Sabtu, 07 April 2012

Misteri Batu Ica di Peru

Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa
bernama ICA yang memiliki sebuah museum batu. Di
dalam museum tersebut terpajang lebih dari 10.000
batu misterius yang terukir aneka gambar, sejumlah
besar gambar yang sulit dipercaya, yang tercatat
adalah sebuah peradaban manusia purbakala yang
sangat maju yang telah musnah, gambar-gambar batu
ini disebut prasasti batu ICA.

Menurut laporan media setempat, batuan-batuan
yang terukir gambar yang disimpan di museum
tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika
bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di
atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa,
binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana
dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori
lain.

Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan
ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli
terkait telah mengadakan tes kimia pada batu
tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-
batu tersebut berasal dari sungai setempat dan
merupakan batu Gunung Andes, permukaannya
ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan
dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman
disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut
sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang
ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme
jutaan tahun silam.

Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu
ukiran tersebut dinamakan “bangsa geological”,
menurut pengamatan dari gambar batu ukiran
tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat
maju. Di atas batu ukiran tersebut dilukiskan tentang
operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop,
peralatan medis, manusia yang mengejar dinosaurus
dan lain-lain pemandangan yang sulit dijelaskan
secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.

Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa
melihat secara jelas suasana kehidupan manusia
bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar
tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan
manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh,
dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin
binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu.
Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah
sejak ratusan juta tahun silam, namun yang
membingungkan adalah bagaimana manusia bisa
hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?

Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor
Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip
dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk
di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas
punggung Triceratops, tangannya menggengam
senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya,
tampak seorang manusia tengah menunggang di atas
punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu
terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik
tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.

Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr.
Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di
galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi,
mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak
perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia
modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.
Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang
melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang
tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada
ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan
menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada
peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang
hingga sekarang masih merupakan misteri yakni
daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang
ditemukan juga ada gambaran tentang daratan
purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan
bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke
empat batu tersebut memang benar merupakan peta
dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat
dan akurat.

Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa
geological menguasai teknologi medis yang tinggi,
misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana
cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses
transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini
baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah
satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan
pemisahan dan pengambilan benda berbentuk
gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan
menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti
transplantasi.

Pada batu ukiran tersebut juga dilukiskan tentang
teknologi pembiusan dengan akuputur dalam operasi
kedokteran. juga ada batu-batu yang mengukir
gambar tentang gen genetika.

Yang lebih unik lagi, sejumlah gambar pada batu
ukiran tersebut sama dengan gambar raksasa di
dataran Nasca, ribuan bentuk dari potongan batu
koral ini karya siapa, dan apa artinya, hingga sekarang
masih merupakan misteri, namun, apakah garis atau
bentuk batu-batu tersebut ada hubungannya dengan
ukiran batu ICA, belum dapat di buktikan.

Source: http://www.indowebster.web.id/
showthread.php?t=8616

Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...