Tampilkan postingan dengan label Ramayana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramayana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2012

Mahabharata : Pertempuran 18 Hari


P.V.Vartak, Swayambhu, di dalam usahanya menentukan secara ilmiah dan tepat tanggal terjadinya peristiwa - peristiwa penting di dalam Mahabharata menemukan bahwa terdapat petunjuk - petunjuk astronomis yang akurat digambarkan di dalam naskah asli kitab karangan Maharshi Vyasa ini.

Dengan memperhatikan penggambaran konstelasi perbintangan dan posisi planet - planet di dalam Mahabharata, didapatkanlah suatu kesimpulan yang tepat tentang kapan terjadinya peristiwa - peristiwa yang dimaksud. Bahkan di dalam salah satu sloka didapatkan bahwa menjelang perang Mahabharata terjadi, terjadi gerhana matahari serta komet Halley melintasi langit.

Dengan penelitian akurat, data tentang peristiwa penting bagi Hindu serta peradaban dunia itu dapat dijabarkan sebagai berikut :

Peristiwa Tanggal
Mahabharata Dimulai 16 Oktober 5561 SM
Abhimanyu Terbunuh 28 Oktober 5561 SM
Perang Berakhir 2 November 5561 SM
Yudhistira Bertahta 16 November 5551 SM
Meninggalnya Bhishma 22 Desember 5561 SM
Lahirnya Parikesit 28 Januari 5560 SM


(P.V.Vartak, Swayambhu (in Marathi), Ved Vidnyana Mandal, Pune)

Shri Rama Lahir Tanggal 10 Januari 5114 SM

Lord Rama lahir tepatnya pada tengah hari tanggal 10 Januari 5114 SM. Di dalam kalender Hindu, hari itu adalah hari kesembilan puluh dari Shukla Paksha bulan Chaitra. Penanggalan ini bisa ditemukan di dalam buku ;Dating the Era of Lord Rama’ karya Shri Pushkar Bhatnagar. Seberapa akuratkah data ini? Kedengarannya sedikit mengada – ada...

Menurut buku tersebut, data itu didapatkan dengan memasukkan konfigurasi planetaris pada saat kelahiran Lord Rama seperti yang disebutkan di dalam kitab Ramayana karya Walmiki, ke dalam software bernama Planetarium Software. Yang menarik adalah, pada waktu dan saat yang sama setiap tahun, peringatan hari kelahiran Lord Rama ini telah diadakan secara rutin. Perayaan ini bernama Ram Navmi.

Di dalam naskah asli Ramayana karya Walmiki, sementara menyebutkan mengenai kelahiran Lord Rama, Walmiki sendiri hadir di istana Dasarata dan menuliskan peristiwa itu di dalam bagian kitab berjudul Bala Kanda.

Setelah melengkapi ritual ini, enam musim telah berlalu dan pada bulan kedua – belas, hari kesembilan bulan Chaitra, saat dewa yang menguasai hari adalah Aditi, di mana bintang yang berkuasa pada hari itu adalah Punarvasu, dan saat lima dari sembilan planet, yakni Matahari, Mars, Jupiter, Saturnus, dan Venus berada di posisi tertingginya, saat Jupiter dan Bulan terbit di Cancer, dan saat hari meninggi, Ratu Kausalya melahirkan seorang anak laki – laki beserta atribut – atribut-Nya seperti mata semerrah padma, lengan yang panjang, bibir merekah seperti bunga mawar, suara seperti tabuh genderang, dan mengambil kelahiran dari garis dinasti Ikshvaku, Yang dipuja seluruh isi dunia, dan penjelmaan Vishnu yang terberkati, bernama Rama. [1-18-8,9,10,11]

Selanjutnya, buku yang sama juga mencantumkan bahwa Lord Rama meninggalkan Ayodya pada saat Dia berusia 25 tahun. Dengan cara yang sama, tanggal terbunuhnya Rahwana adalah 4 Desember 5076 SM. Shri Rama menyelesaikan 14 tahun masa pengasingan – Nya di hutan pada tanggal 2 Januari 5075 SM. Hari itu adalah Navami dari Shukla Paksha di bulan Chaitra. Oleh sebab itu, Shri Rama telah kembali ke Ayodhya saat Dia berusia 39 tahun.

Saat kita berusaha membuktikan tanggal kelahiran dari ikon Hindu, harus dimengerti bahwa ikon – ikon ini jarang tidak memperhitungkan kelahiran dan kematian. Melalui Sanathana Dharma mereka mengajarkan kita untuk bangkit melampaui kelahiran dan kematian.

Selasa, 13 Maret 2012

Jembatan Ram Sethu yang Ternyata Fakta

Ternyata sudah banyak peradaban modern sebelum masa kita sekarang. Masa sebelum 4000 SM yang dianggap sebagai masa pra sejarah dengan peradaban Sumeria sebagai peradaban tertua didunia ternyata dianggap salah. Adanya Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis.

Naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana dan dinastinya, Bharatayudha dan kerajaan Hastinapura, bahkan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo yang berhasil ditemukan di Pakistan utara, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan sedikitnya juga telah menunjukkan bahwa memang telah ada peradaban modern di masa ribuan atau bahkan jutaan tahun sebelum era Masehi.

Dinasti Rama

Dinasti Rama diperkirakan berkuasa di bagian Utara India – Pakistan – Tibet hingga Asia Tengah pada tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM. Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya “Seven Rishi City” yang salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Beberapa kemajuan peradaban masa lalu:


1. Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan antara 30.000-15.000 SM.
2. Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir.
3. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).
4. Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato.
5. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo.
6. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan perang yang menggunakan senjata nuklir.
7. Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar.
8.Dalam sebuah sloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.
9. Beberapa Sloka dalam kitab Wedha dan Jaina secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari “wahana terbang” yang disebut ‘”Vimana” yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini.
10. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir dan Amerika Selatan.

Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat pula. Hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif yang kemudian berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.

Jembatan Tertua di Dunia, Adam Bridge, atau yang kerap dijuluki Rama Bridge (Raam Sethu) merupakan salah satu “Mysterious Places in the World’s” adalah rantai batu kapur buatan (bukan krn peristiwa alam) antara pulau Mannar, didekat Sri Lanka barat laut dan Rameswaram, di pantai tenggara India. Hindu percaya jembatan ini dibangun oleh pasukan kera atas instruksi dari Shri Rama, inkarnasi Wishnu untuk menyelamatkan Sita yang diculik ke Alengka oleh Rahwana, seperti yang ditulis di dalam epos besar Hindu, Ramayana. Banyak inskripsi, koin, panduan pengelana tua, referensi lama, peta religius kuno menandakan struktur ini dianggap suci oleh umat Hindu.

Jembatan purba misterius sepanjang 30 Km yang menghubungkan antara Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) ini diperkirakan telah berumur 1.000.000 tahun lebih.

Jembatan yang dinamakan "Vanara Sena" atau pihak NASA menyebutnya sebagai Jembatan Adam menuai berbagai macam perkiraan berkaitan dengan umur dan sejarah jembatan tersebut.

Umat hindu meyakini Jembatan Adam berkaitan erat dengan Epik Ramayana di mana disebutkan jembatan tersebut dibangun oleh Rama dan sekutunya, para manusia kera, yang dibantu para Dewa untuk membantu Rama menjangkau Srilanka guna menyelamatkan istrinya, Shinta, dari raja raksasa, Rahwana.

Sementara Srilanka Archeology Department mengatakan usia Jembatan Adam berkisar 1 hingga 2 juta tahun. Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam,yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut). Status dari jembatan tsb masih merupakan misteri hingga saat ini,menurut tafsiran para ahli,diperkirakan mungkin Rama Bridge sangat erat kaitannya dengan Epos terkenal India, Ramayana.
Srilankan Archeology Department telah mengeluarkan suatu statment yang menyebutkan usia Rama Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun,namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia hal itu belum bisa mereka terangkan.

S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku “Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence” mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam,walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya.

Epos Ramayana,menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tretha Yuga (menurut cakram masa evolusi Hindu/ cakram Hinduism tentang Epos tersebut terbagi pada masa Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (8.64.000 tahun) dan Kali (4.32.000 tahun).

Tahap sekarang menurut kalender mereka ialah Kali.Berarti menurut Epos tersebut, usia dari Rama Bridge berkisar 1.700.000 tahun.

.

Sabtu, 19 Februari 2011

GARIS NAZKA, PERU DAN KISAH RAMAYANA

Dalam kisah Ramayana, ketika Sugriwa mengarahkan para pasukan kera dalam pencarian Dewi Sita, dia memerintahkan mereka untuk pergi ke BARAT, memeriksa TRISULA yang terukir di sebuah gunung. Dia menggambarkan Trisula itu sebagai “sebuah tiang bendera yang panjang berwarna keemasan, dengan tiga cabang yang terletak di puncaknya. Trisula itu selalu berpendar bila dilihat dari angkasa.” (Trisula ini terletak di pantai barat Peru).

Deskripsi yang diberikan dalam kitab Ramayana ini begitu jelas sehingga sulit untuk disangkal bahwa trisula ini pastilah dilihat oleh Sugriwa dan Walmiki (sang penulis Kitab Ramayana) dari angkasa (membuktikan bahwa mereka memiliki pesawat terbang !).
Sekitar 100 mil dari trisula ini, terdapat tempat bernama Nazca atau Nasca, di mana terdapat bentuk geometri yang sangat besar digambar di daratan. Bentuknya yang lengkap dan menyeluruh hanya bisa terlihat dari ketinggian angkasa.

Menurut Dr. P. V. Vartak, trisula itu adalah penanda arah Barat (karena kita memiliki 180˚ saat ini untuk menentukan dari mana arah Barat dimulai). Trisula ini diciptakan oleh Wishnu sekitar 15.000 – 17.000 tahun yang lalu. Garis Nazca adalah tanda – tanda Pelabuhan Udara Jaman Kuno dari Raja Vali, sekitar 15.000 tahun yang lalu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...