Senin, 02 April 2012

Nusantara dan Dunia

Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau
Jawa adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur
bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-
mansuia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban
dunia. Bahkan jauh sebelum tahun masehi, kerajaan
nusantara adalah penguasa duapertiga wilayah bumi.
India dulu hanyalah salah satu kadipaten dari
kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Sumber dari
peradaban dunia bisa dikatakan semuanya bermula
dari Nusantara.

Semuanya memberikan kita gambaran bahwa nenek
moyang bangsa Indonesia bukan orang-orang
terbelakang. Kalau kemudian sejarah dunia saat ini
tidak memposisikan peradaban nusantara sebagai
sumber dari peradaban dunia, maka itu tidak lebih
bagian dari kerja-kerja ilmuwan dari belahan dunia
barat yang ingin mengingkari realitas.

Saya terkejut mendengar penjelasan ini dari seorang
teman baru ketika saya usai mengikuti sebuah acara
beberapa waktu lalu di Semarang. Teman ini orang
Semarang, tetapi kini merasa lebih enjoy bermukim di
Jogja. Raut wajahnya nampak serius menceritakan
semuanya kepada saya yang menunjukkan ia
sungguh-sungguh.

Bahkan teman saya ini punya komunitas yang sedang
berusaha mengungkap kebesaran peradaban
Nusantara. Jejak arkeologi sedang terus digali untuk
memberi gambaran tentang kemahaagungan nenek
moyang kita. “Tunggu saja, kami akan buktikan nanti.
Tetapi ini bukan pekerjaan mudah untuk membuat
dunia percaya karena sudah lama dicekoki sejarah
yang dibuat ilmuan barat,” katanya yakin.

Banyak yang teman baru saya ini diceritakan kepada
saya. Misalnya tentang cerita Mahabrata adalah
cerita nyata yang sesungguhnya terjadi di Nusantara.
Kerajaan Astina itu adalah kerajaan di Nusantara. Ini
berarti tokoh-tokohnya yakni para Pandawa dan
Kurawa bukanlah orang Hindustan di Tanah India,
melainkan orang-orang Jawa!!

Keterlibatan kerajaan-kerajaan lainnya dalam perang
Berathayudha adalah kerajaan-kerajaan kecil yang
berada dibelahan dunia lainnya. Ini menegaskan
bagaimana Kerajaan Nusantara adalah sebuah
wilayah dengan kekuatan dan kekuasaan politik yang
sangat besar karena bisa menyeret kerajaan lainnya
untuk berperang.

Kehebatan nenek moyang kita juga ditunjukkan
dengan keberadaan Candi Borobudur. Candi ini, kata
teman ini, sudah ada jauh sebelum tahun masehi
dikenal. Jadi anggapan ilmuwan yang menyatakan
bahwa candi ini dibangun pada abad ke-8 masehi
tidaklah benar.

Patung di dalam candi borobudur juga bukan Patung
Budha melainkan patung Raja Saylendra yang
kebetulan mencapai tahap perjalanan Bathin mirip
dengan yang dialami Sidhartha Gautama. Diceritakan
bahwa Raja Saylendra membuat Candi Borobudur
setelah mencapai perjalanan sampai nirwana. Salah
satu yang diingat Saylendra adalah suara musik di
alam nirwana yang begitu melekat dipikirannya. Lalu
Saylendra berusaha menemukan/mencipatakan alat
yang bisa mengeluarkan suara seperti yang diingatnya.
Dari pencarian ini dicipatakanlah gambelan yang
dijawa dikenal dengan gambelan laras selendro.
Jadi nenek moyang bangsa Indonesia adalah mereka-
mereka yang menjadi pencetus peradaban dunia.
Nusantara adalah pusat dari peradaban dan asal
muasal dari semua peradaban di planet bumi ini.

Benar atau tidak, percaya atau tidak, kembali kepada
diri kita. Anggaplah semua cerita kawan ini benar,
maka sangat pantas bagi kita untuk bangga kemudian
menguatkan rasa percaya diri kita bahwa kita adalah
manusia-manusia unggul. Kalau kemudian kita
menjadi terpuruk seperti saat ini, maka itu semua
karena ulah kita yang melupakan asal-usul kita. Siapa
sesungguhnya kita dan darimana kita berasal.

Oleh : Oleh I Nyoman Winata sumber : http://
www.balebengong.net/kabar-anyar/2008/03/05/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...