Kamis, 24 Februari 2011

GANESHA DAN MAKNA - NYA


Telinga yang lebar : Lebih banyak mendengarkan
Kapak : Pemotong semua keterikatan; Juga penanda bahwa Beliau adalah putra Siwa
Mulut yang kecil : Persedikit bicara
Berkat : Memberkati dan melindungi jalan spiritual hingga mencapai yang tertinggi
Perut yang besar : Dengan tenang mencerna semua yang baik dan buruk dalam hidup
Prasada : Seluruh dunia ada di bawah kakimu dan berjalan sesuai kehendakmu
Kepala yang besar : Berpikir yang besar
Mata kecil : Konsentrasi
Tali : Untuk menarikmu semakin dekat mencapai yang tertinggi
Gading yang patah : Pertahankan Kebaikan, hilangkan Keburukan
Belalai : Efisiensi dan kemampuan beradaptasi
Madaka : Berkat bagi sadhana yang penuh rasa bhakti
Tikus : Keinginan. Bila tidak dikendalikan akan menyebabkan kehancuran. Anda mengendarai keinginan dan tetap mengendalikannya dan jangan biarkan keinginan mengendalikan Anda.

Ganesha adalah Putra Siwa dan Parvati. Ganesha memiliki wajah gajah dengan belalai melengkung dan telinga lebar, dan tubuh bagong besar manusia. Dia adalah Tuhan Keberhasilan dan perusak kejahatan dan rintangan. Ia juga disembah sebagai Dewa Pendidikan, Pengetahuan, Kebijaksanaan dan Kekayaan. Bahkan, Ganesha adalah salah satu dari Lima Dewa Hindu utama (Brahma, Wisnu, Siwa dan Durga menjadi keempat lainnya) yang dimuliakan para bhakta dalam Puja Panchayatana.

Kepala Ganesha melambangkan Atman atau jiwa, yang merupakan realitas tertinggi akhir eksistensi manusia, dan tubuh manusia itu menandakan Maya atau keberadaan manusia duniawi. Kepala gajah menunjukkan kebijaksanaan dan belalainya mewakili Om, simbol suara realitas kosmik. Di kanan atas tangannya Ganesha memegang dorongan, yang membantu dia mendorong umat manusia maju di jalan yang kekal dan menghancurkan segala hambatan.Tali di tangan kiri Ganesha adalah menandakan kelembutan untuk menangkap semua kesulitan.

Gading Ganesa terpatah satu dan dipegang seperti pena di tangan kanan bawah adalah simbol pengorbanan, karena penanya habis saat menuliskan epos Mahabharata. Japamala di tangan yang lain menunjukkan bahwa mengejar pengetahuan harus dilanjutkan terus - menerus. Laddu (manisan) beliau tersimpan di dalam kopernya menunjukkan bahwa seseorang harus berusaha menemukan manisnya Atman.Telinganya seperti kipas menyampaikan bahwa ia adalah semua telinga untuk segala permohonan. Ular yang melingkari pinggang-Nya merupakan energi dalam segala bentuk. Dan dia sangat rendah hati untuk menjadikan tikus sebagai wahana-Nya.

Bagaimana Ganesha mendapatkan Kepala-Nya Kisah digambarkan dalam Siwa Purana. Siwa, pada suatu saat pergi jauh untuk berperang. Istri – Nya, Parwati, ingin mandi. Karena tidak ada seorang pun yang menjaganya saat mandi, lalu Parwathi menciptakan anak untuk menjaganya. Setelah Dewi Parvati, saat mandi, anak laki-laki diciptakan dari tubuhnya dan menugaskan penjaga pintu masuk ke kamar mandi . Karena itulah Ganesha diciptakan. Ganesha mematuhi perintah ibu – Nya dan melakukan tugas – Nya dengan penuh semangat. Ketika Siwa, suaminya kembali dari berperang, ia terkejut menemukan orang asing di dalam istana – Nya. Ganesha tidak mengijinkan Siwa memasuki tempat – Nya sendiri, sehingga Siwa sangat marah dan memenggal kepala Ganesha.

Parwati bergegas dan menemukan Ganesha dalam keadaan terpenggal. Dia diliputi duka yang mendalam. Siwa lalu menenangkan Parwati dengan mengatakan bahwa Dia bersumpah untuk menggantikan kepala Ganesha yang hilang itu dengan kepala makhluk apapun yang pertama diketemukan. Makhluk pertama yang datang melintas adalah gajah. Oleh sebab itu Siwa mengambil kepala gajah itu dan menempatkannya di atas badan Ganesha.
Karena peran Ganesha sebagai penjaga pintu depan Parwati, maka Ganesha dihubungkan dengan perlindungan di pintu depan.

Ganesha, Penghancur Kesombongan


Ganesha juga merupakan perusak kesombongan, keegoisan dan kebanggaan. Dia adalah personifikasi dari jagad material dalam segala berbagai manifestasi megah. "Semua umat Hindu menyembah Ganesha terlepas dari keyakinan sektarian mereka," kata DN Singh dalam Sebuah Kajian Hindu. "Dia adalah kedua awal agama dan tempat pertemuan untuk semua Hindu."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...