Senin, 02 April 2012

DUSTA SEJARAH KISAH KEN AROK, PERANG BUBAT & SUMPAH PALAPA (2)

DUSTA SEJARAH 2

DUSTA SEJARAH KISAH KEN AROK, PERANG BUBAT & SUMPAH PALAPA
Bagian II Latar Belakang

Dokumentasi-dokumentasi sejarah inilah
seharusnya sebagai acuan bagi siapa pun untuk
menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan
cerita sejarah. Dokumentasi-dokumentasi ini
pun mungkin sudah tereduksi oleh perjalanan
perpolitikan negara dan sosial budaya
masyarakat, terutama lamanya waktu kita
dijajah oleh bangsa asing, tentunya mereka
para penjajah mempunyai kepentingan-
kepentingan politis, dan sangat mungkin juga
informasi sejarah yang valid bisa diubah sesuai
kepentingan mereka.

Pemerintah dalam hal ini harus menjadi
penengah bagi niat pelurusan sejarah yang
telah tereduksi, dengan cara melakukan riset
sejarah, usaha untuk pengumpulan bukti-bukti
sejarah lagi secara maksimal. Dokumentasi-
dokumntasi sejarah yang disimpan di Museum
Nasional Indonesia harus dibuka ke publik,
untuk dijadikan bahan dasar pengujian materil,
bahan riset, wacana dan lain sebagainya,
sehingga informasi dari sejarah dari
dokumntasi-dokumentasi itu dapat
dioptimalkan.

Pemerintah tidak harus mengeluarkan biaya
besar untuk sebuah riset dan uji materil dari
bukti-bukti dan dokumentasi-dokumnetasi
sejarah itu, karena dengan
mempublikasikannya sebenaranya riset itu
sendiri sudah dimulai dan publiklah para
pelaku utamanya.

Setidaknya ada beberapa pertanyaan mendasar
dalam rangka menelusuri jejak asal muasal dari
kebenaran apa yang ditulis dalam kitab
Pararaton :

1. Kapan kitab itu dibuat, atau pada kisaran
jaman mana? kalo dalam kitab pararaton
sendiri dalam bagian akhirnya dsebutkan
bahwa kitab itu ditulis pada tahun saka
1535 atau ekuivalen dengan 1613 Masehi,
pertanyaan selanjutnya apa benar data itu
soalnya, kitab aslinya atau versi penerbitan
terakhir pun menurut informasi ada di
Museum Nasional Indonesia yang tahun
pencetakanya tertera 1976 Masehi, dan awal
mula kitab Pararaton itu ditemukan oleh
bangsa asing Belanda, kemudian diteliti
oleh sejarawan Belanda yaitu oleh DR Jan
Laurens Andries Brandes disingkat DR JLA
Brandes, dipanggil Brandes kisaran tahun
1800 sampai dengan 1920 Masehi.

2. Bagai mana dengan identitas si pembuat
atau si pengarang itu, apa dan bagai mana
latar belakang budayanya, bagai mana juga
tentang riwayat pendidikannya? ini akan
menjadi curriculum vitai si pembuat, dan ini
juga dalam rangka usaha dan upaya menilai
sejauh mana keabsyahanya dari tingkat
keraguan terhadap informasi yang
diberikan

3. Apa motif dasar yang melatarbelakangi dan
menjadi tujuan penulisan kitab itu? Apakah
hanya cerita fikisi yang didalamnya disertai
dengan memuatan informasi-informasi
sejarah? Atau memang buku itu tujuan
utamanya untuk memberikan informasi
catatan sejarah tetapi dibalut dengan narasi
fiksi?

4. Apakah isinya dan data-data yang dimuat
dapat dipertanggungjawabkan
kebenaranya, bagai mana pula referensi
pembuktian yang dia miliki seperti apa?,
dan dari mana dia mendapat referensi
sejarahnya itu?

Tapi kelihatanya pertanyaan terakhir perlu
waktu lama dan khusus untuk membahasnya,
soalnya sudah beberapa puluh atau ratus ahli
sejarah sudah mencoba menganalisa dan
melakukan riset, tapi tetap pada akhirnya tidak
ada justifiksi pasti tentang kitab Pararaton.

Masih memerlukan waktu diskusi dan
pencarian lebih lanjut, lumayan memakan
waktu dan energi tidak sedikit, belum lagi
pembuktian secara bukti sejarah. Itu yang
bikin repot, soalnya sangat minimnya
dokumentasi-dokumentasi sejarah itu tadi.
Selama ini para sejarawan atau pengamat
sejarah, hanya mampu kasak kusuk tidak bisa
membantah secara tegas dan langsung dengan
karya bukti ilmiah, yang secara keseluruhan
dapat mengubah pola pandang masyarakat.

Ada memang beberapa pihak yang melakukan
itu, tapi masih bersifat parsial tidak bisa
mengubah secara keseluruhan. Tidak ada
forum resmi yang terus menerus
mempublikasikan hasil akhir dari sebuah
temuan dan kesimpulan tentang bagai mana
sejarah itu berlangsung dengan fakta yang
benar, dan berani mengatakan serta
menjustifikasinya, dan tidak pernah ada
pengumuman resmi tentang pengelompokan
kitab Pararaton. kitab Pararaton apakah itu
masuk kedalam kelompok jenis buku yang
mana, sehingga ada filter dari masyarakat
dalam mensikapinya.

Bersambung ke bagian III

(menguaktabirsejarah.blogspot.com/2012/03/dusta-sejarah-2.html?m=1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...