Minggu, 01 April 2012

Danau Toba Penyebab Zaman Es

Beberapa tahun lalu sekelompok peneliti dibawah
pimpinan Greg Zielinski, peneliti dari Universitas New
Hampshire, Amerika, melakukan penelitian di
Greenland, Kutub Utara. Tim Zielinski mempelajari
umur lapisan es yang terbentuk di kutub. Dari
penelitian itu, mereka mendapati pola perubahan
temperatur es bumi secara global dalam kurun waktu
yang cukup lama. Yang mengejutkan mereka dari
penelitian itu adalah, pada suatu saat sekitar 74.000
tahun lalu, ada lonjakan besar kandungan sulfat di
atmosfer, yang mengakibatkan terjadinya penurunan
temperatur bumi secara drastis.
Lonjakan penurunan itu terjadi hampir 40 kali dari
kondisi normal. Dari informasi itu mereka
memperkirakan bahwa ada kejadian global yang
menjadikan kandungan sulfat di atmosfir sangat besar
sampai kurang lebih 2-4 ribu megaton H2SO4 (asam
sulfat) di atmosfir. Kejadian global yang dahsyat itu
membentuk awan kuning yang menutupi hampir
seluruh permukaan bumi, menjadikan sinar matahari
tidak bisa menembus. Dan akhirnya terjadi penurunan
temperatur bumi. Pada saat yang sama mahluk
hidup, binatang dan tumbuhan mati. Tim Zielinski
bertanya-tanya kejadian apa pada 74.000 tahun lalu,
dan dimana terjadinya di bumi.
Ditempat lain, Michael Rampino seorang ahli geologi
dari University of New York, meneliti temperatur bumi
dari kondisi geologis tanah. Dia meneliti pola
temperatur sejak ribuan tahun yang lalu berdasarkan
material geologi. Dari penelitian itu ia mendapati,
pada suatu saat, ada penurunan temperatur bumi
sebesar 5 derajat celcius dalam beberapa tahun.
Dalam keadaan normal, penurunan temperatur
sebesar itu terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun.
Dari data ini ia menyimpulkan bahwa ada kejadian
dahsyat luar biasa yang menyebabkan terjadinya
penurunan temperatur secara luar biasa.

Lalu Michael Rampino menghitung kapan peristiwa
luar biasa itu terjadi, dan ia sampai pada suatu
angka, bahwa terjadi ledakan super dahsyat pada
74.000 tahun lalu. Pertanyaan selanjutnya adalah
ledakan apa yang sedemikian dahsyat di bumi dan
dimana persisnya kejadiannya.
Baik Greg Zielinski dan Michael Rampino, sampai
pada suatu pertanyaan yang sama, dimana ledakan
super dahsyat 74.000 tahun lalu itu.
Seorang ahli vulkanologi di Universitas Toronto,
Canada, John Westgate, dia adalah ahli yang bisa
menentukan dari mana asal suatu material vulkanik.
Ketika dalam bagian penelitiannya, ia mendapatkan
material vulkanik dari Eropa, tapi ia menemukan
bahwa material vulkanik yang sangat berbeda dari apa
yang dia ketahui di Eropa. Maka ia mencoba
mencocokkan apakah material itu berasal dari
pegunungan Laki di Eropa, ternyata setelah diteliti,
material itu tidak dari Gunung Laki.
Sementara itu seorang ahli lain, Craig Chesner,
sedang melakukan penelitian di sekitar Danau Toba.
Ia terheran-heran dengan bentuk danau dan
kedalaman air di danau. Ia kemudian menemukan
lapisan debu vulkanik yang sangat tebal di bukit-bukit
sekitar Danau Toba. Chesner kemudian mengirimkan
contoh debu vulkanik tersebut kepada John Westgate
di Toronto.
John Westgate, meneliti debu vulkanik kiriman
Chesner, dan ternyata sama dengan yang dia teliti
dari Eropa. Pertanyaan Rampino dan pertanyaan
Zielinski, ternyata mengarah pada temuan Joh
Westgate. Telah terjadi ledakan super dahsyat 74.000
tahun lalu di Sumatera, tepatnya di lokasi Danau
Toba sekarang, sebagaimana temuan Chesner.

Ledakan itu sedemikian dahsyat sehingga debunya
mencapai Afrika dan daratan Cina serta Eropa.
Diperkirakan material vulkanik yang dimuntahkan dari
Toba lebih dari 2.000 km kubik magma. Ini lebih dari
4.000 kali jumlah yang dikeluarkan oleh Gunung
Pinatubo di Philippina tahun 1991. Tinggi awan debu
Toba diperkirakan lebih dari 50 kilometer. Ledakan
Toba diperkirakan mengakibatkan kematian yang luar
biasa di kawasan Asia Tenggara.
Begitulah kejadian terbentuknya Danau Toba. Sampai
sekarang, tidak ada ledakan yang melebihi ledakan
Danau Toba 74.000 tahun lalu.
Konon siklus ledakan vulkanik Toba, bisa terjadi sekali
dalam 400.000 tahun, jadi kira-kira 326.000 tahun
dari sekarang. Kalau ledakan sedahsyat 74.000 tahun
lalu di Toba terjadi sekarang, maka diperkirakan 50
persen penduduk Asia mungkin akan mati terbunuh
secara langsung dan tidak langsung.

(aneh.us)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...