Kamis, 24 Februari 2011

Ilmuwan dan Peneliti mengenai Mahabharata

Ledakan Nuklir Masa Lampau dan Batu Mengambang di Shivapur

Epos besar India, Mahabharata, berisikan begitu banyak legenda mengenai kekuatan dahsyat dari senjata misterius.

Dari ekspedisi arkeologis, dimana dilakukan penggalian besar – besaran di wilayah Mohenjo-Daro pada awal tahun 90-an, menyingkap puing – puing kota kuno yang sangat luas. Kota itu menunjukkan salah satu peradaban paling maju yang ada di dunia. Mereka mampu bertahan selama dua sampai tiga juta tahun lamanya. Bagaimanapun, para ilmuwan lebih tertarik mengenai penyebab matinya kota itu dibandingkan dengan masa jayanya.



Para peneliti mencoba untuk menjelaskan alasan mengapa kota itu mengalami kehancuran dengan berbagai teori. Namun, bagaimanapun, para ilmuwan tidak menemukan indikasi pernah adanya banjir yang besar , tulang – belulang jumlahnya tidak begitu banyak, tidak pula ditemukan sisa – sisa peninggalan senjata, maupun sesuatu yang lain untuk membuktikan bahwa peradaban ini punah akibat bencana alam atau perang. Para arkeolog kebingungan: menurut analisa mereka, bencana di kota ini terjadi dengan sangat tak terduga dan menyebabkan mereka tidak bisa bertahan hidup lebih lama lagi.

Ilmuwan Davneport dan Vincenti lalu mengusulkan teori yang sangat mengagumkan. Mereka menyatakan bahwa kota kuno ini telah dihancur – leburkan oleh ledakan dahsyat senjata nuklir. Mereka menemukan lapisan tanah liat dan lapisan kaca berwarna hijau. Sepertinya, para arkeolog menduga, suhu yang sangat tinggi melelehkan tanah liat dan juga pasir ini dan sebagai dampaknya kedua lapisan ini seketika mengeras dan memadat. Lapisan berupa kaca hijau juga bisa ditemukan di gurun Nevada setelah beberapa eksperimen peledakan nuklir dilakukan.

Seratus tahun sudah berlalu setelah penggalian di Mohenjo-Daro. Analisa moderen menunjukkan, puing – puing kota ini telah dilelehkan oleh suhu yang sangat tinggi – tidak kurang daripada 1.500 derajat Celcius. Para peneliti juga menemukan titik pusat gempa, di mana semua rumah roboh menuju ke arah itu. Kerusakan sedikut berkurang di daerah pinggir kota. Berlusin – lusin tulang – belulang ditemukan di wilayah Mohenjo-Daro – Tingkat radiaoaktivitas melewati batas normal 50 kali lebih besar.

Salah satu bab di dalam Mahabharata menceritakan tentang selongsong, yang berpijar laksana api, namun tidak mengeluarkan asap.

“Ketika selongsong itu menghantam tanah, kegelapan menyelimuti bumi,
Angin puyuh dan badai meruntuhkan kota – kota.
Ledakan yang mengerikan membakar beribu – ribu binatang dan manusia menjadi abu.
Para petani, penduduk kota dan para prajurit menyelam di sungai untuk membersihkan debu beracun (yang menempel di tubuh mereka)”



“asap putih panas yang seribu kali lebih menyilaukan daripada matahari muncul dalam kecemerlangan abadi dan meluluh – lantakkan kota menjadi abu. Air menjadi mendidih... kuda – kuda dan kereta perang terbakar beribu – ribu jumlahnya... Mayat – mayat yang berjatuhan tercerai – berai oleh panas yang mahadahsyat, hingga mereka tak lagi terlihat seperti manusia..”


Misteri masa lampau India yang mencengangkan dunia bisa ditemukan pula di kota Shivapur. Ada dua batu yang sangat mencengangkan terletak bersebelahan di dua kuil yang berseberangan. Batu pertama beratnya 55 kilogram, yang lainnya 41 kilogram. Jika sebelas orang menyentuh batu yang lebih besar, dan sembilan orang menyentuh batu yang lebih kecil, dan mereka mengucapkan mantra khusus, yang terukir di salah satu dinding kuil di sana, kedua batu itu akan melayang – layang setinggi dua meter di udara dan akan seperti itu selama dua detik, seolah – olah hukum gravitasi tidak berlaku bagi kedua batu itu. Banyak ilmuwan Eropa dan Asia telah mempelajari fenomena aneh ini.


(Alexander Pechersky)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...