Kamis, 12 April 2012

Ngakak ( Part II )


Pemuda dan Tuhan

Suatu ketika, terjadilah dialog antara seorang pemuda dan Tuhan.
Pemuda tersebut bertanya kepada Tuhan
Pemuda : "Tuhan, mengapa kau ciptakan wanita begitu cantik adanya...?"
Tuhan : "Supaya kamu mau mencintai dia...."
Pemuda : "Namun Tuhan, walaupun cantik, mengapa kau ciptakan wanita tolol adanya?"
Tuhan : "Supaya dia mau mencintai kamu"


Desi Ratnasari

Saat Sinta menunggu bis disebuah halte setelah pulang kuliah tiba-tiba seorang cowok menegurnya :
Cowok: "Mbak Dessy Ratnasari ya..".
Sinta menjawab sambil setengah terkejut, "Bukan?!"
Cowok itu menunduk malu, tapi masih penasaran dan nekat bertanya lagi, "Mbak Dessy Ratnasari ya…"
Sinta menjawab setengah risih, "Bukan?!", sambil berpikir, "apa iya aku memang mirip Dessy ya?".
Cowok itu masih penasaran rupanya dan kembali bertanya : "Mbak… mbak Dessy Ratnasary khan?".
Putus asa, Sinta menjawab, "Iya".
Cowok itu lalu menyahut: "Lho… kok nggak mirip ?".

Bidikan yang Meleset

Seorang biksu diperintah oleh raja untuk mendampingi sang pangeran ke hutan untuk berburu rusa.

Selama berburu bidikan panah sang pangeran selalu tidak mengenai sasaran, sang pangeran sangat geram dan tanpa ia sadari ia berkata kasar “bangsat bidikanku meleset!!”

“Husss!” kata si biksu

“Pangeran tidak boleh berkata kasar, apa pangeran tidak takut pada dewa petir yang selalu menghukum orang-orang yang berbicara kasar”.

“Persetan dengan dewa petir, pokoknya hari ini aku harus pulang dengan membawa hasil buruanku”. Jawab sang pangeran sambil membidik seekor rusa buruannya.

Tapi memang hari itu pangeran sedang sial, bidikannya meleset lagi dan tentunya sang pangeran makin marah “bangsat.. bidikanku meleset lagi”.

Sang biksu kembali menasehati sang pangeran, tapi kali ini dengan dibarengi ancaman “kalo sekali lagi pangeran bekata kotor maka saya tidak akan segan memohon pada dewa petir untuk menghukum pangeran” kata biksu yang mulai marah karena nasehatnya ngga digubris oleh sang pangeran.

Mendengar ancaman sang biksu, sang pangeran malah merasa tertantang “bangsat..bangsat…bangsat..bangsat.. Ayo, mana dewa petirmu..mana?”.

Sang biksupun langsung berdoa, meminta dewa petir untuk menghukum sang pangeran yang mulai lancang, dan tiba-tiba langit mendung… angin bertiup sangat kencang….. entah dari mana datangnya tiba-tiba

“DHUUUUAAAAAAARRR” petir menyambar, tapi aneh.. petir itu menyambar sang biksu, padahal ia sama sekali nggak pernah berkata kasar.

Sang pangeran berdiri disamping mayat biksu yang gosong karena tersambar petir, dan bertanya pada dewa petir “wahai dewa petir, aku yang berbicara kasar tapi kenapa biksu ini yang engkau sambar”.

Dewa petir menjawab “Bangsat..bidikanku meleset”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...