Rabu, 26 Januari 2011

“Ramalan” Tenggelamnya Titanic Oleh Seorang Novelis










Sering terjadi, seorang penulis seakan – akan mendapatkan sekilas gambaran akan apa yang akan terjadi pada masa depan. Morgan Robertson menulis sebuah novel berjudul The Wreck of the Titan (1898), 14 tahun sebelum RMS Titanic benar – benar mengalami bencana tenggelam pada tahun 1912.

Yang mengejutkan adalah satu kenyataan bahwa sampul novel tersebut bahkan menggambarkan dengan akurat bagaimana sang Titan mengakhiri pelayarannya.


Dalam cerita versi Robertson, The Titan digambarkan sebagai "benda mengambang terbesar dan karya manusia yang terhebat," setara dengan Titanic yang berisi hotel kelas satu dan “tak bisa ditenggelamkan, bahkan oleh Tuhan sekalipun”

Selain itu, kedua kapal ini adalah pabrikan Inggris, panjangnya sama – sama sekitar 800 kaki dan sama – sama tenggelam akibat menabrak gunung es di Atlantik Utara , pada bulan April, sekitar tengah malam.

“Ramalan” yang berubah menjadi kenyataan itulah yang mungkin membuat Robertson mempublikasikan ulang novelnya itu pada tahun 1912, setelah Titanic benar – benar tenggelam.

Tentu saja, ada bagian tertentu di dalam novel Robertson ini yang “sedikit” melenceng dari kejadian sebenarnya. Misalnya, Titanic bertabrakan dengan gunung es dalam jarak 400 mil dari Newfoundland dengan kecepatan 22,5 knot, sementara Titan bertabrakan dengan gunung es dalam jarak 400 mil dari Newfoundland dengan kecepatan 25 knot.

Mungkin, yang teraneh dari semuanya itu adalah kenyataan bahwa perahu sekoci yang disediakan ole Titan maupun Titanic mendekati jumlah yang hampir sama. Titan menang empat sekoci lebih banyak dibandingkan Titanic .

(Adapted from www.wrecked.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...