Senin, 02 April 2012

Hyang Semar / Sang Hyang Aji Tualen

Dalam cerita pewayangan kita mengenal suatu
tokoh penasehat dari Prabu Sri Kreshna orang
menyebutnya dengan nama Sang Tualen /
Malen.di benak kita bertanya ,kenapa Sang Tualen
menjadi penasehat Sang Prabu Kreshna padahal
Sang Prabu Kreshna adalah Awatara Wisnu ?

Di Tanah Jawa Sang Tualen disebut Hyang Semar
atau juga disebut Bhagawan Ismoyo, Hyang
Semar ini sangat dihormati dan dijunjung tinggi
karena petuah petuahnya yang agung yang juga
dilakonkan lewat pementasan wayang kulit ala
Jawa. Dalam kehidupan keseharian pun orang
Jawa yang kejawen sangat menghormati dan
mensakralkan Hyang Semar, walaupun wujud fisik
beliau seperti itu.

Ada suatu kejadian aneh yang pernah kami dapati
waktu kami bersama Ida yang ditugasi oleh juru
kunci istana Jaya Katwang di Madiun, bahwa
istana tersebut tidak ada yang mampu membuka
pintu istana. Banyak para kyai dan para normal
yang mencoba untuk membuka pintu istana tsb,
namun tidak bisa, bahkan tidak beberapa lama
berselang para kyai dan paranormal itu meninggal
dan juga ada yang hangus tubuhnya. Singkat
cerita Ida mampu membuka istana itu atas restu
Dewata,dan pusaka-pusaka dalam istana yang
sembunyi itu bermunculan menampakan dirinya
dari perut bumi.Bila kyai yang mampu
membukanya kemungkinan besar pusaka-pusaka
itu akan dikuasainya, sama seperti halnya dalam
kami pengangkatan Pusaka Utama Majapahit
berebut dengan para Kyai.

Nah,...berkaitan dengan Sang Tualen atau hyang Semar,
kami bawa kamera iseng iseng mem-fhoto suatu
batu yang ada di tanah kosong dalam areal istana,
setelah kami cetak hasi jepretan kok muncul
hasilnya fhoto Hyang Semar?

Kami tanya sama Ida siapa sih Hyang Semar itu Ratu ?
Menurut Ida Hyang Semar itu disebut Hyang Kaki
dan beliau juga menyebut Hyang Semar itu adalah
Bhagawan Manu atau Awatara yang pertama yang
turun ke dunia yang mengambil wujud manusia
atau manusia yang pertama di muka bumi ini.

Hyang Semar, dalam pewayangan Bali di kenal
dengan sebutan Malen, Menurut Kitab Weda
beliau adalah Awatara ke 5 dan mengambil wujud
manusia (manusia pertama di Bumi).Kita telah
mengenal Awatara- Awatara yang telah turun ke Bumi Sbb:

I Matsya Awatara ( mengambil wujud Ikan)
II. Kurma Awatara ( mengambil wujud Empas/
mirip Kura-kura)
III. Weraha Awatara (mengambil wujud Babi Hutan )
IV. Narasimha Awatara ( mengambil wujud Manusia berkepala Singa )
V. Bhagawan Wamena Awatara / Bhagawan
Manu / Hyang Semar,( Manusia pertama di Bumi)
VI. Parasurama Awatara ( Mengambil Wujud
Manusia Raksasa )
VII. Rama Awatara
VIII. Krishna Awatara
IX. Budha Awatara
X. Awatara ke sepuluh ini diperkirakan hadir
mengambil wujud seorang Kalki

Hiranya Kasipu beliau berwujud Denawa atau
Raksasa dan dibunuh oleh Narasingha Murti dan
setelah Hiranya Kasipu dikalahkan oleh
Narasingha Murti, maka para Denawa / Raksasa
bersembunyi di alam Petala.

Pada jaman itu para Dewa dengan para Denawa
selalu berperang / berkelahi dan Hiranya Kasipu
selalu mengobrak abrik Swarga Loka, dengan
kejadian ini Tuhan mengutus Narasingha Murti
turun kebumi untuk dapat mengalahkan Hiranya
Kasipu dan para Denawa.

Diceritakan ,Awatara berikutnya adalah Bhagawan
Wamena / Bhagawan Manu / Hyang Semar adalah
Awatara manusia I yang dilahirkan di lembah
Sungai Soma yang sekarang disebut Sungai
Bengawan Solo,situs -situs purbakala inipun
banyak ditemukan di lembah Sungai Soma / Solo
ini .

Dengan Awatara I mengambil wujud
manusia ,maka disebutlah bahwa beliau adalah
manusia pertama di Bumi, dan raksasa itu beda
dengan manusia, walaupun bentuknya sama,

Pertanyaan :
sebelum jama Glasial dangkalan sunda ( Sumatra,
Jawa, Sulawei, Kalimantan dan sampai
Nusatenggara kocaaaap menyatu dengan Asia,
sedangkan dangkalan sahul (Maluku Irian dan
sekitanya) menyatu dengan ostrali
seperti kebaos Avatar Wamena tedun di sekitar
Sungai Soma (Bhangawan Solo, dari namanya
saja sudah men-cirikan) dan Keturunan Raja-raja
dan Rsi-Rsi juga kebanyakan keturunan Soma
orang tua dulu menyebutnya dengan Soma
Wangsa ........... salah satunya yang kita kenal
(karena relatif baru atau jaman sejarah yaitu Shri
Soma Kepakisan, walapun masih keturunan Mpu
Panca Tirta atau sekitar th 900-an).

Yang menjadi pertanyaan Beliau (Bhagawan
Wamena) sebelum Rsi JamadaGni (ParasuRam)
konon sebelum jaman Rama (puluhan ribu tahun
sebelum Masehi) artinya Manusia Pertama justru di Nusantara kenten minab ? dan satu-satunya AVATAR yang turun di belahan paling selatan ...........

Dalam pakem pewayangan beliau Bhagawan
Semar, selalu menjadi pengemong dan pelindung
keturunan Rsi Palasara/ Sentanu pertanyaan :
Apakah beliau bisa berada dimana-mana pada
saat bersamaan (secara Srada tentunya iya karena
AVATAR) ?

Jawaban :
Apa yang diceritakan oleh orang suci dalam kitab
suci ada benarnya, begitu juga dengan hasil
penelitian para ilmuwan yang menyatakan bahwa
alam nusantara ini menyatu menjadi suatu benoa
juga ada benarnya, berdasarkan cerita-cerita
orang wikan, usia Bumi ini belum ada para ahli
mampu memperkirakan dengan pastinya.

Tapi kita cukup berbangga (berdasarkan Dharma
Wacana orang wikan) bahwa peradaban dunia
katanya awalnya dari alam Nusantara, bahkan
India katanya peradabannya masih belakangan ,
bisa diambil contoh nama-nama yang terdapat
dalam Ramayana maupun Mahaberatha,
sepertinya peradaban dunia di mulai dari Nusantara.
Di Daerah Sangir di lembah Sungai Soma
( Bengawan Solo),telah ditemukan fosil-fosil
manusia furba ini salah satu bukti sejarah,

C.Tsing, seorang pendeta Tibet menyampaikan
pula bahwa pertapaan Otisa itu ada di Bali yang
belokasi di pinggir Danau Tamblingan, Pendeta
Tibet ini sangat menyayangi Bali karena
leluhurnya jaman dulu belajar di Bali. Pada waktu
Bali heboh dengan pembangunan Geothermal di
Bedugul, beliau ikut andil menggagalkan proyek
itu lewat ritual dan permohonan kepada Hyang
Maha Kuasa sehingga pengeboran itu tidak
mengeluarkan Uap Panas ,Kalau Proyek itu jadi
ada, maka kehancuran alam Bali ini akan terjadi.

Dinasti Murya juga mengakui bahwa orang-orang
Murya belajar di Bali, makanya ajaran Agama
Hindu di Bali beda dengan Weda, Tripitaka, Orang
bijaksana jaman dulu menyebut Agamanya adalah
Agama Wali .Pada Abad ke XVII,Mark Muller
menemukan peradaban Weda hidup dilembah
Sungai Sindhu, maka beliau menyebut agama ini
Agama Hindu, Karena Presiden kita Waktu itu Bpk
Soekarno ingin mengakui Agama-agama yang ada
di Indonesia dan punya nama, maka nama Hindu-
lah yang dipakai.

Suatu contoh tentang perubahan alam,
Perubahan Alam juga bisa kita lihat dari Gunung
Batur,Pada jaman dulu Gunung ini katanya
menjulang sangat tinggi sekali, Pada abad ke III
Gunung Batur ini telah meletus sebanyak 6 kali
dan danau baturpun itu dulunya bukan danau
tapi bagian dari gunung yang telah meletus. di
kaki Gunung itu ada tanah singit yang sama sekali
tidak kena lahar, pada Tumpek Wariga Tgl .19
September ini kami kelompok kecil di Kedhatuan
akan melaksanakan penghijauan bekerjasama
dengan dinas Kehutanan, inginnya sih sekalian
ngelinggihan lingga yoni yang telah hilang dan
kini dikuasai gaib, dan disembunyikan di sekitaran
Pura Muncak Sari ring kaki Gunung Batukaru,
waktu ini dicoba mengambilnya kembali tapi
belum berhasil karena disembunyikan di alam
Petala.Kami akan mencobanya kembali sampai
dapat. Lingga Yoni itu dari batu permata.
Bhagawan Semar sang avatar, bisa muncul
dimana mana, jangankan avatar manusiapun bisa
bila mau belajar kearah itu, Seperti yang Pak
Made pernah tulis ,bahwa Sabda Palon adalah
titisan Hyang Semar, menurut Ida memang benar,
selain foto itu saya ketemu dengan teman yang
memegang Foto Hyang Semar dalam warna yang
lain, beliau inipun memegang dokumen penting
tentang negara ini kedepan, mudah-mudahan
dalam waktu dekat ini terwujud suatu
kesejahteraan rakyat Indonesia lewat Harta Karun
yang disimpan Bapak Pendiri Bangsa ini, dan ini
akan dimulai dari Bali, Bank Duniapun sudah
mempersiapkan hal itu.

Pertanyaan :
kalau diurut dari Avathara 1 s.d 9, 10
adalah Matsya (Kisah Manu), Kurma (Pemutaran
Gunung mandara, Waraha (Badak Agung/ Babi
Besar), Shri Narasimha (Haranyakasipu/Prahlada),
Wamana (Rsi Kerdil/ Cebol berpengetahuan
tinggi), Parasurama (Pemusnah Paraksatria yg
sewenang-wenang/ bersenjata kapak), Rama
(Dasaratha/Ramayana), Krishna (Raja Vrisni/
Mahabharata), Budha (Putra Raja Kapilawastu),
Kalki (Yang akan muncul di akhir zamn Kaliyuga).
dari Matsya Avatara s.d sebelum Parasurama
adalah zaman Kerthayuga (Satyayuga), Mulai dari
Parasurama (Ramaparasu) s.d Rama (Ramayana)
adalah zaman Traitayuga,
Masa Krishna s.d pertengahan Budha adalah
zaman Dvaparayuga, Mulai penobatan Raja
Parikesit (dinasti Astina terakhir) adalah zaman
Kaliyuga.

Kiranya nyambung, nanti kita ceritra lagi zaman
Narasimha/ Prahlada dan konon Raja Wali (Bali)
adalah garis keturunan dari Prahlada.

Seperti dalam berita bahwa ada ramalan Tahun
2012 s/d 2015 yang akan datang akan ada
bencana besar, itupun Ida juga sering singgung
karena tahun itu berkaitan dengan Sabda Palon
Nayang Genggong, Kerajaan Hindu di tanah Jawa
tumbang Tahun 2015 dan bangkit kembali setelah
500 Tahun runtuh,kembalinya ditandai dg
bencana , kalau bukan dengan bencana maka, tak
akan terjadi perubahan.

Tgl.20 September ini tiang di Kedhatuan
melaksanakan Tirta Yatra ke Gunung
Penanggungan plus ngemit disana, di Gunung itu
katanya masih ada candi 13 buah, kita tangkil
kesana plus kita menghormati leluhur kita Patih
Narotama ,dan di Kaki Gunung itu ada
permandian Prabu Airlangga dan vibrasi
permandian itu sangat luarbiasa untuk
mensucikan dan memperkuat Jiwa dan rohani kita,
beberapa bulan yang lalu tiang sempat mandi
disana.

Patih dan Raja-raja di tanah Jawa adalah Putra Bali
yang dimulai dari Prabu Airlangga, kenten dumun
Guru Made Sudana,

Dalam attach adalah salah satu candi yang masih
utuh di Kediri, dan prasasti Poh Sarang yang
ditulis oleh Hyang Baradah dalam sebuah batu
besar dengan menggunakan huruf Pali yang
menekankan dalam prasasti itu janganlah kita
lupa dengan ajaran Siwa Budha Lokasi prasasti ini
di tengah sungai, dikiri kanannya sawah dan jauh
dari pemukiman.

(melajahngeblog.blogspot.com/2009/10/hyang-semar.html?m=1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...