Sabtu, 19 Februari 2011

Teman vs. Sahabat Sejati


Teman tidak pernah melihatmu menangis.
Sahabat sejati memiliki bahu yang basah oleh air matamu.

Teman berpikir persahabatan berakhir ketika kamu mencapai persetujuan
Sahabat sejati tahu bahwa bukan persahabatan namanya jika tidak pernah ada percekcokan.

Teman tidak suka kamu meneleponnya setelah dia pergi tidur
Sahabat sejati bertanya kepadamu kenapa kau perlu waktu begitu lama untuk meneleponnya

Teman, saat berkunjung ke rumahmu, bersikap seperti seorang tamu.
Sahabat sejati membuka kulkasmu dan mengambil minumnya sendiri.

Teman ingin tahu tentang sejarah romantismu.
Sahabat sejati dapat menjadikan cerita itu seakan dibocorkan untuk ‘sekedar’ menakut – nakutimu

Teman mengharapkanmu untuk selalu ada untuk mereka.
Sahabat sejati selalu berharap ada untukmu!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...