Sabtu, 07 April 2012

Wimana, Puncak Teknologi Manusia?

Sebagaimana kisah Ramayana yang mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau "Astra").
Epik Ramayana menceritakan dengan terperinci
maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan
sebuah pesawat "Asvin" (atau Atlantean). Ini adalah
suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi
kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno
India.

Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di
padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama
diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua
Atlantis. Tujuh buah kota besar yang teragung dalam
Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama "Tujuh
Kota-Kota Rishi" dalam teks klasik Hindu.

Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat
ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil
sebagai "Vimanas" Epiks India kuno telah
menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat
yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan
dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah
pesawat dan menara pada bagian atasnya.

Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita
mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang
alias UFO. Vimana dikatakan mempunyai kemampuan
untuk terbang dengan kecepatan angin dan
mengeluarkan bunyi bermelodi.

Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis bagi pesawat
Vimana, sebagian berbentuk piring dan yang lain
berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk
kerucut).

Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal
sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan
berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar
manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan.
Sedangkan bgaian manuskrip yang ditemukan malah
telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.
Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah
yang berkaitan dengan

keberhasilan perjalanan angkasa dengan
menggunakan sebuah Vimana. Terdapat 230 puisi
berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh
seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan,
dan kisah penerbangan di antara burung-burung.
Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika
Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama Bhara Dewaji
yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama
sebagai sumbernya. Kitab itu ditemui di dalam sebuah
kuil di India dan di dalamnya tercantum
keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara
mengemudikan Vimana, langkah-langkah
penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan
terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan
petir. Kitab itu menjelaskan bagaimana cara
menyerap energi matahari.

Vaimanika Sastra (atau Vymaanika-Shaastra)
mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa
yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara,
termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau
hancur. Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian
tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan
mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa
juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana.

Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa
Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan
disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979.

En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi
Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.
Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi "anti-gravitasi". Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden. Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat.

Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah
disimpan di sebuah Vimana griha, seperti
penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan
sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan
sejenis bahan merkuri. Cat putih kekuningan
kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin
Vimana mempunyai hitungan sumber energi yang
berlainan termasuk mesin penggerak dan malah
mesin jet saraf.

Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi
juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama
bagi roket V.8 mereka. Kaki tangan Hitler dan Nazi
juga dikatakan berminat dengan India kuno dan Tibet
sehingga pada awal tahun 30-an telah membawa
satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap
tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat
dan tidak mustahil jika dikatakan pihak Nazi mungkin
memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua
sumber kuno ini.

Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian
dari epiks Mahabarata dan Ramayana, Vimana
digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur
dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin
kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri. Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradhara telah
menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk. Pada
jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan
merkuri sebagai bahan bakar Vimana, melihat
gambaran yang dijelaskan oleh buku itu.

Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa panduan mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding gua di turki dan Gurun Gobi. Dari ukiran dan relief yang terdapat pada potongan
tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah
kendaraan kosmik melaju. Pesawat terbang antar
planet itu dilambangkan dengan segitiga yang di
dalamnya terdapat simbol merkuri. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah mampu mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah Asia, Atlantis, sampai ke Amerika Selatan.

Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang
menjelaskan tentang peperangan Ramayana yang
menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semcam itu. Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu.

Mari kita simak bait-bait yang tertulis dalam kitab
Mahawira dan Bhawabhuti yang berasal dari abad
ke-8:
"Sebuah kendaraan udara, Pushpaka membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit dipenuhi berbagai kendaraan terbang. Gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka yang kekuningan."

Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah
yang lain, telah digunakan untuk tujuan peperangan.
Orang-orang Atlantis menggunakan kenderaan
terbang mereka, "Vailixi" untuk menyerang negeri-
negeri lain dan menguasai dunia. Dalam teks kuno
India mereka dikenal dengan bangsa Aswins.

Meskipun tak ada catatan tentang pesawat Vailixi dari
bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke
India melalui udara banyak sekali diceritakan.
Deskripsi Vailixi berbentuk silinder panjang dan selain
dapat terbang juga mampu bergerak dibawah air
seperti kapal selam modern.

Kendaraan-kendaraan lain, seperti Vimana berbentuk
seperti piring dan mungkin juga bisa bergerak di
bawah air. Menurut Eklal Kuehshana, penulis "The Ultimate Frontier", dalam satu artikel yang ditulisnya dalam 1966, menyatakan bahwa Vailixi yang paling awal
dibuat di Atlantis yaitu kira-kira 20,000 tahun lampau
dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya."

"Mereka menggunakan satu peralatan mekanikal yang
anti-gravitasi dengan menggunakan tenaga mesin
sebesar 80,000 tenaga kuda,"

Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang
menerangkan Vimana, ada yang menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan kesan
dari peperangan tersebut: "(senjata itu merupakan)
satu alat yang mengandung semua energi yang ada di
dunia ini. Satu kepulan asap yang besar dan cahaya
yang terang benderang bagaikan sinaran dari beribu-
ribu matahari telah dihasilkannya. Satu pancaran kilat,
satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang
menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka. Mayat-mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti. Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung-burung bertukar menjadi putih. Selepas beberapa jam semua bahan makan turut tercemar. Untuk mengelakkan diri dairpada api itu, para laskar terjun ke dalam sungai untuk
membersihkan diri mereka dan peralatan mereka."

Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata sedang
menggambarkan satu keadaan peperangan menggunakan bom atom. Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia gravitasi. Mereka telah mampu menciptakan mesin anti- gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai "Levitasi", namun masih belum lagi dipraktikkan, apakah kita dari Asia Tenggara harus bersikap acuh tak acuh saja dengan hal ini? Sadarlah.

Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang menakjubkan dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India. Terdapat sebuah epik yang menggambarkan peperangan Vimana-Vailixi di bulan. Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan letupan atomik dan kesan radioaktif ke atas penduduk.
Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan)
ditemukan oleh para arkeologi pada akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, ada yang berpegangan tangan seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba. Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki.

Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India, Irlandia, Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik. Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk Grid, dengan sistem saluran yang lebih baik daripada yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-jalannya dipenuhi dengan serpihan "kaca-kaca hitam". Serpihan tersebut
kemudiannya dikenal pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair akibat kepanasan yang melampaui batas.

Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama
akibat senjata atomik, dunia untuk sesaat kembali ke
zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya.
Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana dan
Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang. Karena
diciptakan untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun,
kebanyakan masih bisa digunakan, seperti yang terdapat dalam karya tulis "Nine Unknown Men", Ashoka, dan manuskrip Lhasa.
------------------
En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979.
ufomaniac.peperonity.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...