang hari.
Jadi, begitulah.Bongki dikuburkan hari ini. Masyarakat mengantarnya ke pengasingan terakhir dengan wajah tenang – hampa. Ringo juga ada di sana, berdiri di samping pusara, untuk kemudian pergi mengembara, entah kemana lagi mencari makna baru bagi hidupnya.
Aku masih di sini, di sudut jendelaku. Dingin, beku, ingin pergi ke dalam kegaiban. Aku memohon kepada Tuhan, namun Dia tidak mengijinkan.
[DeJa]
Kiranya bertambah pula penegasan dirinya di mata masyarakat kelas elit, kelas yang Bongki percayai telah berhasil dia daki dan taklukkan sedari dulu, sejak kehadiran Ringo. Jabatan di pemerintahan yang didapatnya dengan katrolan ratusan juta, mobil mewah yang segera akan lunas masa angsurannya, rumah hunian dengan terali tinggi yang angkuh, kaku, dan memaksakan mata yang melihatnya agar maklum akan apa yang ada di baliknya, istri yang didapatkan dengan cara black magic, semuanya semakin menambahkan bongkah – bongkah permata bagi perhiasan yang dalam kesadaran penuh ditebarkan oleh Bongki,yang empunya perhiasan.
Namun, pandangan setiap orang tidak bisa diseragamkan. Aku percaya ada ketertarikan yang pasti di dunia ini. Segala perihal menarik perihal lainnya yang serumpun. Harum kuntum mawar menarik indera lebah, laron tertarik gemerlapnya cahaya, be guling menarik buyung bangke, begitulah kira – kira.
Dan anjing ini? Apa yang ditariknya dari sekitarnya? Tubuhnya yang kecil – mungil tentu membuat hampir setiap orang yang melihatnya menjadi gemas. Kiranya demikianlah kodrat yang telah digariskan untuk ras anjing: untuk dicintai manusia pada masa mudanya, dan setia kepada tangan – tangan yang memberikannya makan. Kenyataan bahwa hampir semua anjing – anjing itu terlupakan, jika tidak tersingkirkan saat kudis dan kurap mulai menggerogoti badannya hampir menjadi klise dan kodrat akhir bagi sang anjing.
Lalu waktu berjalan merayap. Ringo pelan – pelan makin terabaikan. Tempatnya yang pernah berada di posisi terhormat mulai tergantikan oleh pangkat Bongki yang makin meninggi, sanjungan – sanjungan semu namun sangat berarti bagi Bongki, dan juga adanya interpretasi – interpretasi Bongki yang baru tentang prestise dan harga diri, yakni pergaulan dengan para pemegang kekuasaan, penguasa – penguasa yang sama dengan dirinya, tidak pernah merasa benar – benar berada di dalam puncak sesuatu. Jelas aku perhatikan semua perubahan itu, bahkan jauh sebelum Ringo ada di sana.
Bongki sudah tak seperti dulu lagi, pagi – pagi buta biasanya dia menyeduhkan susu dan menyiapkan roti atau daging buat Ringo. Terkadang, jika waktu memungkinkan, Bongki juga membawa Ringo berjalan – jalan di sekitar perumahan, sambil menunjukkan tampang kebangsawanannya yang tersohor itu. Dan kini, Ringo bahkan harus mengais tong – tong sampah di jalanan dalam keputusasaan.
Aku melihat dari jendela kamarku, Kadang meludah, kadang memaki di dalam hati. Ini kisah ironis yang menunjukkan dirinya setiap hari dan berjalan tepat di depan mataku. Mati sajalah kau, anjing… begitu suara getir di dalam benakku. Makin hari makin bertalu saja kata – kata itu. Makin menggema, merayu tanganku untuk melakukan sesuatu.
Jadi, pada satu hari yang kupilih secara acak, aku benar – benar membunuh anjing itu.
Dan waktu berjalan sewajarnya. Tak ada protes, kecuali dari pihak keluarga Bongki. Selebihnya tidak. Orang – orang pun tidak terlalu perduli.
“Anjing bukan ukuran bagi apapun; Secara prinsipil, kehadirannya memang diperlukan pada masa mudanya, selebihnya tetap bukan apa - apa” demikian kata salah seorang yang mengaku dirinya masyarakat.
Aku pikir, anjing itu, saat mudanya menarik hati. Namun, ketika mulai beranjak dewasa mulai mengikuti naluri rimba. Menggontok anjing – anjing lain yang lebih lemah daripadanya. Bahkan dia juga pinter, seperti tahu strategi perang, untuk mengalahkan lawannya yang dia rasa lebih kuat dia mengajak kawan – kawan anjingnya yang lain untuk bersekutu. Sinting.
“Anjing, asu, suka menjilat, tidak tahu malu dalam meraih sesuatu. Apapun akan dilakukannya untuk memenuhi rasa laparnya akan tulang – belulang. Bahkan, jika terpaksa, disuruh makan tai pun dia mau. Tak ada rasa malu.”
Nah, sampeyan tahu anjing laknat ini penuh dengan tipu – daya. Kalian tahu dia ini kehampaan tak berguna. Bahkan ketika masih laten, masih berupa wujud tanpa raga, aku tahu.
Sampah. Karena itulah aku menyingkirkannya. Meski rasa berdosa ini akan menghantuiku sampai ke liang lahatku, setidaknya aku merasa mewakili sebagian dari pikiran – pikiran kalian yang mungkin tak akan keluar saat anjing itu masih ada dan berbicara di hadapan kalian, menunjukkan diri sebagai hantu sepanjang hari.
Jadi, begitulah.Bongki dikuburkan hari ini. Masyarakat mengantarnya ke pengasingan terakhir dengan wajah tenang – hampa. Ringo juga ada di sana, berdiri di samping pusara, untuk kemudian pergi mengembara, entah kemana lagi mencari makna baru bagi hidupnya.
Aku masih di sini, di sudut jendelaku. Dingin, beku, ingin pergi ke dalam kegaiban. Aku memohon kepada Tuhan, namun Dia tidak mengijinkan.
[DeJa]
Selasa, 22 Maret 2011
Narsis
Narsisisme adalah istilah yang diperkenalkan oleh Havelock Ellis pada tahun 1898. Istilah ini sendiri berasal dari kata Narsiccus, legenda Yunani, karakter yang jatuh cinta terhadap sosoknya sendiri di dalam cermin. Di dalam psikoanalisis, menurut Sigmund Freud, narsisisme dipandang sebagai sesuatu yang normal dalam perkembangan anak. Setelah melewati masa pubertas, jika narsisisme ini muncul kembali maka dikatakan individu tersebut mengalami narsisisme kedua, dan ini mengindikasikan energi libido yang diarahkan secara eksklusif terhadap diri sendiri. Narsisme kedua ini dianggap tidak normal karena di dalamnya terkandung kecenderungan untuk memanfaatkan orang lain dan mengeksploitasi.
Dalam kadar tertentu narsisisme dianggap normal, dimana seseorang memiliki kecintaan terhadap diri sendiri dan aspirasi realistis. Kondisi ini menjadi tidak normal lagi, dan dapat didiagnose sebagai gangguan kepribadian, saat gejala itu secara signifikan merusak fungsi sosialnya. Individu yang mengalami gangguan kepribadian narsistik ini cenderung menyimpan perasaan merasa penting dan unik secara berlebihan. Dia terlalu sering asyik sendiri tenggelam di dalam fantasinya tentang atribut dirinya dan potensinya untuk sukses, dan biasanya bergantung kepada orang lain untuk menguatkan gambaran diri yang dia bayangkan itu.
Seseorang yang narsis cenderung menemukan kesulitan mendapatkan hubungan interpersonal yang sehat (dengan orang lain), karena berakar dari kurangnya rasa empati dan kecenderungannya yang suka mengambil manfaat dari orang lain akibat ketertarikannya terhadap ‘penaikan harga – diri.’ Gejala narsisisme ini juga sering ditemukan bersamaan dengan gangguan kepribadian antisosial.
Mitologi Narsisus
Di kota Thebes hiduplah seorang peramal yang amat terkenal. Tiresias namanya. Ramalannya selalu tepat. Banyak orang datang kepadanya minta ramalan, petunjuk, dan nasihat.
Adalah peri, mempunyai anak laki-laki bernama Narsisus. Peri itu bertanya pada Tiresias, apakah anaknya dapat hidup sampai tua. Peramal itu menjawab, “Bisa, asal ia tidak pernah mengenal dirinya sendiri.”
Sampai lama sekali, ramalan itu seakan-akan tidak mempunyai arti apapun.
Ketika Narsisus berumur enam belas tahun, ia disukai oleh banyak anak muda dan dicintai oleh banyak gadis. Tetapi ia terlalu sombong, tidak mau memperhatikan orang lain.
Sekali peristiwa, ketika ia bersama teman-temannya sedang memburu seekor rusa, peri Ekho melihatnya. Ekho tidak dapat bercakap-cakap, tapi juga tidak dapat berdiam diri kalau ada orang sedang bercakap-cakap. Ia hanya dapat mengucapkan kata-kata terakhir kalimat yang diucapkan orang lain. Ini akibat kutukan Yuno. Konon Yuno sangat marah kepada Ekho, karena Ekho mengajak berbicara terlalu lama untuk mengorek keterangan apa yang sedang dilakukan oleh suami Yuno, Yupiter.
Ketika dilihatnya Narsisus berjalan-jalan di dalam rimba, Ekho jatuh cinta. Dengan sembunyi-sembunyi ia mengikuti jejak Narsisus. Betapa besar keinginannya hendak mengajak berbicara dan membisikkan kata-kata yang lembut ke telinga Narsisus. Tetapi hal itu tidak dapat dilakukannya. Ia tidak mampu berbicara terlebih dahulu. Ia hanya dapat menunggu sampai Narsisus berbicara, lalu mengikuti dengan kata-katanya sendiri.
Pada suatu ketika, Narsisus terpisah dari teman-temannya. Ia pun berseru, “Apakah ada orang di sini?”
Ekho menjawab, “Di sini!”
Narsisus melihat ke sekeliling dengan heran. “Datanglah kemari!” teriaknya.
Sahut Ekho, “Datanglah kemari!”
Sekali lagi Narsisus memandang ke sekeliling dan seorang pun tak ada yang muncul. Ia berseru lagi, “Mengapa engkau menghindari aku?” Sekali lagi kata-kata yang sama terdengar olehnya. Ia berdiri tegak dan berdiam diri, bertanya dalam hati, suara siapakah gerangan itu. Lalu ia berseru, “Mari kita bertemu di sini!”
“Bertemu di sini!” jawab Ekho, lalu keluar dari tempat persembunyiannya, menghampiri Narsisus. Ingin sekali ia berdampingan. Tetapi Narsisus lari, sambil berseru, “Jangan sentuh aku! Lebih baik aku mati sebelum engkau menyentuh aku!”
“Sebelum engkau menyentuh aku!” sahut Ekho. Dan Ekho pun tidak dapat berbicara lebih lanjut. Cintanya ditolak. Hal itu dirasakannya sebagai penghinaan. Ia bersembunyi di hutan. Ditutupinya wajahnya yang kemerah-merahan karena malu dengan dedaunan. Kemudian ia hidup sendiri di gua-gua. Cintanya tak padam. Bahkan semakin menyala karena ditempa oleh kesedihan. Karena kurang tidur dan dirundung sedih, badannya semakin susut. Ia makin kurus. Semua zat yang mengandung air di dalam tubuhnya menguap ke udara. Hanya tinggal tulang-tulang dan suaranya. Suaranya masih tetap kedengaran. Tulang-tulangnya menurut cerita orang telah berubah menjadi batu. Ia tetap bersembunyi di hutan-hutan dan tidak pernah terlihat lagi di bukit-bukit. Namun semua orang dapat mendengar suaranya. Suaranyalah yang masih hidup.
Bukan Ekho saja yang telah dihina oleh Narsisus. Juga pemuda-pemuda temannya sendiri. Akhirnya salah seorang pemuda yang menderita karena perlakuan Narsisus, berdoa kepada dewa-dewa, “Semoga ia jatuh cinta seperti Ekho, tetapi terhadap dirinya sendiri. Dan semoga ia tidak dapat memperoleh apa yang dicintainya!” Doa itu rupanya didengar juga oleh Dewi Nemesis.
Di tengah-tengah rimba ada sebuah kolam dengan air jernih cemerlang. Tempat itu belum pernah dikunjungi oleh gembala atau ternak yang merumput di bukit-bukit. Tidak pernah ada burung yang datang ke sana. Bahkan ranting patah pun yang jatuh dari pepohonan di sekitarnya tidak pernah mengusik ketenangan permukaan air. Di sekitar kolam itu ada tanah datar berumput yang sejuk.
Datanglah Narsisus ke tempat itu. Ia senang melihat keteduhan di tempat itu, lalu berbaring di tepi kolam. Memandanglah mukanya ke permukaan air yang jernih. Tampak bayangan wajah di dalam air. Dipandangnya dengan penuh keheranan. Ia tertegun memandang mata yang cemerlang, pipi yang lembut, leher yang halus seperti gading, dan wajah yang cantik.Ia tidak mengetahui bahwa yang dipandangnya itu bayangan wajahnya sendiri. Ia pun jatuh cinta kepada wajahnya yang rupawan itu. Dan wajah di dalam air itu pun memandang kepada Narsisus dengan sepenuh cinta kasih.
Tidak puas-puasnya ia memandang bayangan wajahnya sendiri.
Ia bangkit, merentangkan lengannya lalu berseru kepada pepohonan di sekelilingnya, “O, kalian rimba dan pepohonan! Kalian yang menyaksikan sekian banyak percintaan, adakah orang yang lebih celaka daripada aku? Aku dapat melihat, tetapi tidak dapat menyentuh apa yang aku inginkan. Seakan-akan ada lautan luas yang memisahkan kami berdua. Sebenarnya kami hanya dipisahkan oleh air kolam. Wajahnya selalu memandangku dengan cinta kasih, senantiasa membalas senyumku, bahkan ikut menangis jika aku menangis. Tetapi mengapa ia selalu menghindar dariku?”
Dipandangnya lagi bayangannya sendiri dalam air. Ketika air matanya terjatuh di air, bayangan itu tampak gemetar dan terpecah-pecah.
“Jangan tinggalkan aku!” teriak Narsisus.
Demikianlah ia merana di tepi kolam itu.
Ekho, walaupun marah kepada Narsisus, sangat sedih ketika melihatnya. Kalau Narsisus berseru, “Aduhai!”, Ekho pun mengulangi, “Aduhai!”
Sambil memandang ke permukaan air, Narsisus berkata mesra, “Selamat tinggal, wajah yang aku cintai dengan sia-sia!” Lalu Narsisus meletakkan kepalanya di atas rumput. Maut menutupi matanya yang mengagumi keindahan wajahnya sendiri.
Peri-peri di rimba dan di sungai-sungai berduka cita atas kematiannya, sedang Ekho selalu menjawab tangis peri-peri itu. Mereka menyiapkan penguburannya dengan obor-obor dan timbunan kayu bakar. Tetapi tubuh Narsisus tidak dapat ditemukan, walaupun dicari ke mana-mana. Di tempat tubuhnya terbaring, mereka mendapati sekuntum bunga. Warnanya kuning dikelilingi kelopak-kelopak berwarna putih. Dari situlah , ada bunga yang namanya bunga narsis.
Source :
1. Wikipedia
2. www.kaskus.us/showthread.php?t=4815651
3. http://dityadewi.blogspot.com
4. www.Britannica.com
Kamis, 17 Maret 2011
10 Fenomena Pikiran
10. Deja vu
Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya - anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya. Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman "yang sebelumnya" ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadang-kadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.
9. Deja Vecu
Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam detil yang besar - seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian. Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi - tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya - tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.
8. Deja Visite
Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu. Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya "Our Old Home" di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.
7. Deja Senti
Deja Senti adalah fenomena akan sesuatu yang pernah dirasakan. Hal ini eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan jarang menetap di dalam ingatan anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang setelah mengalaminya adalah: "Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang sudah diperhatikan sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah dilupakan untuk sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu telah diingat kembali. Kemampuan mengingat itu selalu dimulai dengan suara orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri, atau dengan apa yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak normal aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti Oh, ya. Aku mengerti , Tentu saja, aku ingat , dan lain-lain, hanya satu atau dua menit kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa dengan apa yang sudah kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal seperti itu. Anda berpikir baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak mengucapkan suatu kata pun.
6. Jamais Vu
Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak.
5. Presque Vu
Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, "serasa sudah di ujung lidah" - merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah "presque vu" artinya "hampir melihat". Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang susah tidur dibuatnya.
4. L'esprit de'l Escalier
L'esprit de l'escalier (lelucon di tangga rumah) adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambatdan tidak berguna lagi diumpamakan kita berpikir ketika sudah berada di atas tangga meninggalkan suatu kejadian.
Sebuah kata dari bahasa Jerman treppenwitz digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah "being wise after the event" atau menjadi bijaksana setelah kejadian.
Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan mencintai orang yang sabar dan menahan diri.
3. Capgras Delusion
Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka. Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.
2. Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri secara cepat selama penampilannya aktingnya. Laporan pertama di 1927 dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini "mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya .
1. Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998 dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul "The Man Who Mistook His Wife for a Hat “ atau orang yang keliru akan istrinya karena topinya.
Kita mempunyai beberapa pengalaman akan perasaan, yang datang kepada kita beberapa saat, dari apa yang kita katakan, dilakukan setelah dikatakan atau dilakukan sebelumnya, di suatu waktu yang lampau - dari hal-hal di sekeliling kita, berupa masa lalu, dengan wajah-wajah sama, benda-benda, dan keadaan - dari pengetahuan kita yang sempurna akan apa yang akan dikatakan nanti, seolah-olah kita tiba-tiba mengingatnya! - Charles Dickens
Selasa, 08 Maret 2011
Multiple Intelligence, Delapan Jenis Kecerdasan
Howard Gardner, seorang psikolog terkemuka dari Harvard University, menemukan bahwa sebenarnya manusia memiliki beberapa jenis kecerdasan. Howard menyebutnya sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligence.
Mula-mula Howard menemukan tujuh kecerdasan, namun dalam perkembangan selanjutnya, ia berhasil menemukan satu kecerdasan lagi. Sehingga sampai hari ini diperkirakan setiap manusia memiliki delapan jenis kecerdasan.
Kedelapan jenis kecerdasan itu adalah:
1. Kecerdasan Linguistik (word smart)
2. Kecerdasan Spasial (picture smart)
3. Kecerdasan Matematis (logic smart)
4. Kecerdasan Kinestetis (body smart)
5. Kecerdasan Musik (music smart)
6. Kecerdasan Interpersonal (people smart)
7. Kecerdasan Intrapersonal (self smart)
8. Kecerdasan Naturalis (nature smart)
Setiap manusia memiliki semua jenis kecerdasan itu, namun hanya ada beberapa yang dominan atau menonjol dalam diri seseorang.
Kita sering kali menganggap bahwa orang yang memiliki kecerdasan matematis (logic smart) sebagai orang yang pintar. Namun, survei membuktikan bahwa mereka yang dulunya terkenal nakal dan bandel di kelas, justru pada saat bekerja bisa sukses dan menjadi pemimpin atas orang-orang yang dikenal rajin dan pandai di kelas. Mengapa bisa demikian?
Mereka yang nakal dan bandel itu bukanlah bodoh, tetapi mereka memang tidak menonjol dalam kecerdasan matematis dan mungkin menonjol dalam jenis kecerdasan yang lain.
Kita perlu mengetahui kecerdasan dominan kita, sehingga kita dapat lebih mengembangkannya.
1.Word Smart
Definisi:
Kecerdasan linguistik atau kecerdasan bahasa. Orang yang memiliki kecerdasan ini pandai mengolah kata-kata. Sebagian di antara mereka pandai berkata-kata (misalnya: presenter, rohaniwan, pendongeng, mc, dsb). Sebagian lagi pandai menulis (misalnya: novelis, penulis buku, dsb). Tetapi cukup banyak juga yang menguasai keduanya.
Ciri-ciri:
Suka membaca, gemar menulis (puisi, cerpen, novel, diary, dsb), suka bermain scrable atau mengisi TTS, pandai bercerita, suka memelesetkan atau memarodikan kata-kata, lebih suka mendengar secara lisan (auditory), mudah mengingat kata-kata aneh, suka menghibur orang lain atau diri sendiri dengan serangkaian kata/kalimat, suka berintonasi dalam berkata-kata, punya banyak perbendaharaan kata, mudah menemukan kejanggalan bahasa dalam tulisan atau kata-kata orang lain, suka menghabiskan waktu di toko buku.
Pengembangan:
Cara utama untuk mengembangkan kecerdasan ini adalah dengan membaca berbagai buku, majalah, dan litaratur lainnya. Ada baiknya membiasakan diri menulis sesuatu (pengalaman hidup sehari-hari, atau apa pun yang didapat ketika membaca sesuatu, menonton film, atau bersaat teduh).
Kecerdasan lain yang mendukung:
Akan lebih baik jika ditunjang dengan pengembangan self smart, logic smart, dan people smart. Ketiga kecerdasan itu akan lebih meningkatkan kemampuan anda dalam mengolah kata, serta memperluas wawasan anda.
Pekerjaan yang sesuai:
MC, pembawa acara, rohaniwan, trainer, penyiar radio, guru, editor, story teller, public relations, sastrawan, penulis, copywriter, pelawak.
2. Picture Smart
Definisi:
Kecerdasan spasial atau kecerdasan gambar. Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat mudah mengingat gambar, dan memiliki imajinasi yang kuat. Apabila ia membayangkan sesuatu, bayangan itu tergambar dengan jelas dalam pikirannya.
Umumnya orang dengan kecerdasan ini juga memiliki kemampuan dalam menggambar. Biasanya orang-orang yang memiliki picture smart adalah para seniman.
Kelebihan para pemilik picture smart, selain terletak pada imajinasinya juga pada matanya. Mata mereka biasanya peka atau jeli menangkap hal-hal yang tidak dilihat oleh orang lain.
Ciri-ciri:
Tidak mengalami kesulitan dalam membaca peta, lebih tertarik pada gambar daripada tulisan, peka terhadap warna, suka fotografi atau videografi, mampu membayangkan sebuah benda dilihat dari berbagai sudut, suka mencoret-coret bila sedang bertelepon atau berbicara dengan orang, suka bermain puzzle, suka menyederhanakan sesuatu menjadi gambar, gemar membaca komik, imajinatif (mudah membayangkan), peka terhadap tata letak (interior, majalah, dsb), suka menggambar.
Pengembangan:
Lebih banyak menggambar. Jika anda sedang belajar, cobalah untuk menggambar poin-poin penting yang anda dapatkan, karena anda akan lebih mudah mengingatnya. Jika anda sedang menulis catatan apa saja, cobalah untuk menambahkan gambar-gambar yang berhubungan dengan catatan anda. Lebih baik lagi jika anda membuat catatan harian (diary) berupa sketsa. Banyaklah membaca buku-buku yang memuat berbagai visualisasi menarik (buku-buku desain, fotografi, dsb).
Kecerdasan lain yang mendukung:
Kecerdasan lain yang paling mendukung adalah nature smart. Biasanya alam adalah sumber inspirasi yang tak terbatas bagi para seniman. Dalam dunia kerja, dibutuhkan juga berbagai kecerdasan lain untuk menunjang picture smart anda. Biasanya logic smart juga dibutuhkan untuk menunjang picture smart anda. Bahkan seorang desainer grafis juga membutuhkan word smart dalam pekerjaannya.
Pekerjaan yang sesuai:
Desainer grafis, arsitek, desainer interior, pemahat/pematung, fotografer, kamerawan, ilustrator, komikus, pelukis, desainer produk, animator, dan sebagainya.
3. Logic Smart
Definisi:
Kecerdasan matamatis atau kecerdasan logika. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya unggul dalam pelajaran-pelajaran IPA, seperti fisika dan matematika. Orang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan analisis yang kuat dan dapat berpikir secara teratur, bahkan pola pikirnya cenderung kaku.
Orang logic smart adalah orang yang realistis dan selalu mencari jawaban atas berbagai pertanyaan. Tetapi harus diwaspadai karena biasanya orang logic smart cenderung mencari alasan terhadap segala sesuatu, sehingga mereka sulit memercayai Tuhan yang ajaib.
Atheis umumnya terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang kecewa terhadap Tuhan atau agama. Kelompok kedua adalah orang-orang logic smart yang mencoba menganalisis Tuhan dan mencari penjelasan-penjelasan.
Ciri-ciri:
Unggul dalam matematika dan fisika, suka bertanya ‘kenapa’ terhadap segala sesuatu, mudah menghafal angka, suka menganalisis sesuatu, yakin bahwa segala sesuatu ada sebab/alasannya, tertarik pada teknologi dan berbagai penemuan terbaru, suka cerita detektif/misteri, bertindak secara kronologis/teratur/berurutan, suka berandai-andai, suka berdebat; senang melakukan penelitian, eksperimen, atau survei; menyukai film-film fiksi ilmiah (science fiction).
Kecerdasan lain yang mendukung:
People smart guna menambah wawasan dan teman, supaya tidak dianggap kutu buku dan orang aneh. Nature smart juga perlu guna memancing otak anda untuk menemukan berbagai pertanyaan yang bisa memperkaya pengetahuan anda. Music smart, karena konon katanya musik bisa merangsang kerja otak manusia menjadi lebih maksimal. Cocok bagi mereka yang gemar ‘memeras’ otak.
Pekerjaan yang sesuai:
Ilmuwan, guru/pengajar sains, akuntan, analis data, programmer, ekonom, ahli teknik (mesin, sipil, elektro, kimia), peneliti, ahli statistik.
4. Body Smart
Definisi:
Kemampuan untuk mengendalikan gerakan, keseimbangan, koordinasi, dan ketangkasan bagian-bagian tubuh. Umumnya orang dengan body smart sangat menyukai olahraga dan suka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mengandalkan fisik.
Orang body smart hampir tidak bisa berdiam diri dan cukup aktif. Namun, kecerdasan tubuh bukan hanya soal olahraga dan stamina fisik saja. Kemampuan berperan dan menirukan perilaku tertentu juga termasuk keahlian yang dimiliki oleh orang-orang dengan kecerdasan tubuh. Pernahkah anda melihat orang yang suka mengotak-atik sesuatu (misalnya mesin, peralatan elektronik, atau menjahit bagi yang wanita)? Bisa jadi mereka juga orang-orang yang memiliki body smart.
Ciri-ciri:
Suka berolahraga, bisa menirukan perilaku atau gerak-gerik orang lain, suka menari, suka kegiatan luar ruang, tidak betah duduk diam dalam waktu yang lama, menyukai kegiatan yang membutuhkan keterampilan tangan, ketika berpikir biasanya harus bergerak; ketika berbicara, banyak anggota tubuh yang bergerak; malas membaca, suka pekerjaan keluar kantor, memiliki kekuatan fisik dan stamina yang lebih tinggi dibanding orang lain, suka kegiatan yang berbahaya (misalnya bungee jumping).
Pengembangan:
Berolahraga! Selain itu bagi yang suka prakarya (pekerjaan tangan), cobalah untuk mengembangkan hobi tersebut. Bagi yang pria, bisa mulai belajar mengotak-atik mesin atau peralatan elektronik. Sedangkan bagi yang wanita, mulailah membuat berbagai pernak-pernik dan aksesoris. Cukup banyak buku keterampilan yang dapat dipelajari, mulai dari origami, clay, menjahit, lipat-melipat, dan sebagainya.
Kecerdasan lain yang mendukung:
Secara tidak langsung tidak ada kecerdasan lain yang secara spesifik diperlukan. Tergantung bidang pekerjaan terkait. Misalnya untuk olahragawan, logic smart juga diperlukan untuk menganalisis kemampuan dan kelemahan lawan, serta menyelidiki situasi lapangan dan kondisi lingkungan. Dengan memiliki kemampuan analisis yang baik, sang olahragawan dapat menyiapkan strategi terbaik guna meningkatkan kemungkinannya untuk berhasil.
Pekerjaan yang sesuai:
Atlet, penari, perajin, pesulap, penata rambut, penjahit, aktor, stuntman, montir, dan sebagainya.
5. Music Smart
Definisi:
Rasanya tidak perlu dijelaskan lagi. Bagi anda yang sangat menyukai musik dan punya bakat di bidang musik, sudah pasti anda adalah orang yang memiliki kecerdasan musik.
Ciri-ciri:
Suka bersiul, mudah menghafal nada lagu yang baru didengar, menguasai salah satu alat musik tertentu, peka terhadap suara fals/sumbang, suka bekerja sambil bernyanyi atau bersenandung, sangat berminat untuk mengetahui perkembangan musik dunia, mengenal berbagai jenis irama musik, punya keinginan untuk menguasai lebih dari satu jenis alat musik, merasa tidak bisa hidup tanpa musik, memiliki suara yang merdu, tertarik pada sesuatu yang menghasilkan bunyi-bunyian; bila mendengar musik, ada anggota tubuh yang mengikuti irama.
Pengembangan:
Banyaklah mendengar berbagai jenis musik. Berusahalah menguasai sebanyak mungkin alat musik, tetapi harus ada satu alat musik yang dikuasai hingga mahir. Bentuklah sebuah band dan berlatihlah bersama-sama. Ikut kursus atau mencari seorang guru juga akan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan musik anda. Jika ada waktu luang dan sedang dalam suasana hati yang baik, cobalah untuk menciptakan lagu sendiri.
Kecerdasan lain yang mendukung:
Secara langsung hampir tidak ada kecerdasan lain yang dibutuhkan. Tetapi secara tidak langsung body smart, self smart, word smart, picture smart, dan nature smart juga dibutuhkan dalam mengembangkan music smart anda.
Body smart dibutuhkan karena anda membutuhkan keterampilan tangan dan koordinasi tubuh untuk memainkan alat musik (kecuali vokalis tentunya). Self smart dan word smart bagus bagi anda yang suka menciptakan lagu. Picture smart atau nature smart bagus untuk mengembangkan otak kanan anda, karena bermain musik juga menggunakan otak kanan.
Pekerjaan yang sesuai:
Tentunya semua yang berhubungan dengan musik, mulai dari menjadi pemain musik, vokalis, pembuat jingle, arranger, pencipta lagu, dan sebagainya.
6. People Smart
Definisi:
Orang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Mudah berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, orang dengan kecerdasan ini sanggup menempatkan diri dan membaca situasi orang-orang di sekitarnya. Ia bisa dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Kegiatan-kegiatan berkelompok akan lebih disukai.
Ciri-ciri:
Mudah berteman, suka bertemu dengan orang-orang atau kenalan baru, suka bekerja dalam kelompok, suka kegiatan sosial, berusaha ‘maha hadir’ (suka bila dibutuhkan oleh orang lain), tidak betah berada di rumah sendirian, banyak berbicara, dalam menghadapi masalah cenderung meminta bantuan orang lain, suka memotivasi orang lain, senang berada dalam keramaian, bisa mengatur atau memimpin sekelompok orang, menyukai permainan yang dilakukan bersama (monopoli, kartu, dsb).
Pengembangan:
Bergaullah dengan berbagai orang seluas-luasnya dan pelajarilah karakter-karakter mereka. Belajarlah melihat apa yang mereka sukai dan apa yang tidak mereka sukai. Ini akan membantu anda membangun hubungan dengan orang-orang baru. Ikutlah dalam berbagai organisasi dan banyaklah terlibat dalam berbagai perkumpulan yang membangun hidup anda. Perluaslah wawasan anda, sehingga ketika bertemu dengan banyak orang, anda punya banyak bahan untuk didiskusikan dan diceritakan.
Kecerdasan lain yang mendukung:
Yang terutama adalah word smart. Dengan pengolahan kata-kata yang baik, kemampuan sosial anda akan semakin efektif. Kecerdasan lain juga dibutuhkan, namun tergantung pada jenis pekerjaan yang anda miliki.
Pekerjaan yang sesuai:
Pengusaha, public relations, psikolog, konselor, marketing, politikus, trainer, aktivis sosial, reporter, sosiolog, dsb.
7. Self Smart
Definisi:
Seorang self smart adalah orang yang bisa memahami diri sendiri. Ia tahu tujuan hidupnya, punya target-target yang ingin dicapai, mengerti apa potensi dan kelemahan-kelemahan yang ia miliki. Selain itu, orang dengan kecerdasan ini akan selalu mengintrospeksi diri dan menarik pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Sebenarnya ini adalah jenis kecerdasan yang harus dikembangkan oleh semua orang hingga maksimal. Kecerdasan ini sangat diperlukan untuk mengambil berbagai keputusan penting dalam hidup kita dan untuk menghadapi berbagai masalah yang timbul.
Ciri-ciri:
Suka bekerja seorang diri, bisa memegang teguh pendirian meski banyak yang melawan, cenderung masa bodoh (cuek), sering mengintrospeksi diri, mengerti kekuatan dan kelemahan diri sendiri, secara berkala suka memikirkan masa depan dan rencana-rencana hidup, realistis, bisa menghadapi kegagalan dan kemunduran dengan tabah, biasanya dianggap orang yang bijaksana, suka membaca buku-buku pengembangan diri, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi, lebih suka berwiraswasta (usaha sendiri) daripada kerja ikut orang.
Pengembangan:
Saat teduh adalah hal yang sangat efektif untuk mengembangkan self smart anda. Secara berkala evaluasilah diri anda. Bertanyalah pada diri sendiri, “Apa tujuan hidup saya?”, “Apa yang ingin saya capai dalam waktu dekat maupun jangka panjang?”, “Apa potensi dan kekuatan yang saya miliki?” Cara lain untuk mengembangkan self smart anda adalah dengan menyediakan waktu untuk merenung. Kemudian catatlah hasil perenungan anda.
Kecerdasan lain yang mendukung:
Kecerdasan lain berguna untuk mempermudah pengembangan self smart kita. Misalnya, orang yang memiliki music smart akan lebih mudah merenung bila disertai dengan iringan lagu. Orang dengan nature smart bisa lebih mudah melakukan introspeksi saat berada di alam terbuka. Orang dengan picture smart bisa menuangkan hasil perenungannya dalam bentuk gambar agar lebih mudah diingat.
Pekerjaan yang sesuai:
Semua pekerjaan membutuhkan self smart agar kita dapat mencapai potensi maksimal dalam pekerjaan kita.
8. Nature Smart
Definisi:
Secara sederhana, orang dengan nature smart adalah orang yang sangat menyukai alam dan lingkungannya. Ia sangat suka bepergian dan segala macam kegiatan luar ruang. Biasanya seorang nature smart juga suka memelihara binatang atau merawat tanaman.
Ciri-ciri:
Suka bepergian atau hiking (naik gunung), tertarik pada objek wisata pantai dan pegunungan, gemar memasak, suka fotografi atau videografi, suka menonton acara televisi tentang flora atau fauna, mudah mengingat detail sebuah lokasi, suka berkemah di alam terbuka, menikmati liburan ke taman safari atau kebun binatang, peduli terhadap lingkungan hidup, suka mengikuti organisasi pencinta alam, tertarik dengan jenis binatang atau tumbuhan yang aneh, suka berkebun.
Pengembangan:
Bagi penggemar flora, anda bisa membuat kebun sendiri dan mengumpulkan berbagai jenis tanaman. Bagi penggemar binatang, cobalah memelihara binatang tertentu. Banyaklah membaca buku tentang flora dan fauna. Bergabunglah dengan berbagai perkumpulan yang sering mengadakan hiking, jalan-jalan di alam terbuka, dan sebagainya.
Kecerdasan lain yang mendukung:
Body smart, karena anda membutuhkan stamina yang cukup kuat untuk naik gunung atau berkemah di alam terbuka. Selain itu, kecerdasan lain tidak berpengaruh secara langsung pada seorang nature smart.
Pekerjaan yang sesuai:
Arkeolog, astronom, ahli botani, ahli biologi, peneliti lingkungan, florist, arsitek lanskap, pelaut, dokter hewan, fotografer alam, dan sebagainya.
SUMBER: http://kecerdasanmajemuk.blogspot.com/.
Rabu, 23 Februari 2011
KoJay.... Komik Jayus!!! Very Creative
Kalo pengen dapetin ketawa yang instan, saran saya kunjungilah halaman blog Di SINI!.
Waduh, gak nyangka anak negeri kita bisa kreatif dan jayus seperti ini.
Sebenernya, kesan komik strip yang ditawarkan gak jauh - jauh amat dari yang udah pernah ada macem Garfield, Sinchan, SpongeBob Squarepants, Kung Fu Komang, dll yang sebangsanya, namun tetep aja ada aura yang rada beda kalau kita menyimak karya - karya yang udah dibuat oleh empat orang2 yang bangga menyebut diri mereka "Jayus Bersaudara" ini :Amer Risnadi, M. Nurafda Trihatma, Nino Aditya, Danurdara Labda Wicaksana.
Di halaman depan blogspot asuhan mereka, welcoming-nya aja gak lepas dari kejayusan mereka. Gini neh tulisan mereka :
"Wadah di mana semua kejayusan dapat anda saksikan.
Yuk berbagi kejayusan dengan kami. Kalo ada yang jayus bisa dikirim ke komikjayus@gmail.com
Cerita yang terpilih akan mendapat ucapan selamat (tuh kan jayus lagi)
Untuk sementara tampilan blog masih jayus, yang ngurus blog ngga ngerti cara bikin blog yang keren :)"
xixixi............ Congratulation you, guys, kalian dapet a million thumbs ups from me!!! Keep on it!!
Waduh, gak nyangka anak negeri kita bisa kreatif dan jayus seperti ini.
Sebenernya, kesan komik strip yang ditawarkan gak jauh - jauh amat dari yang udah pernah ada macem Garfield, Sinchan, SpongeBob Squarepants, Kung Fu Komang, dll yang sebangsanya, namun tetep aja ada aura yang rada beda kalau kita menyimak karya - karya yang udah dibuat oleh empat orang2 yang bangga menyebut diri mereka "Jayus Bersaudara" ini :Amer Risnadi, M. Nurafda Trihatma, Nino Aditya, Danurdara Labda Wicaksana.
Di halaman depan blogspot asuhan mereka, welcoming-nya aja gak lepas dari kejayusan mereka. Gini neh tulisan mereka :
"Wadah di mana semua kejayusan dapat anda saksikan.
Yuk berbagi kejayusan dengan kami. Kalo ada yang jayus bisa dikirim ke komikjayus@gmail.com
Cerita yang terpilih akan mendapat ucapan selamat (tuh kan jayus lagi)
Untuk sementara tampilan blog masih jayus, yang ngurus blog ngga ngerti cara bikin blog yang keren :)"
xixixi............ Congratulation you, guys, kalian dapet a million thumbs ups from me!!! Keep on it!!
Rabu, 09 Februari 2011
MELIHAT DARI (TIDAK HANYA) SATU SISI
Alkisah, beribu – ribu tahun yang lalu, hiduplah seorang bandit, pembunuh dan perampok sadis dan brutal di daratan India. Modus kejahatannya sangat spesifik, yakni membegal siapa saja yang melintasi hutan tempatnya ‘beroperasi’ dan tanpa mengenal belas – kasihan, bila yang dibegal melawan, dia membunuh mereka lalu menjadikan jari – jari korbannya sebagai kalung menghiasi lehernya. Tak heran bila dia mendapat julukan Ratnakara (Ratna= perhiasan; Kara=tangan).
Pada suatu hari, seorang saddhu bernama Naradha melintasi hutan itu dan Ratnakara berniat untuk merampoknya pula. Namun, niatnya merampok tiba – tiba menghilang begitu saja karena – dia sendiri tak bisa menjelaskan mengapa – dia terhanyut melihat air muka sang saddhu yang begitu memukau dan bercahaya, diliputi kasih yang sulit digambarkan dengan kata – kata. Singkat cerita, Ratnakara menurunkan senjatanya dan bersembah – sujud kepada sang mahamuni, memohon petunjuk bagaimana caranya agar dia juga bisa memiliki cahaya wajah seperti yang dimiliki oleh Naradha. Naradha lalu berkata, itu disebabkan karena beliau selalu melantunkan nama Tuhan dalam setiap jengkal langkahnya, dalam setiap hembusan nafasnya.
Saking inginnya Ratnakara merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Naradha, dia pun mulai melakukan meditasi bertahun – tahun, hingga sekujur tubuhnya mulai dijadikan tempat bersarang para semut. Dia lalu mendapatkan pencerahan, dan pada kemudian hari mendapatkan nama Walmiki, dia yang terlahir dari bukit semut (walmiki = bukit semut). Nah, Walmiki yang sama inilah yang kemudian menggubah epos kepahlawanan yang terkenal, Ramayana. Karena epos ini adalah gubahan pertama yang menjadi karangan berbahasa Sansekerta, Ramayana juga dikatakan sebagai ‘Adi Kavya’ – puisi pertama!
Sepanjang sejarah manusia, transformasi, perubahan drastis karakter seseorang dari yang ‘kurang baik’ menjadi ‘baik’ bukanlah sesuatu yang mustahil. Di samping itu, apalah kehidupan ini bila bukan proses perkembangan menuju ke arah yang lebih baik? Sejarah kuno telah pula mencatat bahwa Prahlada, anak dari Raksasa Hiranyakasipu adalah pribadi pemeluk teguh Wishnu, Rahwana adalah pemuja Shiva yang sangat taat, namun menyalahgunakan anugerah yang diberikan Shiva kepadanya dengan berbuat sewenang – wenang, melakukan tindakan yang melanggar hukum dharma.
Terdapat paradoks dalam setiap jalan hidup dan karakter seseorang tanpa terkecuali. Hitler, misalnya, terkenal karena dia-lah yang menjadi otak utama Perang Dunia II, aktor di balik pembantaian terhadap berjuta kaum Yahudi, terutama yang berada di Eropa; sumber kekacauan ekonomi akibat perang yang berlangsung lama. Siapa kemudian yang bisa menyangka bahwa dia adalah seorang vegetarian yang sangat ketat dan seorang politisi yang sangat setia kepada pasangannya? Asumsinya, politisi memiliki kecenderungan untuk berpoligami atau terlibat affair dengan perempuan lain, meskipun tidak selalu demikian. Atau, siapa pula yang menyangka bahwa Napoleon Bonaparte, sang kaisar penakluk daratan Eropa, saat berusia 25 tahun pernah dipecat dari ketentaraan? Selain itu ia telah dipermalukan, patah semangat, tanpa harapan, tanpa uang. Puncaknya, ia berniat untuk bunuh diri dengan meloncat dari sebuah jembatan. Untungnya, seorang temannya datang dan berhasil membujuknya untuk membatalkan niat itu.
Dalam konteks kekinian yang lebih mikro, di lingkungan pergaulan sehari – hari, situasinya setali tiga uang. Penerapan stereotip bahwa ‘teman yang ini’ pasti ‘begini’, dan ‘teman yang itu’ pasti ‘begitu’ tanpa kita sadari adalah cara yang paling sering kita terapkan dalam memandang seseorang. Istilah ‘suba kadong macolek pamor,’ misalnya, mengacu kepada seseorang yang sudah terlanjur di-cap yang negatif akibat yang bersangkutan melanggar norma – norma yang berlaku di dalam masyarakat sosial-nya, yang berat maupun ringan. Kontrol sosial memang diperlukan, bahkan wajib diterapkan demi ketertiban bersama. Kontrol diperlukan untuk menjamin bahwa semuanya mendapatkan apa yang seharunya memang layak diterima seseorang. Seorang pencuri, misalnya, layak dijebloskan ke penjara untuk mempertanggung – jawabka perbuatannya itu. Wajar dan etis.
Yang menjadi perkara kemudian adalah adanya semacam bentuk kontrol yang over-flowing, berlebih – lebihan terhadap seseorang yang meskipun memang bersalah namun seakan – akan mendapati dirinya memasuki apa yang dinamakan ‘the point of no return’, tak ada jalan untuk kembali ke dalam masyarakat, dikucilkan, di’colekin pamor,’hingga suatu saat ketika dia mati, barulah masyarakat yang sama mengatakan sekedar basa – basi tentang kebaikan yang pernah diperbuat oleh individu yang bersangkutan. Tidaklah mengherankan jika kemudian Eddie Vadder, penulis lagu berkebangsaan Amerika menuliskan, “Society, you’re crazy breed... I hope you’re not lonely without me” (Masyarakat, sungguh kau gila... Semoga kau tak kesepian tanpa diriku). Aku lirik seakan bosan dengan pelabelan dan segala bentuk pencolak – colekan pamor yang dilakukan oleh masyarakat kita yang ‘berbudaya.’ Dia, dalam kemuakan terhadap basa – basi di dalam kumpulan, memaklumkan diri untuk berpamitan kepada masyarakatnya.
Diakui atau tidak, terdapat gejala kontrol sosial yang disalahgunakan oleh komponen masyarakat tertentu untuk alasan – alasan yang bersifat pribadi. Si A misalnya dengan sengaja membuat berita – berita yang tidak jelas kebenarannya tentang Si D, bahwa Si D itu telah melakukan hal – hal tidak terpuji. Singkatnya, Si A memfitnah Si D. Apa yang kemudian terjadi? Si D menjadi tersudut, tertindas, syukur – syukur dia bisa membela diri dengan mengklarifikasi bahwa berita itu nggak bener, isu, gosip murahan, cerita picisan. Tapi,yah, namanya saja kita hidup di negara yang namanya Indonesia, negeri di mana infotainment dan opera sabun begitu digandrungi dan digila – gilai layaknya kekasih tercinta. Biasanya yang terjadi dalam kasus Si A dan Si D ini adalah sad ending : terbunuhnya karakter Si D. Tercolekilah jidat Si D oleh pamor keramat yang sangat “sialan” itu bagi Si D!
Kita sudah terbiasa dikondisikan untuk menyukai berita – berita sensasional, heboh dan dibuat dramatis sedemikian rupa. Kebenaran dipelintir, keadilan dipolitisir sehingga tanpa rasa bersalah menjadikan satu orang dan yang lainnya menjadi korban kepentingan pribadi. “Idup cang, mati cai”, kira – kira seperti itulah kalau diperibahasakan. Begitu mudahnya terkadang kita memberikan label tertentu kepada seseorang tanpa menyelami lebih mendalam terhadap pribadinya. Sering, malah, jika saja persefektif kita diperluas sedikit lagi saja, terdapat bias yang begitu kentara di dalam masyarakat kita yang begitu kompleks. Iwan Fals dan Rendra mengkristalisasi kenyataan ini dengan menuliskan,”Orang sinting dianggap penting, Orang ngawur dianggap jujur.” Ada pengendalian massa oleh tangan – tangan tak terlihat yang dengan sengaja mengaburkan kenyataan yang sebenarnya dari seseorang atau sesuatu. Ada ketidakadilan dalam tindakan sengaja mengecilkan keberadaan seseorang yang semestinya layak menerima lebih; dan membesarkan keberadaan seseorang yang mestinya menerima sedikit, bahkan tidak layak mendapatkan apa – apa sama sekali.
Untunglah, kewarasan individu – individu di dalam menanggapi isu, gosip, fitnah serta pembunuhan karakter ini tak melulu reaktif dan hantam kromo. Dia bisa saja menggugat balik penebar isu – isu itu, dan ini sangatlah manusiawi, mengingat insting purba manusia yang berupa agresivitas hewaniah adalah sesuatu yang laten berada dalam diri setiap manusia. Sebaliknya, dia malah berpegang kepada naluri Ilahiah yang juga laten berada di dalam dirinya. Ketika menerima perlakuan dilabeli sebagai Ratnakara yang jelek, brengsek, asshole, dsb, dia tidak serta – merta membalas sang pelabel dengan kata – kata atau tindakan yang kira – kira setara dengan yang diberikannya itu. Dia malah bisa dengan kematangan dan kedewasaan hati bersikap sabar dan tidak termakan pancingan memperkeruh suasana. Bisalah diperumpamakan dia bertapa, mendekatkan diri dengan pribadi Yang Mahakuasa, hingga bisalah menjadi pribadi seagung Walmiki. Toh, kalaupun tidak bisa mencapai tingkat semacam itu, masyarakat kita juga mengenal istilah ‘depang anake ngadanin’, biarlah orang – orang melabeli saya yang macam – macam. Yang tahu diri saya tetaplah saya dan Yang Mahakuasa. ‘Saya bukanlah siapa yang anda katakan tentang diri saya, Saya adalah apa yang dikatakan oleh – Nya’, mengutip pernyataan Haanel dalam bukunya, The Master Key System. Dan, kabar baiknya adalah, kita, umat manusia, adalah anak – anak-Nya yang terkasih. Tanpa terkecuali.
Ada baiknya kita mengatakan kepada para penebar isu, penyebar wabah penyakit masyarakat kenyataan agung semacam itu, meskipun tentu saja, dengan melakukan itu hampir sama dengan menyadarkan seseorang yang sedari awal tidak mau disadarkan.
Minggu, 06 Februari 2011
13 Rahasia Perempuan
Diakui atau tidak, perempuan adalah makhluk yang penuh misteri. Kadang memberi senyuman, tawa dan tiba – tiba menjadi seorang pendiam nomor satu. Rahasia terdalam itulah yang menambah pesonanya. Istilahnya “The Secret Garden.” Wow, namanya aja garden, pasti indah donk kalo kita bisa masuk ke dalamnya, sambil lebih memahami apa yang tersembunyi di dalam hatinya. Apa sajakah rahasia – rahasia kaum Hawa ini?? Yuuk ... ini contekannya :
1. Aku benci kamu tidur memakai pakaian kesayanganmu yang bau itu, tapi saat kau tak ada, aku malah suka mencium pakaianmu itu karena aromanya adalah dirimu..
2. Meskipun aku memaksa untuk membayar sendiri tagihan restoran saat nge-date kita yang pertama, aku akan berusaha menemukan resto yang murah dan gak menguras isi dompet banget untuk berjaga – jaga, siapa tahu kamu tidak menawarkan diri untuk bayarin tagihannya.
3. Jauh sebelum kita saling menjelajahi tubuh kita, aku sudah berfantasi tentang berada bersamamu. Tidak melakukannya pada saat terdahulu hanyalah untuk meyakinkan bahwa kau sepenuhnya milikku.
4. Aku sungguh memikirkan mantan – mantan kekasihku dan membandingkannya denganmu. Sebagian besar kamu-lah yang menang dalam perbandingan, tapi kamu tak sepenuhnya sempurna.
5. “aku gak perduli kamu nelepon aku atau enggak,” adalah kepura – puraan murni. Kenyataannya, aku mulai menunggu teleponmu yang selanjutnya segera setelah yang terakhir berakhir. Tidak hanya itu, aku benar – benar gila menginginkanmu untuk merencanakan kencan berikutnya bahkan sebelum yang terakhir benar – benar selesai. Aku mungkin tidak menunjukkannya. Jadi, jangan pernah khawatir tentang keputusasaan, telepon saja!! Jarak, ruang dan waktu begitu menyiksaku..
6. Selama masa – masa awal hubungan kita, aku biasa menyimpan chat history kita dan juga SMS-mu dan membacanya lagi, dan lagi, dan lagi. Kadang – kadang, aku membiarkan teman – teman sesama cwe’ku membacanya juga.
7. Saat kau memberikanku password Facebook-mu dan yahoo-mu, mencari – tahu riwayat chat dan e-mailmu adalah hal pertama yang kulakukan...
8. Aku ingin tahu apa yang membuatmu terangsang. Meskipun, aku tahu akan jadi menghebohkan jika aku melihat – lihat situs porno yang paling sering kau kunjungi.
9. Kau nggak perlu menjadi “a good boy” denganku sepanjang waktu. Aku tak berkeberatan berbicara sedikit “kotor.”
10. Kau selalu menyalahkanku karena membombardirmu dengan begitu banyak pertanyaan. Tapi itulah caraku mengujimu. Aku mengadili dan menganalisamu dalam setiap kata, ungkapan, tindakan, e-mail atau SMS yang kau kirim kepadaku ataupun kepada orang lain. Jadi, saat aku bertanya,” Apakah kamu pernah berkhayal bersama cewe’ lain?,” jawabanmu harus “Aku hanya menginginkan dirimu” atau yang sejenis. Jadi, berhati – hatilah!!
11. Aku senang membuatmua sedikit cemburu karena itu membuatku merasa dibutuhkan. Jadi, lain kali kau memergokiku menggoda temanmu, ketahuilah bahwa aku sedang menggodamu melalui dia.
12. Setiap aku bertengkar denganmu adalah karena aku merasa tidak diperhatikan. Jangan senewen saat aku kelihatan jutek. Berikan saja apa yang menjadi tujuanku bertengkar denganmu – sedikit perhatian dan aku sepenuhnya akan menjadi milikmu.
13. Penting gak penting, seberapa sering pun aku berkata aku tak memerlukan laki – laki agar bisa bahagia, tetap saja aku menginginkan kamu yang menjadi pemimpin ketika kita berada di tempat tidur...
Rabu, 26 Januari 2011
“Ramalan” Tenggelamnya Titanic Oleh Seorang Novelis
Sering terjadi, seorang penulis seakan – akan mendapatkan sekilas gambaran akan apa yang akan terjadi pada masa depan. Morgan Robertson menulis sebuah novel berjudul The Wreck of the Titan (1898), 14 tahun sebelum RMS Titanic benar – benar mengalami bencana tenggelam pada tahun 1912.
Yang mengejutkan adalah satu kenyataan bahwa sampul novel tersebut bahkan menggambarkan dengan akurat bagaimana sang Titan mengakhiri pelayarannya.
Dalam cerita versi Robertson, The Titan digambarkan sebagai "benda mengambang terbesar dan karya manusia yang terhebat," setara dengan Titanic yang berisi hotel kelas satu dan “tak bisa ditenggelamkan, bahkan oleh Tuhan sekalipun”
Selain itu, kedua kapal ini adalah pabrikan Inggris, panjangnya sama – sama sekitar 800 kaki dan sama – sama tenggelam akibat menabrak gunung es di Atlantik Utara , pada bulan April, sekitar tengah malam.
“Ramalan” yang berubah menjadi kenyataan itulah yang mungkin membuat Robertson mempublikasikan ulang novelnya itu pada tahun 1912, setelah Titanic benar – benar tenggelam.
Tentu saja, ada bagian tertentu di dalam novel Robertson ini yang “sedikit” melenceng dari kejadian sebenarnya. Misalnya, Titanic bertabrakan dengan gunung es dalam jarak 400 mil dari Newfoundland dengan kecepatan 22,5 knot, sementara Titan bertabrakan dengan gunung es dalam jarak 400 mil dari Newfoundland dengan kecepatan 25 knot.
Mungkin, yang teraneh dari semuanya itu adalah kenyataan bahwa perahu sekoci yang disediakan ole Titan maupun Titanic mendekati jumlah yang hampir sama. Titan menang empat sekoci lebih banyak dibandingkan Titanic .
(Adapted from www.wrecked.com)
Kamis, 20 Januari 2011
RAMALAN KIAMAT SUKU MAYA 2012
Dalam kalender bangsa Maya, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub!
Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.
Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.
Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.
Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.
Dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung tentang apa penyebab peradaban kali ini berakhir. Ada sedikit yang kelihatannya jelas, bahwa berakhirnya ‘hari itu’ sama sekali bukan berarti malapetaka apa yang datang menghampiri, melainkan mengisyaratkan kepada seluruh umat manusia akan adanya transisi dalam kesadaran dan spiritual kosmis, selanjutnya masuk ke peradaban baru. Tahun 755 Masehi, seorang rahib Maya pernah meramal, setelah tahun 1991 kemudian, akan ada dua peristiwa penting terjadi pada manusia yaitu kebangkitan kesadaran, dan pemurnian bumi serta regenerasinya.
Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.
Dari titik pandang ilmu pengetahuan umat manusia sekarang, hal itu benar-benar tidak dapat dipercaya. Mungkin saja bangsa Maya sedang membicarakan tentang galaksi Bima Sakti (Milky Way), yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi kita belum juga sampai ke solar sistim, seperti pepatah orang Tionghoa mengatakan “Serangan musim panas tidak dapat menjelaskan es di musim dingin”. Fenomena kosmik yang diperlihatkan oleh kalender Maya adalah benar-benar berharga dari suatu penyelidikan yang serius oleh umat manusia sekarang ini.
ARAH RAMALAN ITU
Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?
Mengamati peristiwa besar 10 tahun belakangan ini (1992-2002), kelihatannya karakter alam semesta, ‘Zhen, Shan, Ren,’ (sejati, baik, sabar) yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, sebagai efek yang sedang ‘memurnikan’ hati manusia dan bumi ini. Kami menemukan dua bilangan yang bermakna, pada 1992 adalah persis tahun pertama kalinya Li Hongzhi mengenalkan ajarannya secara terbuka kepada masyarakat, ditengah-tengah kemrosotan moral umat manusia yang parah.. Dari tahun 1992-1999, dalam waktu yang singkat ini, pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini sudah mencapai hampir 100 juta orang di daratan China. Kini, latihan ini bahkan sudah menyebar kelebih 60 negara. Melalui kultivasi yang terus-menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.
Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang trerbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampoi sistim pengetahuan kita.
Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti, ujar Sri.
Langkah Antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.
Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.
Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.
Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.
Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.
Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.
Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi, tutur Bambang.
Sumber : kompas.com
Rabu, 19 Januari 2011
KITA INI MANUSIA MATRE, DAN RUSAK, DAN SAKIT
Setidaknya, kita sepaham, dunia yang kita tinggali ini semakin ringsek oleh materialisme dengan berkembangnya industrialisasi, modernisasi, atau apalah “sasi – sasi” yang lainnya. Jangankan di Amerika dan di Jepang yang menjadi sarang industri dan advertisi, di negara yang masih dalam tahap merangkak pun gejala materialisme masih bisa dengan mudah dideteksi – sepanjang di sana paling tidak ada Coca – Cola. Semboyan sebagian besar dari kita telah berubah dari “I am what I am” menjadi “I am what I own.” Saya adalah apa yang saya miliki.
Ramai – ramai kita mengikuti pola yang sama sampai ajal menjemput, membeli produk yang kira – kira bisa mencerminkan “Siapa Saya.” Kita menjadi terobsesi membeli Blekberi karena masyarakat kita umumnya punya pandangan yang seragam bahwa orang yang memiliki Blekberi sudah pasti orang berpunya, manusia macho, orang berpendidikan, nggak gaptek/ndesho, kutukhupret…
Padahal bisa saja Blekberi yang dia punya hasil ngambek seminggu sama ortu, atau cicilan 6 bulan, bunga menetap atau menanjak, gak masalah. Dan lebih parah lagi hasil mencopet di angkot.
Para ABG memaksa ortu agar mau membelikan FU, biar cewe’ – cewe’ pada bilang “I Love You,” kemudian yang cewe’ juga nggak mau ketinggalan meminta VARIO karena itulah motor yang lagi in untuk dikendarai kaum ABG.
Persoalannya bukan hanya pada Blekberi, FU dan VARIO saja. Mereka – mereka itu hanyalah perwakilan kecil saja dari kekaisaran yang bernama produk industri. Induk semangnya adalah modernisme, industrialisme dan “whatever”-isme itu. Lihatlah contoh kecil saja, seorang tetangga kita yang baik memiliki TV flatscreen merk #1. Anda bisa saja berkata di depannya,”Wow, keren, saya ikut senang kamu punya itu,” namun dalam hati berkata,” Minggu depan gwa kudu punya juga yang beginian…. HARUS!!.”
Dan mulailah terjadi parodi kehidupan (lagi). Sedari kita beranjak dari tempat tidur pada pagi hari hingga kembali terlelap lagi, yang terpikirkan adalah bagaimana caranya untuk bisa membeli ini dan itu. Kendaraan Anda tukar – tambah dengan yang lagi nge-trend, agar Anda kembali mendapatkan perhatian seperti ketika kendaraan yang lama lagi digila-gilai. Anda merasa risih ketika ditanya tidak tahu lagu tertentu yang lagi populer, sehingga benar – benar meluangkan diri pergi ke counter – counter untuk meng-update lagu – lagu terbaru. Entah itu lagu berkualitas sampah ataupun dengan lirik dangkal, yang penting baru! Kulkas dua pintu sudah tidak eksklusif lagi di mata masyarakat, sehingga Anda ganti dengan kulkas delapan pintu dan dua jendela…. Sikat gigi harus merek Anu; Sabun harus yang Itu; Ya, tanpa sadar, hidup kita dikendalikan oleh industri dengan iklan – iklannya yang membombardir di sana – sini. Bahasanya santun dan mendayu – merayu. Namun sayup – sayup, jika Anda memperhatikan benar, akan terdengar kalimat samar,”KAMI INGIN UANG ANDA.” Bayangkan, Iklan – iklan di TV dalam 2 jam per hari antara 40-125 jenis. Itu berarti dalam setahun kira – kira kita mengkonsumsi 15000 – 45000 iklan. Belum lagi yang dipajang di koran – koran, majalah, radio, internet dan etalase – etalasi pinggir jalan.
Materialisme adalah: Beli! Miliki! Kenyataan bahwa kita sering membeli barang yang sebenarnya tidak begitu kita perlukan telah menjadi kebiasaan klise dalam budaya keseharian kita. Kita menjadi makhluk konsumtif bukan lagi makhluk berpikir, makhluk beragama, makhluk berkomunikasi, ataupun makhluk terhormat yang biasa kita sematkan dengan bangga kepada diri kita. Seorang pemikir ekonomi pernah berkata, implikasi dari pandangan metafisik materialisme adalah menuju sistem nilai yang karena menganggap kenyataan hidup hanya benda, maka tujuan hidup adalah mengejar kenikmaan fisik. Jadi materialisme sejajar dengan hedonisme. Hedonisme sangat identik dengan hasrat mencari kepuasan, sehingga apapun akan dilakukan untuk menghindari apa yang dinamakan penderitaan.
Cara materialisme menaklukkan hati kita sangat halus dan licin. Ia bisa masuk melalui kebutuhan - kebutuhan wajar kita: rumah berkamar dua-tiga, bergarasi; Perlengkapan: kulkas, mesin cuci, micro-wave, AC, dsb. Ukuran itu terus meningkat. Dari keinginan menjadi kebutuhan, dari kebutuhan menjadi keharusan. Akhirnya materialisme membuat kita mengabdi kepada ukuran – ukuran standar kebutuhan, kenikmatan, dll. HP menjadi tak cukup lagi sebagai sarana berkomunikasi, tapi media untuk menunjukkan bahwa kita manusia yang gaul, sehingga Anda rela menguras isi tabungan untuk membeli produk tertentu yang benar – benar lagi booming dibicarakan banyak orang. Yang lama dikasih kucing aja. Anda bangga menjadi yang pertama memiliki produk yang orang lain baru bisa angan – angankan.
Masalah terbahaya dari materialisme adalah kita dibutakan tentang aspek atau sifat spiritual dari realita. Materialisme membuat kita terbelenggu dengan sisi materi dari kehidupan. Semua waktu, tenaga, pikiran kita terfokuskan pada aspek – aspek fisik hidup ini. Akibatnya pemahaman dan penghayatan kita tentang hidup menjadi datar, bahkan ukuran – ukuran materialistik kita pakai untuk mengukur spiritualitas.
Industrialisme yang menawarkan kenikmatan semu menjual gaya hidup kepada kita, yang lebih lanjut mengakibatkan budaya kompetisi materialisme serta membuat kita menjadi sangat individualis dan serakah dalam hidup bersosialisasi. Profesor bidang kejiwaan anak-anak dari Institute of Child Health London Philip Graham menyatakan, salah satu faktor penyebab utama munculnya masalah mental pada anak-anak dan remaja adalah akibat keinginan untuk memenuhi rasa ingin memiliki yang berlebihan (posesif). Salah satunya dalam hal berpakaian atau barang-barang elektronik.
Terlebih lagi, bayangkan berapa banyak rongsokan yang terkumpul setiap tahunnya saat produk – produk industri yang lama digantikan dengan yang baru. Tengoklah kota – kota besar maupun yang tidak terlalu besar. Mobil – mobil mewah saling berebut tempat atas nama eksistensi, asapnya gagah merasuki paru – paru bumi, saling unjuk privilege. Oplet tua tinggal legenda, Nokia tipe batako memenuhi kantong pemulung. Plastik – plastik berbaris liar mengikuti dunia yang, katanya, makin moderen dan metropolis. Dan kita meletakkan jiwa kita di sana.Di sini, di kota – kota besar ini, juga di rumah – rumah ibadah sekalipun sangat jarang terdengar,” Pertuhanlah Tuan Sejati, perbudaklah materi. Tuhan hartaku, atau harta tuanku?.”
Selasa, 18 Januari 2011
The Secret
Judul Buku : The Secret
Penulis : Rhonda Byrne
Halaman : xiii + 236 halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
The Secret memiliki kecenderungan untuk menjadi karya klasik sejajar dengan “The Power of Positive Thinking” karya Norman Vincent Peale, “The Master Key System” karya Haanel, maupun “The Science of Getting Rich” karya Warren J. Wattles. Hal ini memungkinkan karena buku ini menguraikan secara mendetail cara kerja pikiran, hukum daya tarik (The Law of Attraction), serta bagaimana cara untuk meraih apa yang Anda inginkan.
Buku ini merunut rahasia – rahasia kehidupan, kemakmuran, cinta, kesehatan, dan bagaimana cara meraih itu semua, serta yang lebih penting lagi rahasia tentang diri Anda yang sejati. Dijelaskan misalnya bagaimana Anda tersusun dari organ tubuh, dimana organ itu sendiri tersusun oleh berjuta – juta sel. Selanjutnya sel – sel ini tersusun atas molekul – molekul, yang pada akhirnya membuat Anda tersusun atas sejumlah atom. Atom mengandung energi, sehingga kesimpulan finalnya adalah : Anda adalah energi! Sejatinya, Anda adalah makhluk spiritual di hadapan Yang Maha Kuasa.
The Secret berpijak pada satu kebenaran universal yang abadi, yakni hukum daya – tarik. Hukum daya tarik lah yang melingkupi seluruh aspek kehidupan. Dengan menerapkan hukum ini, Anda dapat mengubah setiap aspek dari hidup Anda.Ini sejalan dengan sabda sang bijak Buddha “Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Pikirkanlah tentang cinta, maka Anda akan menjadi cinta itu sendiri.” Dengan asumsi yang sama, Anda dapat menarik apapun yang Anda inginkan di dalam hidup Anda dengan mengkondisikan pikiran dan perasaan Anda. “Pikiran menjadi sesuatu” adalah satu poin penting yang disampaikan dalam buku ini. Penerapan yang intens dari rahasia inilah yang telah membuat Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison dan Einsten, menjadi orang-orang ‘besar’ dalam sejarah manusia.
Rhonda Byrne secara cerdik mengkompilasi 24 pakar profesional dalam The Secret ini, sehingga bisa dikatakan buku ini adalah satu karya “keroyokan” terbesar abad ini. Ke-24 pakar ini sudah termasuk Jack Canfield, pengarang best-seller internasional “Chicken Soup” serta Joe Vitale, pengarang best-seller #1 “Spiritual Marketing” dan “The Gretest Money – Making Secret in History” .
Buku The Secret yang telah difilmkan ini telah ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia. Dalam filmnya yang berdurasi 120 menit ini, suara-suara ke-24 guru tersebut memberikan m tersendiri untuk memotivasi setiap penontonnya.Buku yang sama juga telah dirilis dalam bentuk audio-book serta dicetak lebih daripada 16 juta copy dalam 40 bahasa.
VALENTINE's DAY IN MY EYES
Pada mulanya, Valentine’s Day bagi saya identik dengan mawar, kartu ucapan yang (dipaksain biar) romantis, terus jauh – jauh hari udah nyiapin celengan biar ada duit untuk ngasi hadiah – entah itu cokelat, boneka, dan, yah, taulah… something like that.
Waktu SMA, malah saya ngebawa semua atribut – atribut itu ke dalam tas. Rada ribet juga, mengingat yang kebawa itu satu ekor boneka beruang, trus ada satu unit bunga mawar (9 mawar merah dan 1 mawar putih) dan kartu ucapan yang kira – kira bunyinya :
“ Kusertakan Noah (nama beruangnya.. ^ ^ v) untuk kau peluk dalam kasih,
Juga sepuluh mawar.
Sembilan menunjukkan hasrat mendalam untuk selalu bersamamu,
Dan satu untuk agar kau tau : Aku selalu menginginkan ketulusan hatimu”
(preeeetttt….. bisa terdengar suara itu samar2!! Kwkwkwkw)
Nah, itu semua saya paksain biar bisa muat di bangkunya Sii Cwe Sasaran saya. Namanya Dwi Nugraha Jatie. Cantik dan manis, secantik orangnya. Cieee….
Ya gtu dehhh, saya masuknya paling awaaaalll…. Bgt, sehingga bisa leluasa melakukan tindak kriminal itu. Baru dech abis itu temen2 pada dateng atu – atu, termasuk Sii Jatie ini.
Waduh tampangnya saya inget banget, celingukan sana – sini, mau nyari tampang mencurigakan yang kira – kira layak dan pantas dijadikan tersangka.Tampang sumringahnya nerima hadiah dari Sang Pemuja Rahasia gak bisa dia sembunyikan. Saya mah pura – pura kagak tau aja, asik ngobrol sama temen sebangku, padahal mata dari tadi2nya udah gak lepas2 dari dia. Penasaran juga ma reaksinya kaya gimana.
The End
Lha, terus gimana dund kelanjutan ceritanya??
Hihihi…. Ya, ceritanya nyampe sono ajah. Saya waktu itu terlalu pengecut untuk menyatakan langsung perasaan saya ma dia. Takut ditolak, trus diperkosa.. Itu alesan utamanya. Xixixi….. Padahal kalo diliat – liat sich,ya, bukannya saya yang ke-PD-an, dia tuch rada2 demen juga siee ma saya. Kalo pas ngaso, sering ngajak2 saya ke kantin, padahal temennya banyak tuch yang bisa diajak. Kenapa mesti sama saya?? Lagian, yang bayarin dia terus, gak perduli saya bilang gak usah atau giliran bayarin. . .
Ya, dari cerita itu, setiap orang rame2 bicarain Valentine (biasanya pertengahan Januari kaya sekarang ini) udah deh saya inget lagi ma dia. Bagi saya Valentine itu semacem upacara sakral layaknya Kenaikan Yesus Kristus ataupun yang lainnya. Bahwasanya pernah pada tanggal itu saya mengungkapkan perasaan cinta kepada seseorang tanpa mengharapkan balasan apapun. True Love istilahnya bule – bule. Padahal ini ritual kagak jelas gitu juntrungannya. Siapa donk, yang bisa ngasitau Valentine’s Day itu dibawa ma siapa ke Indonesia. Trus, nenek – moyang kita waktu Jaman Jepang gimana donk ribetnya ngungkapin cinta-nya? Masa’ pakek cokelat juga kayak kita – kita ?!
Nah, kalo mikirnya ke sana, saya jadinya mikir, Valentine itu sebenernya gak special2 amat lah (tanpa mengurangi rasa hormat kepada Santa Valentine atas jasanya mempersatukan dua insan yang sedang dilanda asmara) Mungkin hari itu cuman satu momentum aja, sama kayak taun baruan. Siapa, coba, yang ngebikin 1 Januari itu sebagai hari yang istimewa untuk memandang sesuatu menjadi baru? Semuanya menjadi begitu karena kita (baca:manusia) yang membuatnya seperti itu. Saya pribadi gak perlu tanggal 1 Januari untuk introspeksi diri atas apa yang telah saya lakukan sebulan, dua bulan, tiga bulan terakhir ini. Saya bisa introspeksi tanggal 27 September, 23 Mei, dst. Dan pada saat itulah tahun baru bagi saya.
Konsekuensinya kemudian adalah : Saya nggak perlu tanggal 14 Februari untuk “sekedar” menyatakan perasaan kasih – sayang saya kepada keluarga, sodara-sodari, temen, sahabat, pacar, selingkuhan, dan seterusnya. Sedapat mungkin saya mengungkapkan itu semua setiap hari, dan pada saat itulah Valentine’s Day bagi saya.
Sekali lagi, saya tidak bermaksud mengurangi makna yang mungkin mendalam di balik Hari Valentine, tapi begitulah. Bagi saya, Valentine’s Day itu adalah semacam pembodohan diri. Salah – salah, kita malah terjebak ke dalam pemikiran semu, bahwa Valentine’s Day adalah satu – satunya hari yang diberkati oleh-Nya bagi manusia untuk menyatakan perasaan cinta. Mirip dengan pandangan bahwa ketika Hari Ibu, semua orang mendadak latah mengucapkan “I LOVE U MOM” , terus sesudahnya malah cekcok terus sama mami. Capeek deeeee…
Sukur2 pas Valentine, penjual kembang jadi laris – manis orderan. Gtu juga ma penjual kertas, lem, spidol, boneka, cokelat, permen,dst…. Trus, setiap manusia kasmaran pada waktu itu jadi ngumpul dalam kedunguan masing2 bahwa itu adalah hari yang teramat istimewanya. Itu bagus juga. Setidaknya atmosfer cinta bener2 ngumpul pada waktu itu.
Negatifnya?? Ya elah…. Apa dwonk akibatnya kalo love is on the air?? Ini satu saja gambaran kelamnya. Misalnya, para ABG karena saking terlarutnya ma suasana penuh cintronk, kebawa dech ma perasaannya itu. Udah rahasia umum kalo Valentine di mana2 dilewatin di tempat2 yang rada2 gimanaaaa…gt. Nyarinya yang sepi biar bisa leluasa ngungkapin perasaan. Bahkan yang ekstriman dikit, milih kuburan Cina sebagai tempat kencan. Meskipun saya belum pernah mendengar ada survey tentang ini, saya yakin tingkat aktivitas seksual meningkat pada waktu ini. Risikonya, ya sama kayak iklan2 yang sering nongol itulah… MBA (Marriage By Accident), trus aborsi, perkosaan (miris gwa pernah ngebaca satu gadis belasan dikeroyok pemuda2 ABG pada Hari Valentine…. :/ ), dan yang sejenis itu.
Hotel2, penginapan2, kost2an, mendadak jd meningkat daya jualnya pada hari ini. Apotek2 penjual kondom, iud, pil KB, obat kuat juga ikutan membludak, meskipun konsumennya mesti ngambil pintu belakang. Malu ‘menodai’ makna Hari Valentine. Terus besoknya test-pack kehamilan mendadak rame pesenan. Posyandu, klinik sampai dokter spesialis dan Rumah Sakit mendadak kebanjiran pasien yang penasaran apakah mereka “positif” atau masih tetap bisa merayakan Valentine berikutnya dengan modus yang sama. Hmmmm…..
Belum lagi yang manfaatin moment ini untuk ‘nembak’ cwe, trus ditolak! Di samping peningkatan aura cinta pada hari ini, tak sedikit pula yang harus menelan kecewa karena ditolak cintanya. Frustrasi dah, terus nganggep semuanya jadi gak berarti. Celingukan nyari tali, trus gantung diri di bagasi.. Hiiiii….. nggak lagi2……
Trus, apa lagi donk, sekarang dihubungkan dgn posisi kita yang tinggal di Bali?? Pernah gak org2 mikir kenapa harus Valentine yang dijadikan sosok panutan dalam hal cinta dan ketulusan hati? Kenapa tidak ada hari Romeo? Atau Hari Sam Pik Ing Tay? Nala dan Damayanthi? Hari Parwathi? Jujur saja, kalau harus dibandingkan dalam hal ketulusan cinta, budaya kita di Indonesia, lebih layaklah bila misalnya kita merayakan hari kasih – sayang dengan merenungkan kisah – kisah melegenda dari budaya asli kita sendiri. Itu artinya kita masih bodoh dan asal comot aja sok eksis dengan budaya luar. Mending hari Nala daripada Hari Valentine. Atau yang paling universal, kenapa kita sampai tidak merayakan Hari Kelahiran Shri Krishna saja sebagai hari kasih sayang, mengingat dari Dia-lah kita mengenal arti kata cinta.
Singkatnya, Valentine’s Day is nothing to do with me. Itu Cuma hari yang sama seperti hari – hari biasa lainnya - dengan ataupun tanpa cinta di sekitar saya. Special atau tidaknya tergantung dari sisi mana kita melihatnya. : )
Senin, 17 Januari 2011
MIND MAP: MEDIA PARA JENIUS
Jika Anda pikir catatan Anda yang linear dan minim gambar serta warna telah cukup membantu Anda dalam mengingat apapun yang Anda pelajari, pikirkanlah kembali! Berbagai riset kaliber internasional telah membuktikan bahwa sebagian besar manusia paling maksimal hanya mendayagunakan 10% dari kemampuan otak yang dimilikinya.
Sebagai gambaran awal, perhatikan bahwa otak manusia terbagi menjadi dua bagian. Kedua belahan otak ini memiliki tugas dan cara kerja yang berbeda. Otak kiri bekerja untuk hal-hal yang terkait dengan kata, angka dan daftar, sedangkan otak kanan berkerja untuk hal-hal yang terkait dengan kesadaran, imajinasi, warna, sisi estetika dan keindahan. Kesimpulan awalnya: catatan Anda yang linear itu hanya menitikberatkan kepada otak Anda yang kiri.
Umumnya manusia hanya memfungsikan salah satu bagian otaknya saja, ada yang dominan otak kirinya, ada pula yang dominan otak kanannya. Para jenius dunia seperti Einstein, Thomas Alva Edison, Leonardo Da Vinci dan Beethoven mampu mengkombinasikan fungsi kedua otaknya itu sehingga kedahsyatan otaknya mampu mengundang decak kagum orang – orang, bahkan hingga saat ini.
Sejarah Singkat MindMap
Adalah Tony Buzan, seorang pakar psikologi dari Inggris yang melakukan studi secara intensif terhadap para jenius seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo, Shakespeare, Beethoven, Albert Einstein, Charles Darwin dan masih banyak lagi untuk mengetahui faktor apa yang dimiliki oleh para jenius ini sehingga mereka mampu mencapai puncak pencapaian di bidangnya masing – masing. Einstein, misalnya, berhasil memformulasikan teori relativitasnya konon setelah dia membayangkan dirinya mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya. Di sini terlihat kombinasi dari penggunaan otak kiri (analisa eksak) dan otak kanan (imajinasi). Tak salah jika kemudian Einstein menyatakan bahwa imajinasi lebih berharga daripada ilmu pasti. Kemudian, mungkin sampai saat ini belum ada yang mampu mengimbangi kejeniusan Leonardo Da Vinci dalam pencapaiannya di bidang seni (sebutlah mahakaryanya seperti lukisan “Monalisa” dan “The Last Supper”, teknik (dialah yang pertama kali membuat prototip helikopter, jauh sebelum akhirnya beberapa abad kemudian helikopter berhasil diciptakan) maupun bidang – bidang lainnya yang membuktikan bahwa Da Vinci adalah jenius yang memiliki produktivitas yang sangat tinggi.
Buzan menyimpulkan bahwa faktor penting yang luput dari perhatian orang – orang terhadap cara kerja para jenius ini adalah bagaimana mereka mengorganisasikan ide mereka, membuat apa yang berada di dalam benak mereka bisa diproyeksikan ke dalam catatan yang akurat, serta memastikan bahwa apa yang dtuliskan itu telah mendapatkan “sentuhan” dari otak kiri maupun kanan. Singkatnya, mereka berhasil memetakan pikiran mereka (mindmapping).
Dari sinilah kemudian Buzan memperkenalkan konsep Mind Mapping atau Peta Pikiran. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.
Lebih lanjut Buzan memaparkan bahwa kunci dari optimalisasi otak manusia adalah imajinasi dan asosiasi. Imajinasi adalah bagaimana agar sesuatu yang kita ingat menjadi lebih menarik sementara asosiasi adalah menghubung-hubungkan apa kita ketahui. Dengan Mind Mapping kita dapat menggabungkan imajinasi dan asosiasi dalam hal mengingat sesuatu lewat bantuan warna dan gambar.
Mind Mapping diklaim sebagai cara yang paling mudah untuk memasukkan informasi ke dalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak. Mind Mapping diyakini merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak.
Teknik MindMapping
Untuk menghasilkan mind mapping yang “memiliki daya – ledak tinggi” maka ikutilah langkah –langkah berikut ini:
•Mulailah dengan tema utama ada di tengah, buat dari kata kunci dan beri gambar dan warna yang dapat memperkuat koneksi.
•Kemudian buatlah cabang-cabang utama untuk setiap sub tema, dengan menggunakan kata kunci serta gambar dan warna yang dapat memperkuat koneksi.
•Gunakan single words untuk setiap kata kunci dari sebuah konsep
Jika memungkinkan buat hubungan imajinatif dari keseluruhan mind-map
•Setiap cabang yang dibuat haruslah saling berhubungan, hal ini digunakan untuk memastikan bahwa mind-map yang dibuat memiliki struktur dasar sesuai konsep
•Gunakanlah kreativitas, biarkan pikiran kita sebebasnya
MindMap di atas menggambarkan tentang Kebahagiaan. Cabangnya adalah keluarga, alam, kedamaian, keindahan, cinta, memberikan hadiah, kesederhanaan, imajinasi, kicau burung, pengembangan diri, Buddhisme, menjadi hidup, mobil yang dapat diandalkan, tawa, bersenang – senang, keperdulian, makanan yang baik, dan kegembiraan. Masing – masing dari cabang ini lalu berkembang menjadi ranting – ranting, dan rantingnya membuat anak ranting lagi yang menunjukkan adanya ledakan pengembangan ide – ide. Mirip dengan reaksi atom, bukan? Perhatikan pula bagaimana gambar – gambar dibuat untuk memperkuat asosiasi dan memancing otak untuk makin berimajinasi. Jika diperhatikan lagi, mungkin diperlukan berpuluh – puluh halaman catatan konvensional hanya untuk menjelaskan selembar MindMap di atas; Artinya, MindMap unggul dari segi efektivitas dan efisiensi. Mengapa Anda tidak mencoba MindMap ini? Siapa tahu suatu saat Anda menjadi The Next Genius in the World History? Who knows?
Langganan:
Postingan (Atom)
Total Pembaca
Fan Page
Labels
Blog Archive
Feedjit
Chat Room
Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.






















